5 Proyek Infrastruktur Indonesia Ini Dibangun Tanpa Utang Lho!

infrastruktur indonesia

Membangun infrastruktur Indonesia kini bisa dilakukan meski tanpa berhutang. Sudah banyak buktinya proyek yang tengah atau bahkan sudah rampung dikerjakan bisa dilakukan tanpa berutang maupun tanpa menggunakan anggaran negara. 

Seperti yang diketahui, ambisi Pemerintahan Joko Widodo dalam membangun infrastruktur memang patut diacungi jempol. Mulai dari jalan tol, bandara, kawasan wisata, pelabuhan, pembangkit listrik semua dikebut dalam lima tahun belakangan. 

Meski demikian, anggaran negara sangatlah terbatas, gak mungkin dong kalau semuanya dialokasikan untuk proyek infrastruktur. Salah satu caranya untuk bisa menutupinya adalah dengan mengandalkan utang luar negeri. 

Tapi, ada cara lain yang dilakukan pemerintah agar bisa tetap melakukan pembangunan tanpa berutang dan membebani anggaran negara. Salah satunya adalah dengan memberdayakan BUMN. 

BUMN di Indonesia diminta untuk berperan aktif untuk ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur, termasuk soal pembiayaannya. Skema tersebut namanya Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang sudah ada sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Selain itu, ada juga skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) yang diluncurkan oleh Bappenas. Skema ini juga melibatkan BUMN maupun swasta demi mengelola modal jangka panjang, dan mengurangi ketergantungan dari APBN. 

Nah berikut ini lima contoh dari puluhan proyek infrastruktur Indonesia yang dibangun tanpa membebani anggaran negara maupun menggunakan utang luar negeri. 

Baca juga: Menteri PUPR Pemimpin Proyek Infrastruktur yang Menggusur Rumahnya Sendiri

1. Bandara Kulon Progo/New Yogyakarta International Airport

infrastruktur indonesia
Bandara Kulon Progo. (Shutterstock)

Bandara anyar yang terletak di Kulon Progo DI Yogyakarta ini mulai dibangun pada Oktober 2018. Bandara ini menjadi salah satu bandara dengan pembangunan tercepat, karena di bulan April 2019 seluruh fisik bandara sudah selesai dan siap dioperasikan. Coba bandingkan dengan Bandara Kertajati, Jawa Barat yang mulai groundbreaking Januari 2016 dan baru rampung di tahun 2018. 

Infrastruktur Indonesia di bidang transportasi udara ini ternyata dibangun tanpa utang negara lho, kok bisa? Karena pembangunannya mengandalkan dana-dana dari korporasi BUMN. Bandara ini dibangun dari uang Angkasa Pura I dan PT PP dengan total pembangunan konstruksi yang mencapai Rp 6,7 triliun. 

Baca juga: Soal Infrastruktur, 4 Negara ASEAN Ini Jauh Tinggalkan Indonesia

2. Waskita Toll Road Trans Jawa dan Non Trans Jawa 

infrastruktur indonesia
Ruas tol Batang. (Shutterstock)

Waskita karya turut andil dalam pembangunan infrastruktur Indonesia, salah satunya melalui proyek jalan tol. Sebanyak 18 ruas tol yang mereka buat tidak membebani uang APBN, ada sebagian ruas yang termasuk dalam rangkaian tol Trans Jawa dan ada yang termasuk rangkaian tol Non Trans Jawa. Dua di antaranya adalah ruas tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang. 

Semuanya dibangun tanpa ada campur tangan dari anggaran negara, alias modal sendiri, dengan total mencapai Rp 135 triliun. 

Baca juga: Jadi Tuan Rumah MotoGP, Ini 5 Spot Wisata Pantai Gratis di Lombok

3. Proyek Pengembangan Area Terintegrasi Pulau Flores 

infrastruktur indonesia
Proyek terintegrasi pengembangan Flores. (Shutterstock)

Proyek infrastruktur Indonesia dalam hal pariwisata tengah dikembangkan di Flores. Mengingat Flores merupakan kawasan wisata favorit turis baik domestik maupun mancanegara, maka pemerintah pun dengan serius mengembangkan potensi yang ada di sana. 

Proyek ambisius ini akan membuat kawasan terpadu di sekitaran Labuan Bajo, seperti pelabuhan marina dan hotel-hotel. Tujuannya tentu saja untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan khususnya yang berduit, agar penerimaan terhadap negara juga bertambah. 

Pengerjaannya sendiri dipercayakan ke perusahaan properti real estate, Flores Prosperindo Ltd, yang ahli di bidang pembangunan properti ramah lingkungan. Dana proyek mencapai Rp 13,5 triliunan dan bukan dari uang anggaran pemerintah. 

4. Proyek Pesawat R80 

infrastruktur indonesia
Proyek pesawat R80. (Instagram/@pesawatr80)

Dikutip dari detikcom, proyek Pesawat R80 juga masuk ke dalam list progres infrastruktur yang menggunakan skema PINA. Selain itu proyek ini juga masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional yang gunanya untuk memperlancar perizinan dan juga pengerjaannya. 

Meski proyek nasional, pembuatan Pesawat R80 sama sekali gak membebankan pada utang negara. Proyek ini dikerjakan langsung oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) perusahaan bentukan Presiden RI ke-3, BJ Habibie. 

Proyek ini membutuhkan dana sampai Rp 20 triliunan. Tapi, semua beban pendanaan dibebankan oleh PT RAI tanpa menggunakan anggaran negara. Saat ini tahapan pengumpulan dana masih terus dilakukan, PT RAI sendiri terus berupaya mencari investor dan calon pembeli. Kalau dikutip dari laman resmi PT RAI, sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang berpotensi untuk memesan pesawat buatan mereka, seperti NAM Air, Trigana Air, Kalstar, dan Aviastar. 

5. Simpang Susun Semanggi 

infrastruktur indonesia
Simpang Susun Semanggi. (Shutterstock)

Infrastruktur Indonesia yang dibangun tanpa utang berikutnya adalah Simpang Susun Semanggi di Jakarta. Proyek ini dibangun demi mengurangi kemacetan di persimpangan Semanggi, dengan menambah jalan layang yang berbentuk melingkar. Diprakarsai pada tahun 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama, simpang susun ini rampung pada tahun 2017. 

Pembangunannya memakan biaya Rp 345 miliaran, dan tidak membebani anggaran belanja daerah maupun negara. Pembiayaannya menggunakan dana swasta melalui pajak kelebihan koefisiensi luas bangunan dari PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang Mori Building Company yang bergerak di bidang properti real estate dan gedung perkantoran. 

Itulah lima contoh proyek infrastruktur Indonesia yang pembangunannya gak menggunakan anggaran negara alias gak nambah utang negara. Tapi, skema seperti ini menimbulkan banyak polemik di kalangan masyarakat, karena walaupun negara secara langsung gak ngutang, tapi BUMN yang mengerjakannya terpaksa harus mengutang untuk menutupi biaya pembangunan. 

Lama-kelamaan, utang BUMN bakal semakin membengkak karena menanggung beban proyek infrastruktur Indonesia. Kalau begitu caranya kan gak sehat juga untuk perusahaan berplat merah. Oleh sebabnya sesegera mungkin pemerintah maupun BUMN untuk berpikir keras bagaimana mengatasi beban utang yang terus menumpuk demi keberlangsungan operasional BUMN itu sendiri. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →