Jadi Mahasiswa Bukan Berarti Gak Bisa Cari Duit Sendiri. Coba 9 Pekerjaan Sampingan Ini

Jadi mahasiswa

Menjadi mahasiswa bukan berarti mesti menyedot dana dari orangtua. Beberapa di antaranya malah gak menggunakan dana orangtua sama sekali karena alasan tertentu.

Misalnya orangtua gak mampu membiayai kuliah, sehingga sang anak mengandalkan beasiswa. Selain itu, ada yang memutuskan kerja sampingan untuk membantu menutup biaya kuliah.

Kira-kira apa saja ide kerja sampingan buat mahasiswa yang bisa diambil? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Guru les privat

Mahasiswa, terutama yang kuliah di fakultas keguruan, sering jadi guru les privat untuk menambah penghasilan. Ada banyak cara mengiklankan diri, dari via online sampai sebar pamflet.

jadi mahasiswa
Sambil belajar mengajar, siapa tahu kamu bisa jadi dosen di masa depan (guru privat/Les Privat)

Situs startup yang menyediakan forum bagi mahasiwa yang ingin nyambi sebagai guru les privat pun ada. Bebas mau pilih yang mana, asalkan benar menghayati pekerjaan itu. Kita mengajar anak orang lho, gak bisa main-main.

2. Dropshipper online shop

Sebagai dropshipper, kita bisa menjual suatu produk tanpa mesti kulakan. Dengan begitu, tak perlu keluar modal untuk menumpuk stok dan menanggung risiko barang gak laku.

Mekanismenya, kita bekerja sama dengan produsen atau distributor suatu produk. Bila ada yang hendak beli, kita tinggal hubungi si produsen atau distributor. Setelah dana pembelian masuk ke kita, teruskan ke mereka.

Mereka akan mengirim barang ke pembeli. Sementara kita mendapat untung dari selisih harga yang diajukan mereka dengan harga yang kita pasang ke pembeli.

3. Instruktur olahraga

Olahraga gak hanya bisa menjadi hobi, tapi juga ajang cari rezeki. Buat mahasiswa, mungkin bisa menjadi instruktur fitness.

Selain menambah pemasukan, kita bisa sekalian menjaga kesehatan. Mahasiswa jurusan olahraga cocok untuk pilihan ini.

4. Juru foto atau video

Bila hobi fotografi, gak ada salahnya kerja sampingan sebagai juru foto atau video. Tentunya bila kita punya kemampuan fotografi, ya.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Caranya, buka layanan sendiri via media sosial. Mungkin bisa bekerja sama dengan beberapa teman lain agar lebih gampang menjaring proyek. Proyek yang bisa diambil antara lain prewedding hingga wedding.

5. Musikus

Kerja sampingan sebagai musikus bisa menjadi ide cemerlang jika punya punya bakat di bidang musik. Siang kuliah, malam jadi penyanyi di kafe, misalnya.

jadi mahasiswa
Ngeband itu merupakan hobi umum mahasiswa. Daripada punya pemikiran terlalu idealis terhadap musik, mending ngamen di cafe aja duitnya lebih jelas (ngeband di cafe/Trekrmagz)

Atau mungkin hanya menjadi additional player di kelompok musik agar fokus kuliah gak begitu terganggu. Bisa juga menjadi musikus YouTube atau bikin musik sendiri di kamar lalu mengunggahnya ke Internet. Pemasukan didapat dari tiap tayangan video yang diakses netizen.

6. Kontributor media

Media massa punya peliput di lapangan bernama kontributor. Mahasiswa bisa menjadi kontributor karena gak membutuhkan jam kerja penuh.

Honor kita dapatkan ketika berita yang kita kirim dimuat. Selain itu, kita bisa rajin-rajin mengirim artikel opini atau sastra ke media untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah uang kuliah.

7. Jasa desain grafis

Kalau kuliah di bidang desain komunikasi visual, kita bisa kerja sampingan buka jasa desain grafis. Gak perlu muluk-muluk bikin agensi. Cukup sediakan layanan secara individu dulu.

Misalnya dengan mengiklankan jasa via media sosial. Bisa juga bergabung dengan forum online kerja freelance di dalam maupun luar negeri yang khusus soal desain.

8. Translator

Mahasiswa jurusan sastra asing paling sering kerja sampingan sebagai translator. Telusuri situs penyedia lowongan kerja untuk mencari pekerjaan penerjemah freelance.

Bisa juga kita hubungi suatu penerbit dan menawarkan diri menjadi penerjemah buku. Tentunya bila kita sudah punya pengalaman sebagai penerjemah, ya.

9. Ojek atau taksi online

Waktu senggang di antara jam kuliah atau selepas kuliah bisa pula dimanfaatkan dengan menjadi sopir ojek atau taksi online. Penghasilan sebagai pengemudi transportasi online digadang-gadang bisa melebihi karyawan tetap, lho.

jadi mahasiswa
Ngojek pun penghasilannya gede lho (armada ojek online/Asean.Travel)

Kerja sampingan buat mahasiswa bukan selalu berarti menandakan ketidakmampuan finansial. Bisa saja mahasiswa itu ingin mempraktikkan ilmu yang ia dapat di kampus sedini mungkin.

Pengalaman kerja sampingan, terutama yang selaras dengan jurusan yang diambil, bakal mempermudah kita mencari kerja kelak ketika lulus. Bukan rahasia lagi, persaingan pencari kerja makin ketat.

Bila terjun ke medan laga itu tanpa cukup bekal, kemungkinan besar kita bakal terpental. Kerja sampingan bisa menjadi satu jalan untuk memupuk bekal tersebut.

Ide kerja sampingan di atas juga mesti diimbangi dengan kemampuan mengatur kedisiplinan diri. Bagaimanapun, yang menjadi fokus utama adalah kuliah.

Aktivitas kuliah dan kerja mesti berjalan beriringan, bukan saling mengalahkan. Bila memang ingin fokus kerja, mungkin bisa ambil cuti kuliah dulu. Begitu pula sebaliknya.

Kecuali bila memang mendapat kesempatan seperti Mark Zuckerberg atau Steve Jobs. Di tengah kuliah, mereka memutuskan bekerja secara full-time karena merasa peluang terbuka di depan mata. Tapi ingat, gak semua orang bisa menjadi seperti Zuckerberg dan Jobs.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Yakin Siap Kerja Sambil Kuliah? Pikirin Hal-hal Ini Dulu Deh!]

[Baca: Simak Nih 5 Usaha Sampingan Anak Muda yang Bisa Kamu Lirik]

[Baca: Yang Kejar Setoran, Nih 10 Situs Kerja Freelance Lokal dan Mancanegara]

[Baca: Hai Para Freelancer Buang Jauh-jauh 7 Kebiasaan Ini Deh Kalau Mau Sukses]

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

[Baca: 7 Kesalahan dalam Bisnis Online yang Paling Sering Dilakukan]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →