Dulu Jual Es, Pria Ini Masuk Daftar 150 Orang Terkaya Indonesia

[TEMPO/Imam Sukamto]

Ada yang kenal dengan pengusaha sukses Aksa Mahmud? Itu lho pengusaha sukses yang belum lama ini masuk daftar Orang Terkaya di Indonesia.

Dilaporkan, harta yang dimiliki mantan Wakil Ketua MPR ini mencapai US$ 1,8 miliar atau Rp 26,09 triliun. Dengan kekayaan yang segitu besarnya, majalah Global Asia menempatkan Aksa Mahmud di urutan 18 dari 150 orang terkaya di Indonesia.

Kekayaan sebanyak itu diperolehnya dari kesuksesannya dalam mengembangkan usahanya. Aksa Mahmud sendiri diketahui adalah bos dari Bosowa Corporation, grup bisnis yang membawahi banyak bidang usaha. Bank Bukopin dan QNB Indonesia, dua usaha yang berada di bawah naungan Bosowa Corporation pasti kamu tahu deh.

Di luar bisnis, Aksa Mahmud juga aktif dalam dunia politik. Ia tercatat sebagai kader Partai Golkar. Usut punya usut, pengusaha asal Makassar ini juga punya kedekatan dengan Jusuf Kalla. Wajar aja dekat soalnya ia adalah adik ipar Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ternyata di luar itu semua, ada kisah menarik di balik kesuksesan Aksa Mahmud. Seperti apa, yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Cuma anak petani yang senang berdagang

Aksa Mahmud
Aksa Mahmud (freecaretips)

Aksa Mahmud lahir pada 16 Juli 1945 di Desa Lapasu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Ia adalah anak dari pasangan H. Muhammad Mahmud dan H. Kambira. Orang tuanya sendiri bekerja sebagai petani.

Meski punya latar belakang dari keluarga petani, Aksa lebih tertarik berdagang. Semua dimulai ketika ayahnya membawa hasil panennya ke kota buat dijual.

Dari situ Aksa mulai coba-coba jalankan usaha. Mulai dari jualan permen di sekolah hingga jual kurma dan es saat bulan puasa.

2. Anak STM yang kemudian jadi aktivis

Aksa Mahmud
Aksa Mahmud bersama Jusuf Kalla (afandriadya)

Aksa Mahmud pernah bersekolah di Sekolah Teknik Negeri Parepare tahun 1962. Ia kemudian pindah ke STM Makassar dan lulus pada tahun 1965. Saat itu, ia pun masih aktif dalam menjalankan usahanya.

Begitu lulus, ia kuliah di Fakultas Teknik Elektro di Universitas Hassanuddin Makassar pada tahun 1965. Di sinilah ia menjadi aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar tahun 1966. Di organisasi itulah, Aksa berkenalan dengan Jusuf Kalla yang menjadi aktivis senior saat itu.

Aksa juga terlibat sebagai aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Gara-gara kegiatan aktivismenya, ia pernah dipenjara. Sejak saat itu, Aksa gak mau lagi bersentuhan dengan kegiatan aktivisme.

3.  Kerja di Perusahaan Kalla dan jadi ipar Jusuf Kalla

Aksa Mahmud
PT Semen Bosowa (industry)

Lepas dari penjara, Aksa Mahmud balik lagi ke dunia bisnis. Ajakan Jusuf Kalla buat bekerja di NV Hadji Kalla diterima Aksa. NV Hadji Kalla adalah perusahaan yang dirintis ayah Jusuf Kalla, Haji Kalla.

Gak cuma dapat pekerjaan, Aksa Mahmud pun mendapat jodohnya di sini. Ia dijodohkan dengan adik Jusuf Kalla yang bernama Siti Ramlah. Gak perlu berlama-lama, Aksa pun menikahi Siti Ramlah.

4. Memutuskan resign lalu bangun usaha sendiri

Aksa Mahmud
Bosowa Berlian Motor (bosowaberlian)

Minat Aksa Mahmud buat berbisnis sepertinya gak pernah pupus. Bagi Aksa yang merupakan orang Bugis, alangkah baiknya ia punya “Pinisinya” sendiri dengan ia menjadi nahkodanya.

Tiga tahu lamanya bekerja, ia pun memutuskan resign dari NV Hadji Kalla yang nantinya bakal dipimpin Jusuf Kalla. Ia juga menyampaikan keinginan ini kepada istrinya.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Aksa kemudian mendirikan show room mobil Datsun di Makassar tahun 1973. Perusahaan agen penjualannya ini diberi nama CV Moneter.

5. Mendirikan Bosowa

Aksa Mahmud
Bank Bukopin (industry)

Nasib baik sepertinya berpihak pada Aksa. Pada 1980, Aksa diberi tawaran menjadi agen Mitsubishi buat wilayah Indonesia Timur. Awalnya nama perusahaannya Krama Yudha Tiga Berlian (KTB). Nama tersebut lalu diubahnya menjadi Bosowa.

Nama Bosowa terinspirasi nama tiga kerajaan di Sulawesi Selatan, yaitu Bone, Sopeng, dan Wajo. Usaha agen penjualan mobilnya pun berkembang.

Bosowa pun menjelma menjadi perusahaan raksasa bernama PT Bosowa Motor. Selain mobil Jepang, usaha Aksa ini juga menjual mobil dari Jerman, yaitu Mercedes-Benz.

6. Gurita bisnis Aksa Mahmud

Aksa Mahmud
Bank QNB (jakartaglobe)

Seiring besarnya Bosowa, Aksa Mahmud merambah ke usaha lainnya. Pada 1995, ia membangun pabrik semen dengan nama PT Semen Bosowa Maros. Dalam perkembangannya, PT Semen Bosowa menguasai pasar semen di Indonesia Timur.

Di bidang jasa keuangan, Aksa membeli saham PT Bank Bukopin Tbk. dan PT Bank QNB Kesawan Tbk. Di bawah naungan Bosowa Corporation, ia menjadi pemilik saham mayoritas. Gak cukup sampai di situ, ia pun menambah enam perusahaan jasa keuangan lainnya.

Kini Bosowa Corporation terhitung udah menggarap 10 sektor bisnis, mulai dari otomotif, semen, logistik, transportasi, pertambangan, properti, jasa keuangan, infrastruktur, energi, hingga media.

Beberapa perusahaan yang berada di bawah naungan Bosowa Corp antara lain adalah Celebes TV, Celebes Online, Bosowa Radio, PT Bosowa Berlian Motor (Mitsubishi), Bank Bukopin, Bank QNB, Asuransi Jiwa Manulife, Bosowa Multifinance, Bosowa Propertindo, Semen Bosowa, dan lainnya.

7. Aksa Mahmud juga seorang politikus

Dalam dunia politik, Aksa sempat menjadi anggota MPR alias Majelis Permusyawaratan Rakyat mewakili Sulawesi Selatan pada tahun 1999 hingga 2004. Setelah itu, dia pun menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada periode 2004 hingga 2009.

Orang terkaya di Indonesia ke 44 dengan kekayaan Rp 9,7 triliun

Sebagai seorang taipan, Aksa Mahmud masih tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke 44 versi Forbes. Total kekayaan pria ini dikabarkan ada di kisaran Rp 9,7 triliunan.

Forbes mencatat, sumber kekayaan Aksa yang utama ternyata masih berasal dari semen. 

Disebutkan pula bahwasanya, ayah dari lima anak ini memang melibatkan keluarganya dalam bisnis. Mereka juga rutin menggelar rapat bersama keluarganya selama tiga bulan sekali. 

Di usia senjanya, Aksa menyerahkan kerajaan bisnisnya ke tangan putranya Erwin Aksa, lebih tepatnya di tahun 2006. Belakangan ini, Aksa Mahmud juga tampak mulai membatasi diri dalam urusan strategis bisnis.

Asal kamu tahu, Erwin adalah seorang yang pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Sama dengan sang ayah, Erwin juga cukup aktif di dunia politik. 

Namun dirinya terpaksa meninggalkan Golkar karena perbedaan pandangan.  

Saat ini, Erwin menduduki kursi Komisaris Utama Bosowa Corp. Jebolan University of Pittsburgh ini, sudah bergabung di perusahaan keluarga sejak Indonesia dilanda krisis moneter.

Itulah kisah sukses Aksa Mahmud yang menjadi konglomerat di Indonesia. Niat dan kerja kerasnya layak membawanya berada dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia. Mantap deh!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →