6 Gaya Sederhana Menteri Basuki Hadimuljono yang Bisa Ditiru

[TEMPO/STR/Fakhri Hermansyah]

Usia 63 tahun tapi masih sering blusukan, seperti itulah sosok Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Pria yang kerap dijuluki Bapak Infrastruktur ini pun terkenal dengan kesederhanaannya.

Saking sederhananya, Menteri Basuki sering disangka warga biasa ketika berada di tempat umum. Mungkin beberapa orang doang yang ngeh kalau dia itu menteri.

Meski kini jadi seorang pimpinan, Basuki belum meninggalkan style-nya sebagai seorang pekerja lapangan. Mungkin itulah yang membuat pria dengan kekayaan Rp 6,4 miliar pada 2012 lalu, lebih memilih tampil sederhana dari pakaian hingga kebiasaan lainnya.

Bisa dibilang, hampir gak terlihat adanya aksesoris mahal yang menempel di badan pria yang mendapat gelar Master dan Doctor di Amerika Serikat ini. Dia justru kelihatan kayak bapak-bapak pada umumnya.

Kesederhanaan ini tentunya bisa menginspirasi anak-anak buah Basuki, atau bahkan kita sendiri untuk gak neko-neko dalam urusan kerja dan gaya. Intinya, kerja mah gak usah mikirin gaya. Yang penting turun ke lapangan dan beraksi.

Penasaran dengan seperti apa kesederhanaan Basuki Hadimuljono yang sempat tertangkap kamera? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Seruput kopi di pedagang gerobak

Usai melakukan sidak kesiapan fasilitas Asian Games 2018 di GBK pada Mei lalu, pak Basuki Hadimuljono kayaknya agak lelah. Dia gak lantas menuju Starbucks atau restoran terdekat, dia justru mampir ke gerobak pedagang kopi di dalam GBK.

Dan dengan santai, dia pun menyeruput kopi hitam di sana. Padahal kalau dipikir-pikir, kopi di pinggiran kan cuma kopi saset biasa gitu lho. Jelas bukan kopi dari biji berkualitas. Udah gitu boro-boro pakai cangkir, kopi-kopi di sana dijajakan dengan gelas plastik bekas air mineral

Tapi buat pak Basuki, yang penting mah kopi hitam. Mau apapun mereknya, yang penting bisa bikin seger.

2. Sarapan di hotel murah

Di sebuah akun medsos bernama Tomi Lembang, sempat muncul foto Basuki Hadimuljono yang lagi sarapan di hotel. Sejatinya, sarapan di hotel tentu biasa dong buat orang sekaliber menteri.

Yang jadi perhatian tentunya adalah karena sarapannya justru di hotel murah bintang dua di Ambon. Di meja tersebut, Basuki menyantap sup dengan secangkir teh atau kopi.

Foto itu pun langsung viral di media. Sontak, banyak netizen yang memuji menteri yang sering tampil nyentrik ini.

3. Tahun 2014, pakai HP jadul yang cuma bisa SMS

Basuki Hadimoeljono. (Detik)
Basuki Hadimoeljono. (Detik)

Sebagai pejabat, idealnya seorang menteri memang harus memiliki smartphone canggih untuk menunjang kinerja kerjanya. Sebut saja yang keluaran terbaru, gak lemot, dan punya segudang fitur.

Meski demikian, hal itu tampaknya gak berlaku pada Basuki Hadimuljono. Di tahun 2014, media memberitakan bahwa Basuki masih menggunakan ponsel jadul dengan keypad 12 tombol. Kabarnya, ponsel itu juga bukanlah smartphone, melainkan ponsel biasa yang cuma bisa SMS dan telepon.

Ponsel itu ternyata adalah handphone Nokia lawas.

Mungkin saja alasan dia menggunakan HP lawas karena dia cuma butuh alat komunikasi. Apakah sampai sekarang dia masih pakai ponsel tersebut? Ternyata tidak, di tahun berikutnya, Basuki ganti ponsel. Ia pakai smartphone Android Samsung Galaxy S5 yang memang cukup canggih di tahun itu.

4. “Ndeprok” di aspal sambil jadi fotografer dadakan

https://www.instagram.com/p/BnOgLBLhVmm/?tagged=basukihadimuljono

Detik sempat mengunggah foto Basuki yang cukup mengejutkan di Bandung. Dia tertangkap kamera sedang mengenakan baju adat Jawa Barat, sendal, sekaligus menenteng kamera SLR. Rupanya, pak Basuki lagi jadi fotografer dadakan di sana.  

Memang cukup mengejutkan, karena dengan kostum itu, dia rela “ndeprok” (duduk di aspal) guna mendapat hasil foto yang bagus.

Masyarakat sekitar tampaknya juga gak sadar kalau pak Basuki lagi ‘nyamar’. Pasalnya, Basuki juga mengenakan kacamata hitam, jadi terlihat nyaru dengan masyarakat.

5. Sidak pakai motor matic pun jadi

View this post on Instagram

🎤 Mentri jaman now hanya ada di era kabinet Jokowidodo 🙌🇮🇩 Jenderal Jendral lapangannya pakde jkw…komplit prestasinya kinerja & seni ok juga tidak banyak omong 👍 Naik Motor , Menteri Basuki Cek Bendungan Raknamo Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sore ini meninjau langsung kesiapan Bendungan Raknamo di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Basuki tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WITA. Setibanya di kompleks Bendungan Raknamo, Basuki langsung meminta untuk mengendarai motor . Jarak dari tempat parkir menuju ke ujung bendungan sekitar 1 kilometer. Basuki mengenakan kemeja putih dan celana hitam, juga sepatu hitam. Tanpa mengenakan helm, Basuki meluncur memboncengi salah satu pejabat Kementerian PUPR. Di belakang, menyusul sejumlah pejabat lain dengan menggunakan motor jenis bebek dan matik. Hanya Basuki yang naik motor trail. Total ada sekitar 6 motor. Turut hadir mendampingi Basuki, antara lain Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, serta beberapa pejabat terkait. #kemenpupr #basukihadimuljono #jkw2periode💪🇮🇩🇮🇩 #Jokowi2Periode #jokowipresidenku #jokowiduaperiode #kerjanyata #indonesiavoice_ #kerjabersama #presidenzamannow #satuindonesia

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

A post shared by SALAM WARAS (@indonesiavoice_) on

Gak perlu kendaraan dinas atau pengawalan, Basuki Hadimuljono hanya menaiki motor bebek ketika dirinya memantau pembangunan irigasi di Gorontalo. Dia pun terlihat boncengan, dan uniknya pak Basuki sendiri yang mengemudikan motornya.

Gimana tanggapanmu kalau punya bos kayak dia? Asyik kayaknya ya, gak bikin ribet dan jadi makin semangat kerja kalau ada dia.

6. Selalu dengan kemeja putih dan topi Kementerian PUPR

View this post on Instagram

Hingga akhir 2017, #pembangunan jalan #perbatasan #Indonesia – #PapuaNugini terus dari total panjang 1.098 kilometer (km) yang sudah tembus telah mencapai 891 km atau tinggal 207 km lagi yang belum tembus. “Pada akhir 2018 ini, pemerintah akan membangun jalan baru sepanjang 18 km di daerah yang terjal sekali sehingga pada akhir 2018 yang belum tembus 189 km,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) #BasukiHadimuljono saat meninjau kondisi jalan #Merauke – #BovenDigul, #Papua, sepanjang 424 km, Jumat (16/3). Dalam peninjauan tersebut, kendaraan yang ditumpangi Menteri PUPR dan rombongan dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Kondisi jalan baik bahkan dapat ditemui ruas jalan beraspal cukup panjang, lengkap dengan garis #median. Namun masih terdapat jalan dengan kondisi rusak bahkan dijumpai beberapa spot jalan yang berlumpur. Waktu tempuh yang semula dalam bilangan minggu, semakin singkat menjadi hitungan hari dan kini sudah bisa 8 jam. Apabila jalan sudah baik kondisinya, maka bisa ditempuh 6 jam saja. Jalan dengan kondisi ini, menurut Menteri PUPR, harus segera ditangani karena merupakan tanah lunak dan daerah #rawa yang dengan cepat menjadi semakin berlumpur. “Dari lima paket preservasi jalan Merauke-Boven Digul, 2 paket sudah tandatangan kontrak pada Februari 2018, namun belum bekerja optimal. Saya minta agar BBPJN XVIII memacu kontraktor bekerja lebih keras sehingga 3-4 bulan ruas jalan rusak bisa diperbaiki. Harus full speed,” tegas Menteri Basuki. Untuk mempercepat perbaikan, Menteri Basuki akan mengirimkan tim khusus dari Jakarta. Bupati Boven Digul Benediktus Tambonot yang ikut dalam perjalanan mengatakan secara bertahap kondisi jalan Merauke-Bouven Digul semakin baik. “Puji Tuhan kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden @Jokowi yang sudah membangun jalan Trans dan Perbatasan Papua ini walaupun ada yang masih berlubang. Saya berterimakasih kepada Pak Menteri PUPR yang sigap sehingga dalam 3-4 bulan ke depan akan selesai diperbaiki,” ucapnya. Menurut Bupati Boven Digul, manfaat pembangunan jalan tersebut dirasakan pada kemudahan #transportasi barang dan manusia, yang berdampak pada penurunan #hargabarang.

A post shared by Defna Nobirianto Putra (@defnaputra) on

Menteri yang juga jago bermain drum ini punya outfit andalan yaitu kemeja putih dan topi PUPR. Kalaupun gak pakai topi, dia biasanya terlihat mengenakan helm proyek. Tapi yang jelas, kemejanya selalu putih.

Pernah sesekali ketika di Ambon, Basuki terlihat mengenakan poloshirt merah dan topi PUPRnya. Dan beberapa kali, dia juga terlihat mengenakan kemeja batik di acara-acara resmi.

Intinya, Basuki gak neko-neko soal baju, yang penting nyaman dipakai kapan saja dan untuk aktivitas apa saja. Orang lapangan tentunya paham soal urusan yang satu ini.

Seperti itulah kesederhanaan dari seorang Basuki Hadimuljono yang dulu pernah menjabat sebagai Komisaris PT WIKA.

Intinya, kesederhanaan Basuki yang “gak mentingin gaya” saat kerja ini memang patut ditiru siapa saja. Toh yang penting kita kerja dan produktif, serta mengenakan pakaian yang baik dan benar. Itu sudah cukup.

Sebagai seorang pejabat, kesuksesan pak Basuki dalam berkarier juga sangat inspiratif. Basuki memang merintis kariernya di Kementerian PU dari nol hingga jadi menteri. Kalau dihitung-hitung sudah 30 tahun lebih dia merintis kariernya di sana.

Pastinya banyak sekali sisi inspiratif yang bisa diambil dari pria berkumis putih ini. Bagaimana menurut kamu?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →