Bingung Lamaran Kerja Ditolak Mulu? Ini 9 Penyebab dan Solusinya

Selain melanjutkan studi, cari pekerjaan jadi tujuan utama para fresh graduate usai wisuda.

Emang sih, umumnya para lulusan kampus udah punya pekerjaan impian sampai target gaji yang diharapkan. Sayangnya, kenyataan gak selalu seindah yang dibayangkan. Ternyata di dunia kerja, bekal ijazah dan IPK tinggi aja belum cukup bikin HRD luluh dan menerima.  

Meski banyak yang bisa segera mendapatkan pekerjaan idaman mereka, gak sedikit pula yang cari pekerjaan sampai berbulan-bulan tanpa panggilan.

Jika kamu masuk dalam kelompok job seeker, kamu perlu tahu nih bahwa gak semua alasan penolakan itu disebabkan oleh dirimu. Ada hal-hal yang memang diluar kendalimu.

Nah, buat menganalisa kenapa kamu gak juga dapat kerja, yuk simak ulasannya berikut ini.

Penyebab yang bisa kamu kendalikan

1. Tidak memenuhi kualifikasi

cari pekerjaan
(Image: jobvite)

Ini adalah penyebab yang paling umum terjadi. Jika lamaranmu ternyata gak memenuhi kriteria yang dimiliki perusahaan, artinya ada dua kemungkinan.

Pertama, kamu gak membaca persyaratan dengan seksama, atau membaca tapi mengabaikan poin-poin yang tertera. Kedua, kamu belum memahami diri dan kemampuanmu sendiri dengan baik. Kandidat dengan ciri ini umumnya mengirimkan lamaran secara massal tanpa peduli kualifikasi yang dibutuhkan.

Solusi: jika belum punya skill pada bidang yang kamu inginkan, gak ada salahnya luangkan waktu untuk belajar atau kursus sampai kamu menguasai bidang tersebut.

2. CV gak menarik

cari pekerjaan
(Image: HRDMag)

Sesuaikanlah CV yang kamu gunakan dengan perusahaan yang dituju. Beberapa perusahaan masih mengharapkan CV yang formal tanpa banyak ornamen dan warna. Tapi, kalau gaya ini kamu terapkan di industri kreatif, CV-mu bisa tampak sangat membosankan.

Selain soal tampilan, isi CV juga harus diperhatikan. Jangan mencantumkan informasi yang gak penting kayak prestasimu saat TK dan sebagainya.

Solusi: buatlah CV sejelas dan seefektif mungkin dengan visual yang menarik. Zaman canggih begini, udah gampang banget cari berbagai contoh CV kreatif yang sesuai dengan pekerjaan yang ingin dilamar.

3. Gak punya pengalaman apa pun

cari pekerjaan
(Image: hipwee)

Pengalaman bukan hanya pengalaman kerja. Apalagi sebagai fresh graduate, wajar kok kalau belum pernah bekerja. Tapi, kalau kamu gak punya aktivitas lain selain kuliah, hal ini bisa jadi poin minus buatmu.

Beberapa perusahaan mencari kandidat yang diyakini memiliki social skill yang bagus. Salah satu parameternya adalah pengalaman berorganisasi atau aktivitas di luar kegiatan belajar mengajar lainnya.

Solusi: sambil menunggu panggilan lamaran pekerjaan, kamu bisa mulai mencari pengalaman sekarang. Cobalah mencari lowongan intern atau kegiatan volunteer yang menjadi minatmu.

4. Kurang jaringan

cari pekerjaan
(Image: alphagamma)

Cari pekerjaan gak cuma di bursa atau situs lowongan kerja. Beberapa perusahaan bahkan gak mencantumkan lowongan secara online, lho. Tapi, melalui kenalan atau jaringan karyawannya.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Oleh sebab itu, fresh graduate perlu banget memperluas jaringan. Dengan begitu, aliran informasi yang didapatkan bisa lebih banyak dan cepat.

Solusi: cari dan bergabunglah dengan grup-grup profesi atau bidang yang jadi minatmu. Bisa di Facebook, Kaskus, dan situs lainnya. Kamu juga bisa mencari informasi di grup alumni kampus atau dari para senior di kampus dulu. Selain itu, menjalin koneksi di website LinkedIn juga berpotensi mendapat jaringan baru.

5. Kamu kurang percaya diri

cari pekerjaan
(Image: ziprecuriter)

Meski gak disadari, sikap gak percaya diri akan “terbaca” oleh pewawancara. Tanpa sadar, mereka telah meyakini kalau mereka akan gagal. Oleh sebab itu, mereka pun gak menunjukkan kemampuan mereka secara maksimal. Kandidat yang seperti ini sulit untuk meyakinkan perusahaan bahwa ia emang pantas diterima.

Solusi: untuk menumbuhkan rasa percaya diri saat interview atau tes lainnya, gak ada cara yang paling jitu selain berlatih. Dengan berlatih, kamu akan jadi lebih siap. Mulai dari caramu menyapa pewawancara hingga berjabat tangan, pasti jadi lebih meyakinkan.

Penyebab yang gak bisa kamu kendalikan

1. Masalah keuangan perusahaan

Tanpa sepengetahuan kamu sebagai pihak luar, perusahaan bisa aja mengalami masalah keuangan sehingga perlu mengatur strategi baru. Salah satu caranya adalah dengan tidak mempekerjakan karyawan baru atau membuat kualifikasi pekerjaan yang berbeda dengan bayaran lebih rendah.

2. Perubahan strategi perusahaan

Perusahaan rintisan alias startup umumnya sangat dinamis. Artinya, perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu. Mulai dari pembagian kerja tiap karyawan sampai perubahan struktur organisasi. Pada masa-masa seperti ini, proses rekruitmen akan dihentikan sampai kondisi stabil kembali. Hal ini juga sangat mungkin terjadi di perusahaan besar, lho.

3. Kamu memenuhi kualifikasi, tapi ada yang lebih ekstra

Saat mencari pekerjaan, kamu bersaing dengan banyak orang dengan kompetensinya masing-masing. Bukan gak mungkin kamu udah hampir diterima, tapi lalu ada kandidat lain yang punya skill atau kualifikasi lebih unggul. Alhasil, perusahaan pun memilih yang dianggap paling menguntungkan buat mereka. Yah, singkatnya belum rezekimu aja.

4. Gak ada “chemistry”

Chemistry atau kecocokan sulit dibuat-buat. Bisa aja jawabanmu benar, tapi cara penyampaian gak membuat pewawancara terkesan. Meski perusahaan mencoba merekrut calon karyawan seobjektif mungkin, hal ini tetap gak terhindarkan.

Itulah beberapa alasan yang bikin cari pekerjaan jadi penuh tantangan. Gak semua kegagalan berasal darimu, tapi tetap fokus pada hal-hal yang bisa kamu perbaiki aja ya.

Anggaplah masa-masa jeda sebelum dapat panggilan ini adalah waktu khusus buat meningkatkan skill atau menambah pengalaman biar lebih mantap lagi. Semangat terus!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →