Kerja Sampingan Ini Bisa Hasilkan Uang Meski Hanya dari Rumah

Kerja sampingan online kian dibutuhkan banyak orang (Shutterstock)

Kehadiran era digital memberikan peluang pekerjaan baru yang lebih luas. Tingginya penetrasi internet dan juga penggunaan produk teknologi terkini memberikan peluang bagi banyak orang tak perlu lagi bekerja ke kantor setiap hari, melainkan hanya kerja dari rumah namun tetap produktif.

Kerja dari rumah saat ini tengah populer, bahkan pemerintah pun tengah menyiapkan aturan dan regulasi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk bekerja dari rumah, sebab bukan hanya menawarkan fleksibilitas lokasi kerja, jam kerja, hingga lebih efisien.

Sebab, selama ini kantor pada umumnya mewajibkan karyawan untuk bekerja selama 8 jam per hari. Akan tetapi banyaknya perusahaan di era digital saat ini tengah berupaya untuk mengembangkan lingkungan kerja dengan  konsep yang lebih fleksibel dengan membebaskan jam masuk karyawan asalkan jumlah jam kerja masih tetap sama, yaitu 8 jam. 

Buat yang tertarik kerja sampingan dari rumah, kini banyak pilihan profesi atau pekerjaan yang bisa dilakukan hanya rari rumah. Nah, apa saja sih kerja sampingan yang bisa dilakukan dari rumah?

1. Asisten Virtual

Asisten Virtual
Asisten Virtual

Maraknya bisnis online saat ini, memungkinkan hadirnya peluang pekerjaan baru sebagai asisten virtual, setelah sebelumnya asisten hanya berupa sekretaris atau asisten direktur, kini terdapat peluang baru untuk menjadi asisten virtual.

Adapun, tugas yang dapat dilakukan sebagai asisten virtual antara lain penulisan, membalas email,  membuat dan mendistribusikan dokumen yang berkaitan dengan bisnis, menanggapi pertanyaan media dan bisnis, menulis dan membuat konten, dan masih banyak lagi.

Bagi yang berminat dan memiliki kapasitas serta kemampuan untuk menjadi asisten virtual ini bisa mendapatkan bayaran per jam, per proyek, hingga menjadi asisten virtual tetap dalam sebuah perusahaan ataupun CEO perusahaan untuk membantu menyelesaikan tugas. 

Sedangkan untuk fee atau bayaran profesi ini sangat tergantung dari pekerjaan yang dilakukan, dari  situs penyedia freelancer bayaran sebagai asisten virtual ini ada yang 11 dollar AS per jam, hingga 866 dollar per jam, jika dikonversi menjadi ata uang rupiah maka penghasilan yang didapat bisa mencapai Rp 143 ribu hingga 11 juta per jam, dengan  asumsi nilai tukar rupiah Rp 13 ribu per dollar AS.

2. Penerjemah

Penerjemah
Penerjemah

Dengan adanya aktivitas ekonomi global, memungkinkan profesi penerjemah bisa menjadi pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bahkan jika memiliki kemampuan bahasa asing atau dwibahasa selain bahasa utama akan menjadi peluang yang menarik.

Jangan sia-siakan peluang untuk menjadi penerjemah, sebab saat ini profesi penerjemah akan semakin dicari tetapi bisa dilakukan dari rumah tanpa harus ke kantor. Profesi ini bisa mendapatkan pekerjaan mulai dari penerjemah dialog dalam film, konten website atau artikel bahasa asing, hingga penerjemah dokumen perusahaan.

Gak cuma itu, penerjemah juga bisa mendapatkan pekerjaan menerjemahkan informasi produk untuk e-commerce.

Bayaran rata-rata untuk Penerjemah adalah Rp6.416.307 per bulan di Indonesia. Perkiraan gaji didasarkan  pada 14 gaji yang dikirimkan secara anonim kepada Indeed oleh karyawan penerjemah, pengguna, dan dikumpulkan dari iklan lowongan di Indeed pada selama 36 bulan terakhir. Sedangkan terendah bayaran penerjemah sebesar Rp1.268.000 dan tertinggi Rp 15.632.000.

3. Animator

Animator
Animator

Kebayang gak sih beberapa tahun lalu ada pekerjaan animator? Dengan semakin populernya konten animasi saat ini menjadikan profesi ini sangat dibutuhkan, mulai dari perusahaan film, agency periklanan, hingga perusahaan media dan televisi membutuhkan profesi ini.

Gak cuma itu, sebagai salah satu profesi yang memungkinkan kerja dari rumah, animator sangat dibutuhkan  mengingat banyak orang memerlukan konten visual untuk berbagai keperluan bahkan untuk promosi produk perusahaan. Bahkan profesi ini juga membuka peluang untuk bergabung perusahaan

Sedangkan untuk fee atau bayaran profesi ini sangat tergantung dari pekerjaan yang dilakukan, bisa saja bayaran yang didapatkan bisa per jam, per bulan, hingga bayaran per proyek yang dikerjakan.

4. Programmer

Programmer
Programmer

Profesi sebagai programmer di era teknologi saat ini menjadi hal yang menguntungkan, sebab banyak sekali perusahaan hingga instansi pemerintahan yang membutuhkan profesi satu ini, selain bisa dikerjakan dari rumah, profesi programmer juga memiliki kelebihan dibandingkan profesi lainnya adalah  mampu melakukan pekerjaan mulai dari rekayasa software hingga menciptakan produk baru yang inovatif. 

Namun demikian, profesi ini membutuhkan keterampilan yang tidak mudah, dan juga memiliki sertifikasi khusus.

Untuk bayaran atau gaji yang bisa didapatkan seorang programmer, dari puluhan perusahaan pada situs Qerja, bahwa gaji rata-rata programmer ada di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 6 juta. Beberapa perusahaan bahkan menawarkan gaji di atas Rp 10 juta.

5. Data Entry

Data entry
Data entry

Selain beberapa pekerjaan diatas, dengan adanya era teknologi ini memungkinkan hadirnya peluang pekerjaan data entry, sebab jika dahulu menyimpan data harus menggunakan fisik kertas dan menyimpan di lemari berkas,saat ini penyimpanan data bisa dilakukan secara komputerisasi dan dengan digital melalui penyimpanan awan atau yang dikenal dengan cloud.

Dengan kerja dari rumah sebagai data entry, hal yang biasanya dikerjakan adalah untuk merekam data  melalui software tertentu sehingga data tersebut berubah ke dalam format digital untuk keperluan dan kebutuhan riset, evaluasi, maupun promosi perusahaan. Sedangkan untuk besaran gaji data entry di Indonesia berkisar antara Rp 4,5-5 juta per bulan.

Kerja Sampingan Online Makin Dibutuhkan

Kerja sampingan online makin banyak dicari (Shutterstock)
Kerja sampingan online makin banyak dicari (Shutterstock)

Sejumlah institusi telah melakukan penelitian tentang hilangnya lapangan kerja manusia sebagai konsekuensi  dari digitalisasi dan otomatisasi, termasuk World Economic Forum. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pun memperkirakan sedikitnya 75 juta pekerjaan akan hilang. Kajian lainnya menyebutkan sekitar 50 juta peluang kerja di Indonesia akan hilang.

Lihat saja, dengan kehadiran teknologi dan era digital saat ini tak terlihat lagi petugas pembayaran pada pintu tol, padahal sebelumnya ribuan orang bekerja sebagai petugas pembayaran pintu tol guna melayani pembayaran tunai.

Kemudian juga dalam sektor perbankan, jika beberapa tahun lalu masih dikerjakan oleh manusia atau petugas bank, kini perlahan mulai tergantikan dengan sistem digital dan komputerisasi online.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2019, mayoritas pekerja di Indonesia berstatus buruh/karyawan/pegawai (39,1 persen), yang diikuti oleh pekerja berusaha sendiri mencapai 19,2 persen, lalu pekerja berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap atau buruh tidak dibayar sebesar 16,2 persen dan pekerja tak dibayar sebesar 13,7 persen, sementara pekerja bebas mencapai 8,2 persen. Sedangkan pekerja yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar hanya 3,6 persen.

Secara umum, pekerja yang berstatus berusaha sendiri memiliki rata-rata pendapatan bersih sebulan yang lebih tinggi daripada pekerja bebas, yaitu Rp 1,9 juta rupiah untuk pekerja berusaha sendiri dan Rp 1,4 juta rupiah untuk pekerja bebas. 

Data menurut provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih pekerja bebas yang tertinggi terdapat di Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar Rp 2,4 juta rupiah. Sementara rata-rata pendapatan bersih untuk pekerja berusaha sendiri yang tertinggi terdapat di Provinsi DKI Jakarta, yaitu sebesar Rp 4,4 juta rupiah. Nah, dengan kondisi tersebut, gak ada salahnya untuk menambah penghasilan dengan kerja sampingan ya! (Editor: Winda Destiana Putri).