Menginjakkan Kaki di Pulau Bali, Turis Asing Bakal Dikenakan Biaya Lho

Bali salah satu destinasi liburan favorit buat semua orang termasuk turis asing nih. Sekarang ada kebijakan baru lho bagi turis asing yang mau menginjakkan kakinya di Pulau Seribu Pura ini.

Seperti dikutip dari Hipwee.com, Kamis, (17/1/2018), Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan peraturan baru bagi turis asing yang mau liburan di Pulau Bali. Peraturan ini masih dalam penggodokkan sih di jajaran Pemerintahan Provinsi Bali.

Ya, meskipun masih dalam tahap penggodokkan, peraturan ini rasanya bakal memiliki pro dan kontra nih bagi turis asing yang pengin menikmati keindahan Pulau Seribu Pura. Pemerinta Provinsi Bali bakal menetapkan “biaya masuk” bagi turis asing sebesar Rp 140 ribu lho.  

Meskipun gak besar-besar amat nominalnya, tetap aja nih bakal menjadi polemik bagi turis asing ya. Nah, peraturan ini persis sama terjadi di Jepang dengan istilah Sayonara Tax namanya.

Kalau kamu belum tahu, Jepang awal Januari ini udah memberlakukan yang namanya Sayonara Tax. Sayonara Tax itu merupakan pungutan pajak bagi turis asing yang pengin menikmati keindahan negeri Sakura ini. Di Jepang, Sayonara Tax dikenakan biaya sebesar 1000 Yen atau sekitar Rp 132 ribu aja saat turis asing bakal meninggalkan Jepang.

Baca juga: Mewah! Ini Gerai Starbucks Terbesar di Asia Tenggara yang Ada di Bali

Nah, caranya buat si Sayonara Tax ini bakal dimasukkan ke dalam tiket pesawat si turis yang bakal mengunjungi Jepang. Peraturan si Sayonara Tax ini udah berlaku lho di Jepang sejak 7 Januari 2019 lalu. Cara ini bakal digunakan oleh Pemerintah Provinsi Bali?

Ternyata rencana ini udah lama lho dipikirkan dan disusun oleh Pemprov Bali. Nah, kalau udah lama mengapa baru sekarang diucapkan? Kenapa gak dari dulu ya.

“Tidak, kami tidak mencontoh Jepang. Bahkan, kami sebenarnya sudah merencanakan ini sejak tahun 2011. Akan tetapi gagal. Sekarang kita coba lagi, tapi nanti biayanya dikenakan melalui maskapai. Sebenarnya, beberapa negara sudah memberlakukan hal seperti ini dan kita coba lagi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra seperti Hipwee.com mengutip dari detik.com.

Baca juga: Obral! Cuma Rp 2 Juta Turis China Bisa Liburan 5 Hari 4 Malam di Bali

Pemprov Bali sendiri udah memiliki konsep ini sejak lama ternyata dengan tagline “Culture Heritage”. Cuma sayangnya konsep ini kurang berhasil ya. Di tahun 2019, Pemerintahan Provinsi Bali ternyata udah punya skema baru nih soal pungutan biaya masuk bagi turis asing yang pengin liburan dan berjemur di Pulau Dewata.

Turis asing bakal dikenakan biaya masuk Rp 140 ribu per orang saat menginjakkan kaki di Bali

Turis asing bakal dikenakan biaya masuk Rp 140 ribu per orang saat menginjakkan kaki di Bali, (Ilustrasi/Shutterstock).

Peraturan ini hanya berlaku buat turis asing lho. Buat kamu yang tinggal di Indonesia dan pengin backpacker di pulau ini gak bakal dikenakan pungutan biaya apapun, jadi jangan khawatir ya. Nah, asal kamu tahu yah biaya masuk Pulau Seribu Pura bagi turis asing sebesar Rp 140 ribu itu bakal digunakan dan dialokasikan buat pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Pulau Dewata termasuk wisata alam dan budaya.

Kalau dihitung-hitung dalam setahun, Pemprov Bali bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 1 triliun lho dan ini positif banget buat perkembangan pariwisata Pulau Seribu Pura ini. Jadi kalau pengin Bali semakin maju dengan segala sektor pariwisatanya, ya mau gak mau emang mesti ada kebijakan baru bagi kelangsungan banyak orang di Bali.

Pulau Dewata emang udah terkenal banget nih kemahsyurannya di mancanegara. Dengan adanya bujet buat biaya masuk bagi turis asing ini rasanya gak memberatkan sama sekali bagi  mereka orang bule yang liburan di Pulau Dewata ini.

Baca juga: Mewahnya Tempat Pernikahan Crazy Rich Surabayan di The Mulia Resort Bali

Bagi turis mancanegara itu uang sebesar Rp 140 ribu bisa buat sekali makan. Tapi buat turis asing yang backpacker rasanya bakal mikir-mikir banget nih soal biaya tersebut.

Nah, semoga kebijakan ini segera terwujud ya, agar Pulau Seribu Pura semakin maju. Kalau sektor pariwisata Bali semakin maju semoga bisa meningkatkan keadaan ekonomi masyarakat di Bali ya. (Editor: Mahardian Prawira).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →