Tommy Soeharto Buka 120 Gerai Baru Goro dan Rilis Aplikasi Belanja Online Tahun Depan

goro

PT Berkarya Makmur Sejahtera (GORO) tengah mengusung target di tahun 2020. Sadar akan persaingan di bisnis ritel sangat ketat, GORO menargetkan ekspansi agresif agar dapat melayani kebutuhan konsumen, sedikitnya 125 outlet baru di 2020.

Milasari Kusumo Anggraini, Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera mengatakan, saat ini semua orang lari ke bisnis ritel. Hal tersebut membuat persaingan semakin ketat. 

Namun, GORO tidak khawatir dengan persaingan karena permintaan pasar yang diperoleh dari masyarakat cukup positif.

“Kami tak khawatir dengan persaingan. Kami bukanlah sebagai compete (pesaing) tapi complete (untuk melengkapi). Permintaan yang GORO dapatkan dari masyarakat cukup tinggi. Bahkan, saking tingginya permintaan kami sampai kewalahan,” kata Milasari kepada awak media saat site visit di GORO 212, Jatibening, Bekasi, 16 Desember lalu.

Perluas ekspansi bisnis

GORO
Perluas ekspansi bisnis

Memiliki tiga konsep bisnis, yakni distribusi, kemitraan dan warung. Kemitraan GORO lebih banyak berhubungan dengan komunitas. 

Yang terbaru, misalnya, GORO bekerja sama dengan komunitas ekonomi berbasis masjid. Banyak yang meminta bergabung dan men-supply toko mereka. 

Yang kedua, GORO bekerja sama dengan 212 Mart yang di beberapa tempat kehilangan induknya. GORO mengajak mereka bergabung kemudian memperbaharui sistemnya sesuai dengan yang dimiliki super grosir ini.

“Sasaran kami lebih banyak ke B2B sehingga strategi yang digunakan lebih banyak berkumpul dengan komunitas masyarakat,” ungkap Milasari.

Baca juga: 5 Gerai GORO Dibuka, “Tommy Soeharto” Bakal Buka 6 Lagi Tahun Ini

Lebih lanjut, perkembangan pesat bisnis GORO tak lepas dari dukungan penuh Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto.

Tommy Soeharto sangat memerhatikan ekonomi atau bisnis yang tak hanya mencari keuntungan, namun juga mencari bisnis yang memberi dampak langsung kepada masyarakat. 

“Tujuan awal kami memang ekonomi kerakyatan. Jadi kami membentuk social entrepreneur,” jelas Milasari.

Meski baru hadir selama setahun, perkembangan bisnis GORO cukup pesat. Dari mulai buka sampai saat ini pertumbuhan sales sekitar 123%, member baru tumbuh sekitar 83%, dan ritel GORO dari kemitraan sudah ada sekitar 25 outlet. Tahun depan Milasari menargetkan 125 outlet dari kemitraan, tiga toko besar, dan 550 warung.

Baca juga: Nostalgia, Tommy Soeharto Kembali Bangkitkan GORO

Aplikasi belanja online

GORO
Aplikasi belanja online

Tak hanya ekspansi gerai saja, GORO juga menggarap future ritel dengan menyiapkan aplikasi untuk belanja online di gerai miliknya.

Saat ini tengah menyempurnakan aplikasi belanja bagi pelanggan setianya. Konsep ini menurutnya merupakan konsep yang pertama kali diterapkan di Indonesia karena pelanggan tidak perlu mengantre di kasir untuk membayar.

“Insya Allah tahun depan sudah launching. Uniknya ini yang tidak ada di market karena semuanya langsung scan dan melakukan pembayaran melalui wallet. Tinggal scan dan untuk melakukan pembayaran langsung klik dan tinggal tunjukkan ke kasir. Lebih praktis dan pelanggan bisa melakukan pembelian melalui aplikasi,” tandasnya.

Baca juga: Tommy Soeharto Bakal Bangun 1 Juta Rumah Murah di Indonesia

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →