Kerja Keras Bagai Kuda? Waspada, Risiko Stres hingga Bunuh Diri Mengintai!

Kerja keras bagai kuda

Kerja keras bagai kuda sering dilakukan masyarakat perkotaan untuk menggapai karier yang lebih baik. Metode kerja keras bagai kuda itu ternyata memiliki risiko yang gak bisa dibayar dengan uang, yaitu kesehatan.

Umumnya, sudah menjadi naluri manusia memiliki pekerjaan layak dan mendapat penghasilan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. 

Guna mewujudkan hal tersebut, ada banyak cara yang bisa ditempuh seseorang. Salah satunya, bekerja terlampau keras.

Teknik bekerja seperti ini emang gak sepenuhnya salah untuk dipraktekan di kantor. Tapi yang harus kamu ketahui apakah cara tersebut efektif dan efisien untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Di Jepang terdapat banyak kasus pegawai kantoran bunuh diri karena stress work-life balance-nya kurang seimbang.

Karena itu, ada baiknya kamu mengetahui risiko kesehatan yang bisa dialami jika menerapkan metode kerja keras bagai kuda berikut. Demikian seperti dilansir dari US News:

1.  Kerja keras bagai kuda timbulkan berbagai penyakit fisik

Kerja keras bagai kuda
Kerja keras bagai kuda timbulkan berbagai penyakit fisik

Metode kerja kayak ini tentunya memakan waktu yang sangat banyak untuk menyelesaikan pekerjaan menumpuk di setiap hari. 

Apalagi, kalau tugas kamu hanya duduk di depan komputer selama berjam-jam, penyakit seperti nyeri pinggang, pegal-pegal, hingga mata sangat rentan untuk terjadi.

Selain bisa mengurangi mobilitas, penyakit tersebut juga bisa mengurangi produktivitas kamu dalam bekerja. Skenario terburuknya adalah, kamu gak bisa datang ke kantor dan terpaksa harus istirahat dirumah.

Pasti kamu gak mau mengalami kejadian seperti ini, kan? Karena itu, akan lebih baik untuk kamu sesekali beristirahat dan berjalan sejenak menghilangkan kejenuhan.

Baca juga: Ini Bedanya Orang yang Kerja Keras dan Kerja Cerdas, Kamu Tipe yang Mana?

2.   Kerja keras bagai kuda juga sebabkan penyakit mental

Kerja keras bagai kuda
Kerja keras bagai kuda sebabkan penyakit mental

Selain dampak negatif dari penyakit fisik, kamu juga berisiko untuk terserang penyakit mental dan psikis yang penanganannya lebih sulit.

Jika cedera fisik bisa disembuhkan dalam waktu beberapa hari atau beberapa pekan saja, penyakit mental sulit untuk bisa diprediksi kesembuhannya. Obat yang diberikan juga berupa terapi yang gak bisa sekali datang.

Upaya dini yang bisa kamu lakukan sebelum mendapat masalah ini adalah pergi hangout dengan teman atau memilih traveling ke destinasi wisata yang lagi hits.

3.   Daya tahan tubuh berkurang

Kerja keras bagai kuda
Daya tahan tubuh berkurang

Risiko ketiga jika kamu terus-terusan kerja keras bagai kuda adalah, daya tahan tubuh yang berkurang. Ini berkaitan dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur.

Umumnya, orang yang bekerja terlampau keras kurang memperhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Belum lagi waktu yang sangat terbatas untuk berolahraga, kombinasi maut tersebut bisa menyebabkan sistem imunitas tubuh semakin rentan.

Alternatif lain yang bisa kamu lakukan jika mengalami hal seperti itu adalah dengan mengonsumsi vitamin C setiap hari dan menggunakan catering yang menyajikan menu makanan ehat setiap harinya. 

Meski menelan biaya yang lebih dari biasanya, upaya ini bisa menangkal bujet pengeluaran yang lebih mahal bila sudah terserang penyakit.

4.  Berisiko menimbulkan penyakit serius

Kerja keras bagai kuda
Berisiko menimbulkan penyakit serius

Di bandingkan hanya mengalami penyakit fisik biasa, kerja keras bagai kuda juga berpotensi menimbulkan penyakit yang lebih serius seperti diabetes, kanker, stroke hingga jantung. Ini gak lepas dari kebiasaan buruk yang dilakukan para karyawan.

Hal buruk seperti ini bisa terjadi karena mengonsumsi makanan berkolesterol hingga kecanduan merokok.

Selain mengeluarkan biaya yang banyak untuk membeli sebungkus rokok, kamu juga bakal dihantui penyakit serius seperti yang sudah disebutkan di atas. Butuh tekad kuat untuk merubah kebiasaan tersebut.

5.  Ongkos biaya berobat yang mahal

Kerja keras bagai kuda
Ongkos biaya berobat yang mahal

Kalau kamu punya uang yang gak habis tujuh turunan mungkin keempat hal di atas bukan hal sulit untuk diatasi.

Masalahnya, kebanyakan kasus di mana orang mengalami kerugian kerja keras bagai kuda itu diderita golongan menengah hingga menengah ke bawah.

Kesulitan baru akan terasa ketika harus datang ke rumah sakit, dan menebus tagihan yang diberikan. Emang sih kantor memberikan asuransi, tapi jumlahnya terbatas dan kemungkinan kamu juga harus nombok menutupi kekurangannya.

Karena itu, mulai sekarang kamu harus mulai menyadari berbagai risiko kesehatan dan keuangan dari kerja terlampau keras.

Itulah lima dampak buruh kerja keras bagai kuda untuk kesehatan dan dompet kamu. Daripada kerja keras, ada baiknya kamu menerapkan pola kerja cerdas yang jauh lebih efektif. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Chaerunnisa)