Jangan Minder Kerja di Posisi Entry Level Perusahaan, Ini Sederet Keuntungannya

Lulusan baru mulai bekerja di perusahaan (Shutterstock).

Menjadi lulusan baru atau fresh graduate pasti selalu ingin mendapatkan pekerjaan impian, sebelum mendapatkan pekerjaan pertamanya, lulusan baru pasti memikirkan banyak pertimbangan dalam mencari kerja mulai dari sesuai dengan jurusan kuliahnya, dekat dengan domisili, hingga nominal gaji yang ditawarkan perusahaan.

Akan tetapi, sebagai lulusan baru pasti masih minim pengalaman, belum memiliki kenalan atau networking yang luas, dan pastinya akan ditawarkan pekerjaan pada posisi entry level. Posisi ini memang banyak disediakan oleh perusahaan untuk kandidat calon pegawai sebagai lulusan baru, minim pengalaman tetapi memiliki potensi yang  tinggi.

Bagi pegawai atau karyawan yang memulai dari posisi terbawah atau entry level memang tidak mudah dan banyak tantangan, mulai dari memahami alur kerja, budaya perusahaan, mengenal kerabat kerja, akan tetapi memiliki sederet manfaat yang berdampak pada pengembangan dan jenjang karir kedepan.

Berikut ini adalah sederet keuntungan dan manfaat bila memulai bekerja pada posisi entry level atau menjadi fresh graduate.

1. Pengalaman Kerja

Dua orang karyawan baru sebuah perusahaan (Shutterstock).
Dua orang karyawan baru sebuah perusahaan (Shutterstock).

Dalam dunia karir dan pekerjaan, hal yang sangat penting adalah membangun pengalaman kerja, sebab dengan pengalaman kerja hal yang berkaitan dengan pendidikan, kompetensi, dan juga keahlian juga akan semakin bertambah.

Meski memiliki minim pengalaman, tetapi jika mempunyai semangat, etos kerja, dan tanggung jawab yang tinggi maka perusahaan atau atasan akan memberikan penilaian yang positif. Dengan memulai pekerjaan pertama yang pasti adalah momen yang tepat dalam hal pengalaman kerja, hal ini bisa menjadi nilai tambah pada curriculum vitae (CV) yang bisa akan memberikan daya saing di kemudian hari.

Gak cuma itu, pengalaman kerja juga penting untuk membangun karakter diri untuk menjadi pribadi yang lebih professional, seperti disiplin, menghargai waktu, dan juga mengenal dunia kerja dengan baik.

2. Memahami Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja (Shutterstock).
Lingkungan kerja (Shutterstock).

Saat memiliki pekerjaan tetapi pada posisi entry level, jangan pernah merasa minder, sebab dengan ini bisa belajar tentang dan cara kerja perusahaan dengan baik dan benar yang tidak ada dalam buku. Sebab, dalam aktivitas pekerjaan biasanya mendapatkan pengalaman, dan pelajaran baru baik itu dari atasan kerja, teman kerja, hingga persoalan dalam pekerjaan.

Gak cuma itu, saat menjadi pegawai baru pada posisi entry level, hal yang bisa dipelajari dengan baik adalah tentang delegasi kerja, tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang dijalani, hingga memahami berbagai istilah-istilah yang sebelumnya belum pernah dipahami atau mengerti, dengan ini maka lebih maju dan berkembang dalam karir.

3. Tekanan Kerja Lebih Rendah

Pegawai baru (Shutterstock).
Pegawai baru (Shutterstock).

Jika dibandingkan dengan posisi supervisor ataupun manager, bekerja pada posisi entry level juga memiliki kelebihan dalam hal tekanan kerja lebih rendah, sebab jika dibandingkan dengan yang memiliki pengalaman yang sudah banyak, maka pegawai entry level tekanannya lebih rendah.

Akan tetapi dengan tekanan yang tidak begitu bukan berarti bisa bekerja sesuka hati, dalam tahap ini pegawai perlu banyak belajar segala hal, dan meminimalisir berbagai kesalahan yang terjadi. Namun demikian bukan berarti tidak boleh melakukan kesalahan, hal yang harus dipelajari adalah agar tidak mengulang kesalahan yang terjadi.

Bahkan, Jika bisa bekerja lebih baik dan melampaui ekspektasi manajer, maka akan dapat naik kelas dari posisi entry level dengan lebih cepat.

4. Kesempatan Perluasan Jaringan

Membangun networking (Shutterstock).
Membangun networking (Shutterstock).

Keuntungan lainnya adalah kesempatan untuk memperluas jaringan, jika semasa kuliah jaringan yang dikenal hanya sebatas teman, dosen, hingga kerabat dekat. Sedangkan dalam dunia kerja bisa masuk dalam lingkungan yang lebih profesional baik itu kepada rekan kerja, senior atau atasan, hingga channel dalam pekerjaan.

Hal yang perlu disiapkan dalam memperluas jaringan ini adalah dengan membuat akun media sosial jejaring profesional untuk menjalin koneksi dengan sesama rekan kerja, dengan begitu bisa melihat berbagai perkembangan karir dari setiap orang.

5. Bisa Dapat Peluang Pekerjaan Baru

Memperkuat jaringan (Shutterstock).
Memperkuat jaringan (Shutterstock).

Sebagai lulusan baru, biasnaya perusahaan tidak akan menampilkan syarat atau keahlian khusus dalam informasi lowongan pekerjaan, biasanya hanya sebatas ijazah sarjana dengan segala jurusan dan berbagai dokumen pendukung lainnya.

Dengan itu dapat membuka peluang posisi atau pekerjaan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, hal ini biasanya diputuskan setelah interview bersama user atau atasan dan memutuskan calon pegawai pada posisi tertentu yang menurut atasan lebih tepat berdasarkan hasil pertimbangan perusahaan.

Intinya, bekerja pada posisi entry level merupakan gerbang utama dalam hal pengembangan karir dan citra diri, dengan ini lakukanlah yang terbaik bagi perusahaan dan diri sendiri, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar, mendapatkan pengalaman, menambah keahlian, dan mengukir prestasi sejak dini.

Besaran Gaji Tertinggi untuk Karyawan Entry Level

Tabungan (Shutterstock).
Tabungan (Shutterstock).

Berdasarkan data informasi dari situs penyedia informasi gaji yakni Qerja, terdapat 10 industri dengan gaji tertinggi bagi pegawai entry level. Karyawan entry level juga kebanyakan baru memiliki 1-2 tahun  pengalaman kerja, atau bahkan tanpa pengalaman sama sekali. Maka tidak heran jika para karyawan entry level mendapatkan gaji yang lebih kecil dibandingkan jenjang lain di atasnya. Namun besar kecilnya gaji yang diterima karyawan entry level juga ternyata bergantung kepada di bidang apa ia bekerja. 

 

1. Pertambangan Rp 117.409.140 per tahun
2. Otomotif Rp 114.512.000 per tahun
3. Perbankan Rp 105.508.000 per tahun
4. Minyak dan Gas Rp 102.114.000 per tahun
5. Kimia Rp 100.999.510 per tahun
6. Teknologi Tinggi dan Telekomunikasi Rp 99.047.710 per tahun
7. Consumer Goods Rp 74.657.000 per tahun
8. Farmasi Rp 69.940.190 per tahun
9. Industri Lainnya Rp 68.090.000 per tahun
10. Shopping & Logistic Rp 60.553.000 per tahun
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →