Dilarang Bekerja, Garibaldi Thohir Kini Sukses Jadi Miliarder

Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir bisa dibilang beruntung banget karena lahir dari keluarga kaya raya. Namun, status itu gak lantas bikin dia jadi malas-malasan. Terbukti, sekarang dia punya aset sebesar  US$ 1,45 miliar atau setara Rp 21 triliun.

Keberhasilan pria yang akrab disapa Boy Thohir menjadi orang terkaya di Indonesia ke-29 versi Globe Asia ini bukan semata-mata warisan sang ayah. Boy juga sempat banting tulang merintis usaha seperti kebanyakan orang lain.

Emang sih ada bantuan dari sang ayah, di antaranya modal dan koneksi ke para bos Astra. Namun, tetap aja usaha terakhir ada di dia.

Penasaran dengan perjalanan karier Garibaldi Thohir hingga sukses? Yuk, simak ulasannya di bawah ini:

Gak lahir kaya raya tapi lulusan luar negeri

Boy kecil gak langsung lahir kaya, namun juga bukan berarti melarat. Ayahnya, Mohammad Teddy Thohir, saat itu masih jadi karyawan di Astra. Boy kecil pernah merasakan naik metromini atau becak ketika sekolah, seperti anak-anak pada umumnya.

Taraf hidup keluarganya mulai meningkat ketika karier ayahnya meroket. Sang ayah yang dulu cuma karyawan berhasil jadi direktur hingga pemegang saham Astra.

Ayah yang tajir bikin Garibaldi Thohir bisa kuliah di luar negeri. Dia meraih gelar MBA dari Northrop University, Amerika Serikat.

Ayah Boy punya alasan khusus kenapa menyekolahkan putranya di luar negeri. Menurut Teddy, hal ini biar Boy belajar mandiri di negara orang.

Berbisnis karena gak direstui kerja oleh ayah

Sepulangnya dari Negeri Paman Sam, Garibaldi Thohir langsung mendapat tawaran kerja. Lulusan luar negeri gitu lho!

Salah satu tawaran datang dari Citibank. Boy ditawari gaji Rp 4 juta per bulan. Namun sang ayah gak merestui.

Boy kemudian meminta kepada ayahnya kerja di Astra aja. Tapi lagi-lagi dilarang. Kalau tetap mau kerja di sana, kata ayahnya, Boy harus mulai dari bawah banget dan cuma dapat gaji Rp 2 juta aja. Boy jelas gak mau. Dia memilih mendirikan perusahaan properti.

Di situlah ayahnya memberikan modal usaha, dan mengenalkan Boy ke rekan-rekan bisnisnya.

Awalnya, Boy berencana mendirikan satu gedung perkantoran di Kuningan. Sayang, rencana itu batal. Boro-boro jadi developer, Boy akhirnya cuma jadi calo pembebas lahan buat Astra aja.

Mencoba peruntungan di batu bara

Kegagalan di bidang properti gak lantas bikin Boy patah arang. Perusahaan properti itu pun dia jual lagi ke ayahnya. Boy menerima proposal bisnis batu bara di Sawahlunto dari rekan ibunya, pemilik PT Allied Indo Coal.

Saat itu, Garibaldi Thohir sama sekali gak punya pemahaman soal batu bara. Jangankan pengalaman, pemahaman aja gak ada, bahkan melihat batu bara pun belum pernah.

Aksi coba-coba itu cuma didasari oleh asumsi bahwa suatu saat minyak bakal habis. Batu bara bakal menggantikan minyak deh.

Pada awalnya Boy cuma diberikan 20 persen saham di PT Allied Indo Coal. Sayang perusahan itu performanya gak baik, apalagi batu bara masih belum diminati.

Yang paling mengenaskan, rekan bisnis Boy yang berasal dari Australia pergi gitu aja meninggalkan Indonesia saat krisis moneter. Lagi-lagi Boy gagal.

Tajir karena WOM Finance

https://www.instagram.com/p/Bhz76pGDw-z/?tagged=boythohir

Tapi apa dia menyerah? Tentu aja gak. Setelah gagal total di bisnis batu bara, Garibaldi Thohir akhirnya memutuskan buat mendirikan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance).

Dia mengeluarkan Rp 5 miliar dari duit pribadi. Sisanya, Rp 5 miliar dari Ometraco dan Rp 50 miliar lainnya hasil pinjaman dari bank.

WOM Finance adalah perusahaan finance atau pembiayaan kredit kendaraan bermotor.

Gak nyangka, ternyata di sinilah titik balik bisnis Boy. WOM Finance malah lebih menguntungkan ketimbang bisnis batu bara.

Saat Ometraco bangkrut tahun 2000, Boy Thohir akhirnya membeli saham WOM Finance dan menjadi pemegang saham mayoritas.Bisnis WOM Finance makin melejit.

Tahun 2003, BII menawarkan untuk membeli WOM Finance dengan harga US$ 150 juta. Boy lagi-lagi menang banyak. Ya gimana gak, modalnya tadi kan cuma Rp 5 miliar.

Mayoritas saham akhirnya Boy lepas. Dia sekarang cuma punya 30 persen saham.

Membeli saham Adaro Energy

Keuntungan dari penjualan saham WOM Finance itu tentunya gak dinikmati buat foya-foya.

Sebagai pengusaha, Boy memanfaatkan uang itu dengan mendirikan sebuah konsorsium bersama Theodore Permadi Rachmat, Sandiaga Uno, dan Benny Subianto buat membeli saham Adaro dari perusahaan Australia, New Hope.

Pada tahun 2008, Adaro melantai di bursa saham dengan mengusung produk andalan yaitu batu bara ramah lingkungan.

Singkat cerita, Adaro pun sukses dan tercatat sebagai salah satu dari 50 perusahaan terbaik versi Forbes.

Pada 2013, Garibaldi Thohir akhirnya memborong saham-saham di perusahaan yang dia pimpin buat memperkuat eksistensinya. Adaro pun akhirnya semakin berkembang hingga punya banyak anak usaha.

Impian Boy yang bisa jadi kaya karena batu bara akhirnya terealisasi lewat jalan memutar.

Gak pernah nyaman dipanggil orang kaya

Siapapun tahu kalau Boy adalah orang kaya di Indonesia. Meski demikian status itu tampak mengganggu dirinya.

Dalam salah satu wawancara di media massa, Boy mengaku kalau dia gak nyaman banget disebut orang terkaya di Indonesia. Kenapa gitu? Ternyata karena definisi sukses yang diusung Boy bukan karena kekayaan.

Baginya, sukses adalah tentang gimana bisa berhasil mendidik anak, memimpin perusahaan, dan jadi berguna buat masyarakat.

Itulah kisah karier seorang Garibaldi Thohir yang cukup inspiratif. Terbukti kan, meski anak orang kaya, Boy malah gak malas-malasan berusaha.

Meski ada sedikit bantuan dari ayah, gak ada jaminan bahwa Garibaldi Thohir bisa langsung sukses saat itu juga. Kesuksesan itu baru berhasil dia raih ketika udah gagal berkali-kali.