Kalau Dapat Tawaran Kerja dari Perusahaan Gak Jelas, Apa yang Harus Dilakukan?

dapat tawaran kerja

Orang yang sedang menunggu panggilan kerjaan sama galaunya dengan mereka yang lagi nunggu telepon pacar. Begitu ponsel berbunyi, langsung disambar.

Buat yang lagi nunggu telepon pacar, langsung kecewa begitu di layar ponsel tertulis nama orang lain. Apalagi nama bapak si pacar. Yang ada malah deg-degan.

Sedangkan buat yang lagi nunggu panggilan kerjaan, justru senang saat lihat nomor telepon asing. “Ini pasti nomor kantor atau HRD-nya,” begitu pikirnya.

Namun kegalauan berlanjut saat tahu bahwa suara di ujung telepon itu mengatakan berasal dari perusahaan XYZ. Padahal dia gak merasa pernah masukin lamaran ke kantor itu.

Pernah punya pengalaman seperti ini? Satu di antara 100 fresh graduate alias lulusan baru mungkin pernah. Entah bagaimana caranya, mereka bisa mendapatkan nomor telepon orang yang lagi butuh kerja.

Dapat tawaran kerja, tentu saja pencari kerja bakal tertarik. Tapi gimana kalau dapatnya tawaran kerja dari perusahaan gak jelas seperti yang disebutkan di atas? Tips berikut ini mungkin bisa dicoba:

1. Tanya Mbah Google

dapat tawaran kerja
Hari gini semua mah tanya mbah Google aja pasti tahu deh hehehe (Google / Chaidir)

Google biasanya jadi patokan sebelum mengiyakan suatu tawaran kerja, apalagi dari perusahaan yang gak jelas. Kita bisa memasukkan nama perusahaan tersebut ke mesin pencari Google untuk melihat situsnya.

Jika gak ada situsnya, aneh karena situs di Internet sangat berguna bagi reputasi perusahaan, juga promosinya. Lihat pula apakah punya akun di media sosial. Kalau punya, lihat aktivitasnya, termasuk komentar-komentar orang.

Biasanya, perusahaan yang gak jelas dan berniat jahat akan jadi sasaran korban mereka di media sosial. Di forum Internet seperti Kaskus pun ada info seputar perusahaan nakal ataupun bereputasi buruk seperti itu.

2. Lihat kantornya

Baik ada maupun gak ada situsnya di Internet, kita mesti coba datangi kantornya sebelum ikut tes di sana. Lihat rupa gedungnya, entah itu di ruko, pencakar langit, atau garasi rumah.

Tanyakan pula ke orang di sekitar lokasi kantor itu mengenai aktivitas di sana. Kalau memang tampak meyakinkan, misalnya rupa kantor rapi, ada plang nama kantor, dan ada aktivitas ramai karyawan, bisa deh datang untuk ikut tes.

3. Tanyakan soal karir

Dalam wawancara, tanyakan job desc secara detail, juga aturan jenjang karir dan kenaikan gaji. HRD-nya mesti mampu menjelaskan hal-hal tersebut secara detail.

dapat tawaran kerja
Tanyakan semua yang harus kamu tahu ke HRD ya (Diskusi Karyawan / Klimg)

Kalau informasi yang diberikan kurang jelas, misalnya HRD bilang “dan lain-lain” soal job desc, mencurigakan. Bisa-bisa tugas yang diberikan gak sesuai dengan yang disepakati di awal.

Tambah mencurigakan kalau kerjaan yang diberikan gak sesuai dengan kualifikasi kita. Misalnya lulusan sastra Inggris ditawari jadi sales obat, atau malah disuruh bayar “biaya administrasi” untuk diterima kerja.

4. Pastikan kewajiban

Dalam hubungan kerja, baik karyawan maupun perusahaan punya hak dan kewajiban. Tanyakan soal kewajiban perusahaan ke karyawan, misalnya soal cuti dan BPJS Ketenagakerjaan-Kesehatan.

Karyawan berhak cuti 12 hari selama setahun dan mendapat faslitas BPJS. Jika gak ada aturan yang jelas soal ini, perusahaan itu makin kelihatan gak jelasnya.

Meski sedang mencari kerja, bukan berarti kita mesti asal terima tawaran kerja. Harus dipastikan dulu perusahaan yang akan kita lamar.

dapat tawaran kerja
Jangan iya-iya saja, semua harus jelas sebelum kamu ambil tawarannya (Karyawan / Commlife)

Bahkan perusahaan yang pasang lowongan di situs-situs penyedia informasi kerja terkenal pun belum pasti punya reputasi bagus. Jangan sampai ambil keputusan dengan terburu-buru, ujung-ujungnya kena tipu.

Buat yang lagi nunggu panggilan, kita bisa isi waktu dengan hal bermanfaat buat karir. Misalnya ambil kursus bahasa asing atau komputer.

Atau mungkin bisa nyambi jadi freelancer. Daripada bengong, mending cari aktivitas yang mendatangkan manfaat. Syukur-syukur manfaat itu berupa dana yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Tahu Kenapa Fresh Graduate Berpotensi Menjadi Karyawan Terbaik?]

[Baca: Masih Ngeyel Tidak Punya BPJS, Apa Risikonya?]

[Baca: 9 Website Pencari Lowongan Kerja Paling Populer di Indonesia]

[Baca: Yang Kejar Setoran, Nih 10 Situs Kerja Freelance Lokal dan Mancanegara]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →