Usia Masih Muda dan Gaji Gede, Pengin Investasi Tanah? Kenali Dulu Untung Ruginya

Kenali dulu kelebihan dan kekurangan dalam investasi tanah

Di saat usia masih muda dan produktif serta memiliki penghasilan sendiri dengan nilai yang gede, kenapa gak mencoba investasi tanah? Nah tapi sebelum kamu memutuskan untuk melakukan investasi tanah, kenali dulu nih untung dan kerugian instrumen yang satu ini. 

Sebetulnya generasi muda gak perlu bingung nih menginvestasikan uangnya. Banyak pilihan investasi yang bisa kamu pilih sebagai tabungan di masa depan. 

Sebab, umumnya generasi muda akan lebih memikirkan hal yang bersifat konsumtif daripada investasi jangka panjang. Salah satu investasi jangka panjang yang tidak begitu lumrah bagi kalangan milenial adalah investasi tanah. 

Investasi satu ini membutuhkan modal tidak sedikit, apalagi jika lokasi tanah yang diincar adalah lokasi strategis. Namun demikian, gak semestinya generasi milenial anti untuk berinvestasi berupa tanah jika mengetahui lebih dalam terkait untung ruginya membeli tanah.

Yang perlu jadi catatan dalam ranah investasi terdapat kelebihan dan kekurangan dari instrumen investasi tersebut. Akan tetapi balik lagi bagaimana cara untuk mengelola segala risiko dan keuntungan agar bisa memberikan dampak yang positif bagi finansial.

Meski investasi tanah masih awam bagi kalangan milenial, bukan berarti cara ini menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Seperti Dewo Restu (31) karyawan sebuah perbankan swasta di Jakarta telah merasakan investasi tanah yang dilakukannya.

Dewo membeli tanah di daerah Gantiwarno Klaten perbatasan Yogyakarta dan Solo sejak tahun 2014. Tanah yang Dewo beli saat 2014 seharga  Rp 700.000 per meter, dengan luas lahan sebesar 80 meter dengan total investasi yang dikeluarkan Dewo adalah sekitar Rp 56 juta.

“Waktu itu saya beli tanah habis Rp 56 juta, surat lengkap semuanya, dan status tanah aman, saat ini tanah itu di sewa minimarket per tahunnya itu Rp 30 juta, sudah berjalan dari 2015 sewanya,” ungkap Dewo.

Dewo mengatakan, pada tahun 2014 itu tanah yang ia beli menggunakan uang tabungan semasa dirinya bekerja. Pilihan lokasi tanah yang dibeli juga tidak jauh dari kampung halamannya. 

Dengan itu dirinya tertarik membeli tanah itu sebagai investasi jangka panjang. Jika kontrak minimarket tidak diperpanjang, Dewo berniat menggunakan lahan tersebut buat perkebunan buah-buahan, atau kembali membuka sewa lahan.

“Kalau kontrak minimarket gak diperpanjang, saya mau jadiin kebun buah, tapi boleh juga sih di sewa lagi kalau ada yang minat. Tapi untuk dijual belum kepikiran, sebab sekarang harganya sudah tiga kali lipat dari pertama saya beli,” papar Dewo.

Namun demikian, untuk berinvestasi tanah, sebaiknya dipikirkan matang-matang apa saja kelebihan dan kekurangannya. Jangan sampai jika sudah dilakukan akan menyesal di kemudian hari.

Kelebihan investasi tanah

Ini lho kelebihan dalam menginvestasikan uang mu di tanah

Ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi tanah, nantinya bakal ada keuntungan-keuntungan yang didapatkan. Penasaran gak dengan keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan dalam menginvestasikan uangnya dalam bentuk tanah. 

1. Mendapat Capital Gain

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan populasi penduduk sebuah daerah, maka harga tanah juga akan terus meningkat setiap tahun. Capital gain ini bisa didapatkan saat harga  jual tanah jauh lebih tinggi daripada harga saat pertama membelinya.

Kemudian, karena sifatnya yang terbatas, maka harga tanah akan meningkat apalagi berada di lokasi strategis. Lokasi juga bakal menentukan nilai sebuah tanah seperti dekat kantor pemerintahan, sarana ibadah, pusat perkantoran, hingga sarana pendidikan.

2. Bisa menjadi lahan bisnis

Memiliki tanah juga bisa menjadi lahan bisnis, misalnya tanah yang dimiliki bisa dijadikan perkebunan, peternakan, hingga disewakan. Dengan cara seperti ini selain memiliki tanah, maka akan juga mendapatkan tambahan penghasilan dari aktivitas ekonomi yang dilakukan pada tanah tersebut.

Seperti Dewo, tanah yang dimilikinya menjadi peluang untuk tambahan penghasilan setiap tahun, karena tanahnya disewakan buat minimarket. Namun hal yang harus diperhatikan untuk menjadikan tanah sebagai lahan bisnis adalah faktor penunjang seperti akses jalan, infrastruktur seperti air bersih, hingga lokasi yang strategis.

3. Gak butuh biaya perawatan

Keuntungan lain investasi tanah adalah tidak butuh biaya perawatan, sebab tanah tidak akan mengalami kerusakan atau penyusutan, kecuali terjadi bencana alam yang membuat lahan tersebut jadi rusak. Akan tetapi hal yang perlu diperhatikan yakni pengecekan rutin berupa patok batas tanah yang dimiliki, sebab jika tidak dilakukan pengecekan bukan tidak mungkin patok pembatas itu akan berpindah atau bergeser akibat ulah orang tidak bertanggung jawab.

Kelemahan investasi berupa tanah

Ini lho kelemahan dalam menginvestasikan uang mu dalam bentuk tanah

Untuk kelemahannya pun investasi ini juga ada lho. Kamu mesti memperhatikan nih dengan baik-baik agar saat memutuskan untuk berinvestasi berupa tanah. Yuk ketahui, apa saja sih kelemahan dari instrumen investasi ini.

1. Butuh modal besar

Salah satu kelemahan investasi tanah adalah membutuhkan modal yang besar, sebab dalam investasi ini tidak bisa menggunakan skema cicilan. Apalagi jika membeli tanah yang bagus di daerah strategis. 

Biaya yang diperlukan untuk mendapatkannya jauh lebih tinggi daripada membeli tanah di  daerah pedesaan. Hal ini yang membuat tidak semua orang mampu berinvestasi tanah.

2. Bisa jadi aset tidak produktif

Kelemahan lain dalam berinvestasi tanah adalah berpotensi menjadi aset yang tidak produktif. Bayangkan saja jika tanah yang dibeli terus kosong dalam waktu lama, sudah pasti pemilik tidak akan mendapatkan pemasukan apa-apa, selain tanah itu sendiri.

Gak cuma itu, jika memiliki tanah yang tidak produktif dan tidak diawasi. Maka ada kemungkinan  akan ada pihak yang menggunakannya tanpa sepengetahuan pemilik lahan, hal ini sering terjadi bila lahan cukup lama kosong dan tidak dikontrol secara berkala.

3. Investasi tidak likuid

Dalam berinvestasi, seseorang pasti menginginkan untuk mendapatkan imbal hasil yang melebihi dari jumlah modal yang dikeluarkan. Investasi tanah memang dari tahun ke tahun harganya terus mengalami kenaikan, akan tetapi investasi ini bersifat tidak likuid, artinya cukup sulit mengubah tanah menjadi uang dalam waktu yang singkat.

Selain itu, untuk menjual tanah juga memerlukan waktu dan proses yang cukup lama, dengan demikian aset tanah tidak bisa membantu pemilik dikala membutuhkan uang dalam waktu yang cepat. 

Jadi tepat atau tidak bagi milenial?

Investasi ini apakah masih cocok buat milenial?

Investasi tanah memang masih menjadi instrumen investasi yang awam bagi generasi milenial. Sebab investasi ini memiliki risiko tidak likuid ketika membutuhkan dana cepat, idealnya memang milenial untuk berinvestasi yang lebih likuid seperti emas, saham, maupun reksa dana.

Namun jika pilihan jatuh pada investasi tanah, ada beberapa hal yang harus dipelajari dan diperhatikan dengan baik. Hal ini untuk menjaga investasi yang dilakukan bisa sesuai harapan dan keinginan.

Hal yang harus diperhatikan adalah memilih lokasi yang prospektif, memeriksa peruntukan tanah apakah akan digunakan sebagai hunian atau perumahan. Selain itu kamu juga perlu melakukan perbandingan harga, memastikan legalitasnya, mempelajari kenaikan harga dan tarif sewa.

Nah itu dia plus minus saat kamu memutuskan investasi tanah. Jadi misalkan kamu sudah memiliki tabungan cukup buat berinvestasi gak ada salahnya nih memilih tanah sebagai salah satu instrumennya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →