Punya Pabrik 20 Hektare & 11 Ribu Karyawan, Ini 4 Jurus Bisnis Ala Pendiri Wardah

Nurhayati Subakat

Nurhayati Subakat memang sudah gak lagi asing di kalangan pebisnis Indonesia. Perempuan kelahiran Padang, 69 tahun silam ini merupakan founder dari brand skincare yang merajai pasar makeup dan moisturizer di Indonesia, apalagi kalau bukan Wardah.

Belum lama ini Nurhayati menerima penghargaan ASEAN Business Award (ABA) 2019. Belum lagi, ia juga pernah masuk dalam jajaran pebisnis asia yang paling berpengaruh versi Forbes tahun 2018.

Gak heran sih kalau beliau dianugerahi penghargaan tersebut. Perjalanan bisnis Nurhayati memang luar biasa inspiratif hingga akhirnya berhasil nih memiliki perusahaan kosmetik yang digemari banyak perempuan Indonesia. 

Berawal dari cuma dua karyawan yang gak lain asisten rumah tangganya, hingga berhasil punya pabrik begitu secuil kisah sukses beliau. Gak hanya sampai di situ, Nurhayati pun nyaris bangkrut usai pabriknya terbakar di tahun 1990-an.

Namun karena lilitan utang dan nasib karyawannya, ia justru tergerak untuk bangkit dan gak menyerah membangun kerajaan bisnisnya. 

Saat ini PT Paragon Technology and Innovation (Holding Wardah) telah memiliki pabrik seluas 20 hektare di Jatake, Tangerang dan 11 ribu karyawan!

Bicara soal karyawan Nurhayati bilang sendiri bahwa 80 karyawan Wardah adalah anak milenial lho. Padahal secara usia, Nurhayati sudah nyaris kepala tujuh. 

Pekan lalu, Lifepal berkesempatan ngobrol dengan Nurhayati di sela acara Unite for Education (UFE) Sustainability Forum. Nurhayati pun membocorkan beberapa tips bisnis untuk para kaum milenial yang kiranya bisa kamu tiru. Mau tahu apa saja? Yuk simak di bawah sini.

Baca juga: APBN Indonesia Gak Ada Apa-apanya Dibandingkan Nilai Jual Deretan Perusahaan Ini

1.  Nurhayati Subakat mengatakan harus mau dan harus bisa

Nurhayati Subakat
Salah satu produk Wardah yang banyak digemari oleh perempuan Indonesia, (Instagram/@wardahbeauty).

“Bisnis itu intinya sederhana saja, harus mau dan bisa. Mau di sini artinya ya mau belajar serta berjuang, sementara itu ‘bisa’ diartikan sebagai paham akan apa yang kita jual,” ujar Nurhayati Subakat kepada Lifepal. 

Apa yang diucapkan oleh pendiri Wardah ini benar lho. Gak heran kalau dirinya kini sukses menjadi salah satu pengusaha kosmetik di Indonesia. 

Oleh karena itulah, Nurhayati mengingatkan kembali bahwa penting sekali untuk bisa paham produk yang akan kita jual. Selain itu, kita juga harus “mau” dalam berkorban waktu, tenaga, uang, pikiran dan sebagainya.

Baca juga: Ingin Tandingi Unilever di Produk Perawatan Kulit, Wardah Belum Berencana IPO?

2. Jangan mikir instan

Nurhayati Subakat
Salah satu rangkaian series produk Wardah yang begitu populer di pasaran kosmetik Indonesia, (Instagram/@wardahbeauty).

“Jangan pernah berpikir instan. Mulailah dari yang kecil dulu,” lanjut Nurhayati 

Seperti hal dirinya memulai Wardah, Nurhayati Subakat gak lantas memulainya dengan pabrik yang besar. Sebelum jadi raksasa kosmetik di Indonesia, Wardah merupakan usaha rumahan lho. Tapi berhubung pendirinya punya semangat tinggi dalam membesarkan usaha ini, hasilnya kamu bisa lihat sendiri sekarang ini.

Hal yang sama pun terjadi dalam urusan membangun pabrik. Pabrik seluas 20 hektare itu lokasinya terpencar-pencar.

“Ada satu area besar tapi lokasinya terpencar-pencar. Kami beli lahan itu secara bertahap,” lanjutnya.

Baca juga: 5 Rahasia Sukses Bos Wardah, Nurhayati Subakat yang Omzetnya Miliaran

3. Jangan batasi karyawan

Nurhayati Subakat
Seriring perkembangan zaman metode pemasaran, Wardah pun melirik beauty influencer buat berjualan, (Instagram/@wardahbeauty).

Dalam perjalanan usahamu ke depan, karyawan tentunya bakal jadi sumber daya yang paling dibutuhkan. Tanpa mereka, mustahil usahamu bisa jalan berjalan hingga sukses. 

Berhubung karyawan Wardah 80 persen adalah millenial, Nurhayati cukup paham soal bagaimana berinteraksi dengan mereka. Meski gap usianya dan karyawannya cukup jauh, ia mampu berbaur dengan para karyawannya. 

“Ya, saya perlakukan mereka seperti anak saya saja. Mereka (karyawan millenial) memang sangat enerjik dan ingin kebebasan. Ibarat kita tarik ulur saja, kita berikan fleksibilitas tapi mintalah mereka mengeluarkan seluruh potensi yang ada,” papar Nurhayati.

Yang terakhir,  Nurhayati juga mengingatkan kembali bahwa sebagai pemilik usaha, jangan sekali-kali kita membatasi mereka dalam hal inovasi. 

4. Perhatikan branding dan momentum karena sangat menentukan kesuksesan

Nurhayati subakat
Gak heran kalau dirinya banyak digilai perempuan Indonesia, para beauty influencer juga suka, (Instagram/@wardahbeauty).

Sebagai pendiri bisnis, Nurhayati Subakat mengaku bahwa dirinya kurang paham soal pemasaran alias marketing. Oleh karena itu, urusan yang satu ini diserahkan pada anaknya.

Dalam mengelola pemasaran, Wardah pun sempat melakukan beberapa kesalahan sebelumnya lho. Sebut saja di tahun 1995 mereka sempat bekerja sama dengan sebuah pesantren untuk promosi produknya, namun santri-santri mana ada yang pakai kosmetik. 

“Bukan cuma itu, dulu saya juga pernah pasang iklan di Harian Terbit yang waktu itu sama sekali gak terkenal,” ujarnya.

Usai krisis moneter 98 berlangsung, Wardah juga pernah mencoba menerapkan sistem multi level marketing alias MLM hingga tahun 2003. Namun konsep ini akhirnya ditinggalkan.

Alhasil saat sang buah hati bergabung di perusahaan ini, ia melakukan sedikit reformasi di bagian marketing. Begitu pula dengan brand “Wardah” secara total.

Di tahun 2009, saat hijaber booming, Wardah pun bisa dapat cuan dari momentum ini. Setelah itu, Wardah sendiri juga gak pernah absen dalam mensponsori gelaran fashion terbesar di Indonesia, seperti halnya Jakarta Fashion Week dan lainnya. Itulah empat jurus jitu sukses bisnis ala Nurhayati Subakat. Semoga bermanfaat, dan semoga sukses juga ya dalam merintis usaha. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)