Bukan Peminum Kopi, Kenny G Kaya dari Starbucks! Ini Rahasianya

Kenny G

Masih ingat Kenny G? Atau mungkin orangtuamu merupakan salah satu penggemar Kenny G? 

Pemain saksofon Kenny G merupakan salah satu musisi terbaik sepanjang masa. Salah satu karyanya yang mungkin pernah kamu dengar adalah “Forever in Love” dari album Breathless.

Wajar saja, lagu-lagu ini sering banget diputar di tempat umum. Sebut saja seperti hotel, hingga pusat perbelanjaan. 

Membahas soal kesuksesan, pria bernama asli Kenneth Bruce Gorelick ini merupakan seorang yang gak hanya sukses berkarier di dunia hiburan. Dia pun berhasil kaya raya berkat saham Starbucks lho.

Kabarnya, bukan cuma Starbucks yang dikoleksinya. Melainkan ada beberapa saham di luar sana yang ibaratnya sudah masuk kategori blue chip.

Ingin tahu gimana cerita pria kelahiran 1956 silam ini sukses dengan investasinya? Berikut, ulasannya:

Beli Starbucks saat baru IPO

Kenny G
Beli Starbucks saat baru IPO (Instagram/@kennyg)

Awal mula Kenny G tertarik membeli saham kedai kopi ini adalah saat bertemu Howard Schultz, karyawan yang akhirnya jadi owner Starbucks.

Pertemuan pertama mereka berlangsung pada tahun 1980-an, lebih tepatnya saat Schultz baru saja mengakuisisi Starbucks. Usut punya usut, Kenny G ternyata merupakan keponakan salah satu pendiri kedai kopi terkenal itu.

Alhasil, sebagian uang dari hasil royaltinya dikucurkan untuk membeli saham Starbucks. Lucunya, Kenny sebenarnya gak mengerti apa-apa soal kopi, mengingat dia bukan seorang penyeruput kopi.

Jumlah investasinya di Starbucks juga gak pernah terkuak ke publik. Namun, sekadar diketahui, harga saham Starbucks tahun 1992 atau saat pertama kali melantai di bursa (IPO) hanya US$ 17 per lembar. 

Jika kamu berinvestasi dengan uang US$ 1.000 saat itu, sekarang uangmu mungkin sudah jadi US$ 300 ribuan, mengingat harga per lembarnya sudah US$ 85-an.

Bayangkan saja, royaltinya Kenny saat itu tentu gak sedikit. Dia baru saja naik daun lho!

Baca juga: Destinasi Wisata Warisan Dunia Ini Ada di Indonesia, Pernah Dikunjungi Mark Zuckerberg!

Kenny G penemu Frappuccino

Kenny G
Kenny G penemu Frappuccino (Instagram/@kennyg)

Konon, kabarnya minuman Frappuccino yang ada di Starbucks lahir dari ide dan gagasan Kenny G. Itu diberitakan langsung oleh Majalah Time pada tahun 2015.

Bila ditelusuri dari sejarahnya, Frappucino lahir pada tahun 1995. Lebih tepatnya, saat Kenny bertanya pada Schultz alasannya mengapa di kedai ini gak menjual milkshakes atau jenis minuman lain.

Karena itu, kamu harus berterima kasihlah pada Kenny karena saat ini Frappuccino semakin dikenal masyarakat dan jadi salah satu menu terlaris Starbucks. Apakah kamu menggemari jenis minuman ini ketika nongkrong di kedai kopi paling hits di kalangan anak muda itu? 

Baca juga: Populer di Dunia, Lebih Besar Pendapatan McDonald’s, KFC, atau Starbucks?

Masih simpan saham Starbucks hingga “saat ini”

kenny g
Masih simpan saham Starbucks hingga “saat ini” (Instagram/@kennyg)

Musisi yang sudah berkarier lebih dari 30 tahun dan menjual 75 juta kopi albumnya ini ternyata masih menyimpan saham Starbucks yang dibeli saat belum IPO. Hanya saja, jumlahnya memang gak pernah terbongkar ke publik.

Bicara soal perencanaan keuangan, Kenny G memang cerdas. Bukan karena merupakan seorang sarjana akuntansi, tapi karena dia mau belajar.

Terkait investasi, Kenny pun berani untuk terjun ke investasi berisiko tinggi, asalkan sektornya memang menjanjikan.

Saat itu, dia memang memandang Howard Schultz sebagai seorang yang karismatik dan cerdas, serta cukup ambisius membesarkan bisnisnya. Gak heran kalau Kenny rela mengambil risiko dengan berinvestasi di kedai kopi yang lagi melakukan ekspansi.

Baca juga: Peluang Usaha Kedai Kopi Sederhana dengan Modal Kurang dari Rp 20 Juta

Punya saham Apple dan Microsoft

kenny g
Punya saham Apple dan Microsoft (Instagram/@kennyg)

Selain Starbucks, ternyata dia juga menyimpan saham Apple dan Microsoft. Hebat juga ya portfolio-nya!

Masih ada juga beberapa saham dari perusahaan yang berbasis di Seattle. 

“Cerdaslah dalam investasimu, jangan pernah merasa besar kepala, dan jangan pernah berpikir bahwa kesuksesanmu sekarang akan berlanjut selamanya,” demikian bunyi pernyataannya di CNBC pada tahun 2015.

Itulah sekilas cerita tentang investasi pria berambut keriting ini yang moncer. Intinya, saham IPO memang bisa sangat menguntungkan, asalkan perusahaannya punya fundamental yang baik.

Nah, adakah niatmu memburu saham-saham IPO  di tahun 2020? Atau pilih yang pasti-pasti saja? (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →