Buka-Bukaan, Ini Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Kata Bank Indonesia

Bank Indonesia (Shutterstock)

Bank Indonesia (Shutterstock)

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2020 akan tumbuh tipis yakni di kisaran 5,1 samai 5,5 persen. Proyeksi pertumbuhan ini naik dari perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 ini sebesar 5,0 sampai 5,4 persen.

Adapun pendorong utama laju pertumbuhan ekonomi nasional masih pada sektor konsumsi rumah tangga. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengungkapkan, prosepek pertumbuhan ekonomi pada tahun depan akan berjalan positif.

Terlebih Bank Indonesia telah melakukan penurunan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. “Prospek pertumbuhan tahun 2020 sangat baik sekali. Kita sudah melakukan penurunan suku bunga sebanyak dua kali. Itu sebagai langkah pre-emptive action (tindakan pencegahan) untuk antisipasi momentum pertumbuhan yang ada,” ujar Destry saat acara UOB Economic Outlook 2020 di Jakarta.

Pihaknya berharap dengan kebijakan menurunkan suku bunga akan mendorong keseimbangan ekonomi di dalam negeri ditengah gejolak ekonomi global. Penurunan suku bunga juga diharapkan akan berimbas pada penurunan suku bunga kredit perbankan sehingga sektor korporasi bisa tumbuh positif dan berdampak pada konsumsi dalam negeri.

“Kita ingin capai keseimbangan domestik. Imbal hasil aset-aset Indonesia jauh lebih menarik dari tetangga-tetangga kita, karena imbal hasil menarik dengan stabilitas terjaga,” tambahnya.

Destry menambahkan, perekonomian nasional saat ini masih sangat didominasi oleh konsumsi masyarakat, dengan ini bank sentral terus berupaya mengeluarkan berbagai kebijakan yang dapat mendorong transaksi. Kan tetapi BI juga meyakini selain mendorong laju konsumsi masyarakat, peningkatan investasi juga diperlukan.

“Struktur ekonomi kita masih didominasi oleh konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, kita juga masih mendorong transaksi dan konsumsi tersebut. Kita gak bisa fokus demand side dari sisi konsumsi itu, tapi juga dari supply side, yaitu sisi investasi. Dan itu terus terang sudah di luar ranah BI,” paparnya.

Milenial Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Direktur Utama Bank UOB, Kevin Lam, mengatakan, kedepan generasi milenial akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab dalam 10 tahun mendatang, generasi produktif ini akan mendominasi jumlah populasi penduduk di Indonesia. Dipreiksi pada tahun 2030 mendatang sebesar 44 persen populasi penduduk Indonesia atau sebanyak 89 juta jiwa akan diisi oleh kelompok usia produktif.

Selain memiliki usia produktif, generasi milenial juga merupakan generasi yang paling loyal terhadap konsumsi. Pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia dibawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persendari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

“Generasi ini lahir dengan  karakteristik pendapatan dan daya beli yang tinggi dibanding sebelumnya. Milenial menghabiskan 50 persen dari pendapatan untuk belanja yang sifatnya lifestyle,” ungkap Kevin.

Hal ini jauh berbeda dengan pola konsumsi generasi sebelumnya yang menggunakan 70 persen pendapatannya untuk konsumsi dasar bukan lifestyle. Diprediksi perubahan pola konsumsi yang meningkat akan terus terjadi.

“Perkembangan konsumsi yang baru ini akan mampu mendorong potensi pertumbuhan ekonomi digital untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis