Hitungan Pesangon di Indonesia dan Negara-Negara ASEAN

hitungan pesangon

Pesangon kabarnya mau dihapus, emangnya seperti apa sih hitungan pesangon di Indonesia? Kabar mengenai dihilangkannya pesangon bagi para tenaga kerja di Indonesia beberapa waktu belakangan ini mencuat seiring penyelesaian RUU Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law).

Draf Klaster Ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Lapangan Kerja menjadi sorotan serikat pekerja. Ada beberapa poin yang dianggap mengurangi kesejahteraan pekerja di Indonesia, yaitu penghilangan upah minimum, pesangon, dan fleksibilitas pasar kerja.

Terkait dengan pesangon, pemerintah isunya mengusulkan wacana mengganti istilah pesangon dengan tunjangan pemutusan hubungan kerja dengan besaran enam bulan upah. Padahal, besar pesangon bisa mencapai sembilan bulan upah dan masih ada tambahan-tambahan lainnya sesuai aturan yang berlaku.

Benarkah pesangon mau dihilangkan? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberadaan RUU Cipta Lapangan Kerja ini memasukkan manfaat baru yang bakal diterima pekerja, yaitu jaminan baru dari BPJS Ketenagakerjaan. Adanya penambahan ini bukan buat mengganti pesangon.

Terlepas dari RUU Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law) yang masih diperdebatkan, gak ada salahnya mencari tahu hitungan pesangon di Indonesia. Terus gimana hitungan pesangon di negara-negara Asia Tenggara (Asean)? Ikuti ulasannya berikut ini:

Seperti ini hitungan pesangon di Indonesia dan negara-negara ASEAN

karyawan menerima uang dari HRD
Seperti ini hitungan pesangon di Indonesia dan negara-negara ASEAN (Shutterstock)

Indonesia menerbitkan aturan mengenai pesangon yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. UU tersebut menjelaskan hitungan pesangon di Indonesia.

Seperti apa hitungan pesangon tersebut? Berikut ini cara menghitung besaran pesangon di Indonesia seperti yang termuat pada Pasal 156:

  • Masa kerja < 1 tahun: 1 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 1 tahun: 2 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 2 tahun: 3 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 3 tahun: 4 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 4 tahun: 5 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 5 tahun: 6 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 6 tahun: 7 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 7 tahun: 8 bulan upah
  • Masa kerja ≥ 8 tahun: 9 bulan upah

Gimana dengan aturan hitungan pesangon di beberapa negara Asia Tenggara? Apakah sama seperti di Indonesia atau justru berbeda? 

Cek yuk informasinya yang bersumber dari International Labour Organization (ILO) dalam tabel di bawah ini:

Negara Asia Tenggara Hitungan pesangon
Kamboja Masa kerja ≥ 6 bulan: 7 hari upah Masa kerja ≥ 9 bulan: 7 hari upah Masa kerja ≥ 1 tahun: 15 hari upah Masa kerja ≥ 2 tahun: 30 hari upah Masa kerja ≥ 4 tahun: 60 hari upah Masa kerja ≥ 5 tahun: 75 hari upah Masa kerja ≥ 10 tahun: 150 hari upah Masa kerja ≥ 20 tahun: 6 bulan upah
Malaysia Masa kerja ≥ 6 bulan: 0 hari upah Masa kerja ≥ 9 bulan: 0 hari upah Masa kerja ≥ 1 tahun: 10 hari upah Masa kerja ≥ 2 tahun: 30 hari upah Masa kerja ≥ 4 tahun: 60 hari upah Masa kerja ≥ 5 tahun: 100 hari upah Masa kerja ≥ 10 tahun: 200 hari upah Masa kerja ≥ 20 tahun: 400 hari upah
Filipina Masa kerja ≥ 6 bulan: 1 bulan upah Masa kerja ≥ 9 bulan: 1 bulan upah Masa kerja ≥ 1 tahun: 1 bulan upah Masa kerja ≥ 2 tahun: 1 bulan upah Masa kerja ≥ 4 tahun: 2 bulan upah Masa kerja ≥ 5 tahun: 2,5 bulan upah Masa kerja ≥ 10 tahun: 5 bulan upah Masa kerja ≥ 20 tahun: 10 bulan upah
Singapura Gak ada ketentuan pembayaran pesangon dalam UU Ketenagakerjaan. 
Thailand Masa kerja ≥ 6 bulan: 30 hari upah Masa kerja ≥ 9 bulan: 30 hari upah Masa kerja ≥ 1 tahun: 90 hari upah Masa kerja ≥ 2 tahun: 90 hari upah Masa kerja ≥ 4 tahun: 180 hari upah Masa kerja ≥ 10 tahun: 300 hari upah Masa kerja ≥ 20 tahun: 400 hari upah
Vietnam Masa kerja ≥ 6 bulan: 0 bulan upah Masa kerja ≥ 9 bulan: 0 bulan upah Masa kerja ≥ 1 tahun: 0,5 bulan upah Masa kerja ≥ 2 tahun: 1 bulan upah Masa kerja ≥ 4 tahun: 2 bulan upah Masa kerja ≥ 5 tahun: 2,5 bulan upah Masa kerja ≥ 10 tahun: 5 bulan upah Masa kerja ≥ 20 tahun: 10 bulan upah

Itulah informasi seputar hitungan pesangon di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara. Semoga informasi di atas bisa membantu buat kamu yang berniat bekerja di beberapa negara ASEAN.

Satu hal yang perlu diingat, ketentuan yang terdaftar di atas bisa saja sewaktu-waktu berubah, tergantung kebijakan Pemerintah di negara bersangkutan. Jadi, jangan pantau terus ya perkembangannya dan jangan sampai terlewat! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →