Belajar dari Kisah Sukses Hashim Djojohadikusumo, Orang Terkaya RI ke-51

Hashim Djojohadikusumo

Selain menobatkan Tommy Soeharto sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Globe Asia juga memasukkan nama Hashim Djojohadikusumo. Siapa sih dia sebenarnya?

Hashim Djojohadikusumo menduduki posisi ke-51 di daftar orang terkaya di Indonesia. Gak sedikit kok yang tahu bahwa dia adalah adik dari Prabowo Subianto.

Memang benar, dia adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Sigar, orangtua Prabowo Subianto.

Selain aktif membantu kakaknya dalam proses pencalonan hingga kampanye pemilihan presiden RI, Hashim sendiri adalah seorang pengusaha ternama di Indonesia. Total kekayaan Hashim diprediksi ada di angka US$ 915 juta atau setara dengan Rp 13 triliun!

Menurut beberapa sumber, pria yang pernah mengenyam pendidikan di Eropa ini mulai mempercayakan kendali bisnisnya kepada sang putra sulung, Aryo Djojohadikusumo. Aryo sendiri dikabarkan baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Sachi Sophia, di Pulau Bali, Sabtu 4 Agustus 2018 lalu.

Ngomong-ngomong, seperti apa perjalanan karier dan kisah sukses Hashim Djojohadikusumo hingga jadi pebisnis tajir dan punya jet pribadi? Mari kita simak cerita beliau di bawah ini.

1. Belum 25 tahun udah jadi direktur

Setelah lulus kuliah di tahun 1976, Hashim gak lantas berbisnis. Dia justru magang di salah satu institusi bank investasi bernama Lazard Freres Et Cie. Di situ, Hashim bertugas sebagai analis keuangan.

Ketika dirinya pulang ke Indonesia pada 1978, Hashim langsung menduduki posisi direktur di Indo Consult. Perusahaan itu adalah perusahaan yang didirikan Soemitro, yang bergerak di bidang konsultasi manajemen.

Asal kamu tahu, saat itu usia Hashim masih 24 tahun! Gokil ya, udah kayak co-founders startup jaman sekarang tapi bedanya bisnis yang dia pegang labanya udah gede.

2. Mendirikan PT Era Persada

Bisnis pertama yang didirikan Hashim Djodjohadikusumo adalah PT Era Persada. Kabarnya, lewat perusahaan inilah Hashim yang masih berusia 30 tahun mengekspansi bisnisnya ke luar negeri

Memang sih jarang banget ada informasi soal perusahaan yang dipimpin Hashim ini. Namun Kontan memberitakan bahwa PT Era Persada merupakan perusahaan di mana Hashim memulai terjun ke dunia usaha.

3. Tirtamas Group

Seiring dengan berjalannya waktu, Hashim Djojohadikusumo pun makin terlihat bersinar di dunia bisnis. Terutama saat dirinya mendirikan Tirtamas Group yang menjadi perusahaan induk dari PT Era Persada Trade (trading), PT Tirtamas Majutama (perusahaan investasi induk), PT Indoconsult (konsultasi bisnis), dan PT Prima Comexindo (trading).

Seperti yang dijelaskan di atas, PT Tirtamas Majutama itu perusahaan induk. Nah, perusahaan itu punya 38 anak usaha! Beberapa di antaranya bergerak di bidang semen, petrokimia, energi, dan pertanian.

Di masa kejayaannya, perusahaan ini menjadi raja ekspor untuk produk pupuk, semen, teh, dan minyak kelapa sawit. Beberapa negara tujuan ekspor mereka adalah Rusia, Kazakhstan, Azerbaijan, dan lainnya.

Di tahun 1993, mereka pun mengakuisisi PT Semen Nusantara Cilacap dan PT Semen Dwima Agung

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Ketika Indonesia didera krisis ekonomi 1997-1998, Tirtamas Group terpaksa menjual saham-saham dan unit usahanya. Beberapa di antaranya adalah Bank Niaga, Bank Istimarat, dan Bank Industri. Tindakan itu ditujukan untuk melunasi utang.

4. Ditahan dan pindah ke Inggris

Krisis moneter memang berdampak buruk bagi usaha-usaha yang berada di bawah naungan Hashim. Di tahun 2012, Hashim juga dikabarkan sempat ditahan karena terlibat pelanggaran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Setelah bebas, Hashim justru meninggalkan Indonesia dan menetap di Inggris. Di sana, dia pun dikabarkan mendirikan usaha, namun media juga gak pernah memberitakan soal aktivitas Hashim di sana.

5. Menyelamatkan usaha Prabowo

menteri pertahanan prabowo subianto
 

Setelah sembilan tahun menetap di Inggris, Hashim Djojohadikusumo pun pulang ke Tanah Air. Hashim pernah menyelamatkan usaha milik Prabowo, PT Kiani Kertas yang dulu merupakan milik Bob Hasan. Jadi ceritanya, pada tahun 2002, Prabowo membeli Kiani dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Dananya berasal dari kredit Bank Mandiri sebesar US$ 230 juta. Namun, dalam perjalanannya, Kiani mengalami kesulitan modal kerja.

Sempat hendak dibeli beberapa perusahaan, namun semua berakhir tanpa kata sepakat. Mandiri sempat nyaris melayangkan somasi, untuk meminta Kiani Kertas mencari investor. Namun somasi dibatalkan setelah Prabowo mulai mencicil utang perusahaan ke Mandiri.

Tidak diketahui total nominal yang dikucurkan Hashim untuk Kiani. Namun, salah satu yang tercatat adalah setoran dana sekitar dana sekitar US$ 50 juta pada tahun 2007 dari Hashim guna merestrukturisasi utang Kiani.

Alhasil, Kiani Kertas resmi berada di bawah pimpinan Hashim. Hashim sendiri juga memperluas usahanya dengan membeli lahan hutan seluas 97 hektar di Aceh.

6. Arsari Group

Sejatinya, perusahaan inilah yang kerap disebut sebagai kendaraan Hashim Djojohadikusumo menduduki posisi ke-51 orang terkaya di RI. Tapi sayangnya, informasi soal perusahaan ini juga terbilang minim.

Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan, pertambangan, hingga perdagangan. Sesuai dengan namanya, yaitu “group”, menandakan bahwa perusahaan ini adalah perusahaan induk.

Sampai sekarang, tidak ada informasi yang jelas seputar kapan Arsari Group didirikan. Situs Arsari saja kelihatan kayak situs yang belum jadi. Cuma ada logo perusahaan itu saja.

Itulah kisah karier dan bisnis Hashim Djojohadikusumo yang kini menjadi salah satu orang terkaya di negara ini.

Hashim memang beruntung karena dirinya lahir dari keluarga mapan. Ya wajar saja, bapaknya dulu adalah menteri.

Namun sebagai pengusaha, tentunya Hashim juga merupakan pekerja keras. Konon kabarnya dia pun belajar Bahasa Mandarin agar bisnisnya makin moncer. 

Demikian kisah sukses Hashim Djojohadikusumo. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang ingin merintis bisnis juga ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →