Halal dan Berkah, Ini 4 Investasi Syariah dengan Bujet Murah

Ilustrasi investasi syariah. (Shutterstock)

Perekonomian syariah kini tengah digembar-gemborkan, termasuk dalam hal ini investasi syariah. Di Indonesia hal ini jelas bukanlah hal yang asing, mengingat kebanyakan masyarakat kita menganut agama Islam. 

Tapi tak bisa dipungkiri juga, kalau popularitasnya masih sangat minim di kalangan para investor pemula maupun yang profesional. Padahal keuntungan yang didapat juga sangat menjanjikan untuk jangka panjang maupun jangka pendek. 

Bayangin saja, sudah menguntungkan, gak bertentangan dengan ajaran agama Islam pula. Selain itu, ada juga yang menawarkan fitur investasi sekaligus beramal.

Buat kamu yang memang tertarik punya investasi syariah, berikut adalah deretan investasi yang bisa kamu mulai dengan modal Rp 1 jutaan atau di bawah itu. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga: Mengenal Saham Syariah di Indonesia: Apa Itu dan Bagaimana Cara Investasinya?

Pengertian investasi syariah

Mungkin di antara kamu masih banyak yang belum tahu, sebenarnya apa sih investasi syariah itu. Untuk mengetahuinya kamu harus tahu dulu pengertian investasi maupun syariah. 

Menurut KBBI, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk mendapatkan keuntungan. Sementara Syariah, merupakan hukum di agama Islam yang berisi peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam sekitar berdasarkan Al Qur’an dan hadis.

Jadi investasi syariah adalah kegiatan mencari untung tapi tidak melanggar peraturan-peraturan agama. Semua tindak tanduk dalam berinvestasi selalu berpedoman dari Al Qur’an. Konsekuensi apabila melanggar, tentu mendapatkan dosa.

Manfaat investasi syariah 

1. Kekayaan semakin meningkat tanpa melanggar aturan agama 

Manfaat dari investasi yang utama tentunya dapat meningkatkan pundi-pundi harta kita. Tapi yang terpenting, penambahan kekayaan itu tidak melanggar aturan agama, karena telah sesuai dengan syariat agama. 

2. Halal 

Pastinya, investasi ini halal, karena keuntungannya tidak mengandung riba. Seperti yang diketahui, riba merupakan dosa besar bagi muslim. 

3. Masa depan semakin cerah

Investasi itu idealnya dipetik di masa yang akan datang dan dalam jangka waktu panjang. Sudah pasti kalau kamu konsisten berinvestasi, masa depanmu bakalan cerah.

Perbedaan investasi syariah dan konvensional

1. Tujuan investasi 

Investasi syariah tujuannya tidak hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga lebih ke tujuan sosial, karena keuntungannya juga sebagian digunakan untuk sedekah.

Sementara investasi konvensional hanya untuk mencari keuntungan dan pertumbuhan ekonomi. 

2. Syariah pakai akad 

Investasi syariah menggunakan akad, seperti kerja sama, sewa menyewa, dan akad bagi hasil. Sementara investasi konvensional lebih simpel gak pakai akad-akadan. 

3. Produk yang dijual di syariah lebih sedikit 

Berdasarkan produknya, syariah lebih sedikit bila dibandingkan konvensional. Yang sesuai dengan syariat cuma saham, obligasi, reksa dana, sukuk dan emas . Sedangkan yang konvensional ada saham, obligasi, reksa dana, deposito, right, warrant, emas, sukuk, dan lain-lain.

1. Reksa dana syariah

investasi syariah
Ilustrasi reksa dana syariah. (Shutterstock)

Reksa dana berlabel syariah ini jumlahnya sudah banyak dan jenisnya pun bervariasi, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Komplit kan, semuanya ada dan tinggal dipilih sesuai risiko dan bujet.

Fitur utama yang ada di reksa dana syariah tapi gak ada di reksa dana konvensional adalah fitur cleansing, atau proses pembersihan reksa dana dari “pendapatan” yang gak sesuai dengan prinsip syariah. Nantinya pendapatan itu bakal dimanfaatkan buat tujuan amal.

Apa aja pendapatan yang dimaksud? Pertama adalah dana yang mengendap di bank kustodian, yang diakibatkan karena manajer investasi terlambat menginvestasikan dana tersebut.

Asal kamu tahu, belum ada bank kustodian reksa dana yang berasal dari bank syariah. Dana yang mengendap tentunya bakal dapat bunga dari bank, sementara itu bank syariah kan gak mengenal prinsip “bunga” kan? Itulah sebabnya mengapa mekanisme cleansing ini diberlakukan.

Baca juga: Investasi Syariah, Ini 5 Pilihan Produknya yang Disetujui MUI

2. Saham syariah

investasi syariah
Ilustrasi saham syariah. (Pixabay)

Bukan cuma reksa dana doang yang ada syariahnya, saham pun ada. Investasi syariah yang satu ini diminati banyak orang juga lho.

Sejak 1 Desember 2018, ada 407 saham yang masuk dalam daftar efek Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Wuih banyak juga ya.

Lantas saham seperti apa sih yang dinyatakan sebagai syariah? Tentu saja, saham dari perusahaan yang bisnisnya memang gak melanggar syariat Islam.

Saham bank konvensional, rokok, miras, atau perhotelan jelas gak bisa dimasukkan ke dalam syariah ya.

Harga saham-saham syariah juga gak semuanya mahal. Ada yang cuma Rp 60-an perak per lembar.

Baca juga: Gak Mau Lagi Kredit Mobil yang Ada Ribanya? Pilih Aja Kredit Mobil Ini

3. Sukuk Negara Ritel

investasi syariah
Sukuk Negara Ritel. (Instagram/@djpprkemenkeu)

Pastinya, ini bisa jadi salah satu investasi syariah yang paling aman. Mengapa demikian? Karena ini adalah surat utang negara, udah pasti aman dong karena dijamin negara.

Pemesanan sukuk ini sendiri bisa dilakukan di bank-bank syariah yang ada di Indonesia. Akad yang digunakan untuk pemesanan surat utang ini adalah akad ijarah.

Intinya, cuma warga negara Indonesia saja yang bisa memesan sukuk. Minimum pembeliannya juga ditentukan pemerintah, namun pastinya minimal Rp 1 juta.

Investasi ini dinyatakan aman lantaran negara sendiri yang menjamin. Imbal hasilnya kurang lebih sekitar 7 hingga 8 persenan.

4. Investasi Syariah dalam bentuk Emas

investasi syariah
Emas. (Pixabay)

Nah, emas juga salah satu investasi syariah lho. Beberapa bank syariah bahkan menawarkan produk cicil emas yang bisa kamu coba.

Harga 1 gram emas juga belum mencapai Rp 1 juta bukan? Masih Rp 600 ribuan. Kalau mau lebih murah lagi kamu bisa mencoba metode nabung emas.

Investasi yang satu ini juga sangat minim risiko serta aman untuk jangka panjang.

Itulah empat investasi syariah yang kiranya bisa dimulai dengan bujet Rp 1 jutaan atau di bawah itu. Tunggu apalagi guys, yuk dimulai investasinya sekarang juga. (Editor: Ruben Setiawan)