Cuma Butuh Mahar Rp 5 Juta untuk Kawin Kontrak, Ini Fakta Tentangnya

kawin kontrak

Maraknya kawin kontrak dideteksi kerap dilakukan di enam desa di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat kini menghebohkan pemberitaan. Pasalnya, para pelaku hanya mengeluarkan Rp 5 juta hingga Rp 20 juta sudah bisa melakukan kawin kontrak . 

“Di sekitar Desa Tugu Utara, Desa Tugu Selatan, Desa Batulayang, Desa Cibeureum, Desa Cisarua, dan Desa Cipayung,” ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat, seperti dilansir Wartaekonomi jaringan MoneySmart.

Fenomena kawin kontrak bukan peristiwa baru di Indonesia. Ikatan pernikahan ini hanya dilakukan dua insan dalam hitungan waktu, umumnya satu hingga tiga bulan saja.

Kawin kontrak telah menjadi lahan bisnis bagi ‘makcomblang’ atau perantara pencari jodoh yang memanfaatkan kondisi tersebut.

Kisah sukses pelaku kawin kontrak berubah menjadi ladang bisnis bagi segelintir orang mendirikan kantor hingga agen atau biro jodoh.

Sementara itu, bagi keluarga pelaku kawin kontrak yang gagal, banyak mengadu ke kepolisian hingga membuat fenomena kawin kontrak timbul tenggelam.

Fenomena itu masih terjadi meski dengan modus operandi lebih rapi, dan dalam jaringan terbatas.

Sampai hari ini, pria asing yang melakukan kawin kontrak mulai dari keturunan Timur Tengah seperti Arab, Taiwan, Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga Cina.

Lantas, seperti apa sih fenomena kawin kontrak dan membutuhkan dana berapa untuk bisa melakukannya? Yuk, simak di sini:

Hanya butuh mahar Rp 5 juta hingga Rp 20 juta 

kawin kontrak
Hanya butuh mahar Rp 5 hingga Rp 20 juta

Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan, mahar alias tarif kawin kontrak di enam desa tersebut mulai dari Rp5 juta sampai Rp20 juta, dengan rentang waktu kontrak mulai dari satu hingga dua bulan.

Lebih lanjut, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu memastikan, masyarakat Puncak Bogor tidak terlibat dalam perkara kawin kontrak. 

Dia menilai, kawin kontrak mayoritas dilakukan mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur Selatan dengan turis dari Timur Tengah.

Baca juga: Agar Tak Terbuang Percuma, Gini Cara Bijak Menggunakan Uang Amplop Pesta Pernikahan

Akan ditertibkan

kawin kontrak
Akan diterbitkan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat akan menertibkan para penghulu bodong atau penghulu yang namanya tak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Kebijakan hasil kesepakatan Bupati Bogor, Ade Yasin dengan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor ini bertujuan menangani perkara maraknya kawin kontrak yang dianggap mencoreng pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. 

“Kami akan shock therapy amil [penghulu] bodong, calonya juga coba kita tertibkan. Kami tidak ingin Puncak terkenal dengan kawin kontraknya, itu bertentangan dengan Karsa Bogor Berkeadaban,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Kardenal di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Mau Tetap Mapan dan Banyak Duit Usai Menikah? Lakukan 5 Hal Ini

Itulah fenomena kawin kontrak yang umum dilakukan di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, dan kini akan segera ditertibkan. Semoga saja fenomena ini segera bisa ditertibkan ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →