Hey Pencari Kerja, IQ Bukan Segalanya Lho. Ini Keuntungan Memiliki EQ yang Baik dalam Karier

memiliki EQ yang baik

EQ alias emotional intelligence atau kecerdasan emosional saat ini terlihat lebih diperhitungkan dalam karier. Zamannya intelligent quotient (IQ) alias kecerdasan intelektual sudah berlalu.

Apa itu EQ dan apa sajakah keuntungan memiliki EQ yang baik dalam karier?

EQ dan IQ sama-sama standar kecerdasan yang bisa dihitung. Bedanya, EQ adalah ukuran kecerdasan emosional, sedangkan IQ adalah kecerdasan intelektual.

EQ berbeda dengan EI alias emotional intelligence, tapi gak beda jauh. EQ itu berupa ukuran atau hasil tes yang dilakukan atas EI.

Misalnya dalam tes ada pertanyaan soal sikap kita ketika tahu ada rekan kerja yang lagi kesusahan. Pilihan jawabannya: (A) berusaha membantu; (B) membantu hanya bila diminta; (C) acuh tak acuh. Nah, dari jawaban yang kita pilih itu bisa diukur berapa EQ kita.

memiliki EQ yang baik
Kalau gampang marah, berarti kurang baik nih EQnya (marah/we know your dreams)

Ketika EQ kita baik, besar peluangnya perjalanan karier pun baik. Sebab, urusan kecerdasan emosional ini penting dalam kehidupan sosial.

Seseorang yang tingkat kecerdasan intelektualnya hanya rata-rata pun bisa jadi bos bila mampu memanfaatkan kecerdasan emosional. Berikut ini keuntungan memiliki EQ yang baik dalam karier:

1. Bisa menjadi pemimpin yang lebih efektif

Kecerdasan emosional yang baik akan mempermudah kita membangun relasi yang baik dengan orang lain, termasuk bawahan. Kita akan menjadi pemimpin yang disukai lantaran mampu berkomunikasi dengan efektif dan persuasif.

Artinya, kebijakan dan strategi bisnis yang diambil bakal lebih diapresiasi dan diupayakan berhasil secara bersama-sama. Beda jika kita bukanlah pemimpin favorit. Antipati pasti menjalar meski kebijakan yang kita ambil sebetulnya demi kemajuan bersama.

2. Pintar baca situasi

Kecermatan menempatkan diri dalam berbagai situasi bakal menuntun karier ke arah lebih baik. Orang dengan EQ yang baik gak bakal membuat duka rekan kerja menjadi bahan candaan.

memiliki EQ yang baik
Gak semuanya yang IQnya bagus pasti sukses. EQ bagus juga bisa sukses lho (sukses/talmundo)

Sebaliknya, ketika lagi ada yang bersenang hati, pasti ikut terlibat memberi selamat untuk memberi tanda bahwa kita peduli. Sikap seperti ini bagus buat karier karena kolega akan merasa nyaman bekerja bareng kita.

3. Pintar bernegosiasi

Berhubungan dengan poin nomor 2, negosiasi gak bisa dilakukan dengan lancar bila susah baca situasi. Negosiasi dengan klien, misalnya, harus tahu apa yang dibicarakan dan kapan membicarakannya.

Contohnya klien telat datang ke meeting karena urusan pekerjaan yang belum selesai. Ya sudah, dimaklumi saja karena pekerjaan klien juga penting. Gak perlu langsung bad mood. Bisa-bisa negosiasi malah mandek dan kita pun kehilangan klien.

4. Lebih tahan banting

Persaingan di dunia kerja bisa aduhai kerasnya. Sesama rekan kerja bisa saling sikut tak kenal ampun. Tapi, kalau punya EQ yang baik, segala serangan gak bakal mempan.

Seseorang yang cerdas secara emosional gak gampang tersinggung atau baperan kalau dikritik. Sebaliknya, hal-hal tersebut akan dicerna sebelum direspons. Bila memang tujuannya baik, akan dijadikan bahan perbaikan diri. Bila tidak, akan dimasukkan tong sampah.

memiliki EQ yang baik
Bukan maksudnya tahan dibanting kayak pegulat. Maksudnya lebih tahan terhadap kritik dan gak cepet baper kalau dimarahin boss (gulat/united world wrestling)

Setiap orang punya EQ yang berlainan. Untuk mengetahui berapa EQ kita, perlu dilakukan tes. Umumnya, tes seperti ini digelar di fakultas psikologi kampus-kampus. Bisa juga dilakukan oleh psikolog.

Namun saat ini banyak situs atau aplikasi online yang mengklaim bisa menyediakan tes EQ. Gak ada salahnya mencoba menjawab tes di situs-situs tersebut. Tapi, kalau mau hasil yang lebih akurat, bisa hubungi psikolog atau kampus dengan fakultas psikologi terdekat.

Siapa tahu EQ kita belum baik, sehingga perlu ditingkatkan demi karier yang lebih cemerlang. Idealnya, EQ dan IQ sama-sama tinggi untuk keseimbangan. Jadi, jangan lupa tes IQ juga agar tahu berapa nilainya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bikin Karier Makin Cemerlang dengan Install 6 Aplikasi Kerja Ini di Smartphone-mu]

[Baca: 6 Hal Sepele Tapi Justru Bisa Bikin Karier Hancur]

[Baca: Karir Itu Pencapaian Diri, Bukan Tentang Siapa yang Paling Tinggi]

[Baca: Ini Nih 6 Soft Skill yang Wajib Dimiliki Seorang Bos. Kamu Sudah Punya Belum?]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →