Jadi Sponsor Asian Paragames, Ini Kisah Inspiratif Jam Tangan G Shock dan Pendirinya

Pendiri G-Shock

Pendiri G-Shock

 

Jam tangan G Shock dan Baby G yang kini berusia 35 tahun resmi mendukung perhelatan Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Indonesia. Sebanyak 295 jam tangan tersebut sudah dibagikan ke para atlet di 18 cabang olahraga Asian Para Games Indonesia.

Menjadi sponsor Asian Para Games tentu bukan hal yang mudah. Selain produknya harus representatif, sebuah brand juga harus mengeluarkan dana yang besar untuk mendukung gelaran tersebut.

Tapi, untuk jam tangan yang berada di bawah naungan Casio ini, keluar duit banyak tentu jadi soal. Jelas saja, wong jam tangan ini laris manis dan punya banyak penggemar.

Sebagai sebuah arloji tahan banting dan terjangkau dari sisi harga, jam tangan G Shock juga punya sejarah yang menarik dan inspiratif. Terutama, tentang penemu jam tangannya, yaitu Kikuo Ibe yang ternyata cuma menyimpan dua jam tangan yang dibuatnya sendiri.

Penasaran dengan sejarah G Shock dan Kikuo Ibe sang founder jam tangan tangguh ini? Yuk simak kisahnya di sini:

1. Tercipta karena jam tangan Casio yang rusak

G-Shock pertama kali dibuat karena Casio rusak (instagram)
G-Shock pertama kali dibuat karena Casio rusak (instagram)

Ide terciptanya jam tangan G Shock berawal dari jam tangan Casio milik Ibe yang rusak karena jatuh. Pada saat merancang G Shock, Ibe yang bekerja di Casio belum genap berusia 30 tahun.

Dalam waktu dua tahun, Ibe melakukan riset di Hamura. Kabarnya, dia melakukan uji coba menjatuhkan 200 jam tangan dari lantai tiga. Wow!

Sayang banget ya harus dirusakin, kebayang berapa besar biaya riset yang harus ditanggung Casio.

Tapi, biaya tersebut terbayar dengan kesuksesan G-Shock saat ini. Siapapun menyukai jam tangan itu, bahkan banyak brand Cina yang akhirnya membuat jam tangan murah dengan desain serupa dengan G Shock, tapi mereknya beda.

2. Produk pertama mereka adalah GW5000

Produk pertama GW5000 (Instagram)
Produk pertama GW5000 (Instagram)

Di tahun 1983, terciptalah produk pertama mereka yaitu G Shock GW5000. Produk itu merupakan produk tahan banting dan baterainya bisa tahan sampai 10 tahun! Hebat gak tuh?

Sampai saat ini, varian GW5000 pun masih ada. Dan, masih dijual di pasaran dengan harga Rp 3 jutaan. Materialnya terbuat dari stainless steel dan resin, begitupun dengan kacanya glass resin.

3. Laris di Amerika Serikat

Jam tangan ciptaan Kikuo Ibe laris di Amerika
Jam tangan ciptaan Kikuo Ibe laris di Amerika

Setahun kemudian, produk G Shock laris di Amerika Serikat. Iklannya di Negeri Paman Sam menampilkan seorang pemain hoki yang memakai jam tangan tersebut.

Memang bukan rahasia, jam tangan ini populer di tahun 1990. Pasalnya, size G Shock besar, dan bisa menjadi obat ganteng.

Di Amerika Serikat, jam tangan G Shock laris di kalangan para skater. Terutama, para skater yang berdomisili di Pantai Barat.

Bahkan, hingga saat ini, salah satu varian jam tangan itu menjadi jam tangan standar dari tentara Amerika. Hebat, kan?

4. Kikuo Ibe tidak punya media sosial

Kikuo Ibe (Instagram)
Kikuo Ibe (Instagram)

Sebagai seorang inovator produk sukses, Ibe gak punya media sosial lho. Ibe gila dalam hal inovasi, terutama menciptakan jam tangan yang bisa digunakan di luar angkasa.

Kabarnya, inovasi yang gila itu membuat Ibe gak tertarik menggunakan smartphone! Tanpa smartphone, dia juga ternyata gak punya media sosial.

Dia beralasan gak punya medsos karena gak bisa menerima informasi yang gak benar soal apapun. Apalagi, akhir-akhir ini sering beredar HOAX. Selain itu, dia juga khawatir waktu kerjanya untuk berpikir jadi berkurang.

Mungkin itu sebabnya mengapa G Shock punya varian banyak, dan semuanya laris di pasaran. Tentu saja itu semua ada di balik kerja keras seorang Kikuo Ibe.

5. Sebagai bos, Kikuo yang berusia 65 tahun sangat bugar

Kikuo Ibe (Instagram)
Kikuo Ibe (Instagram)

Meski berusia 65 tahun, kakek yang menggemari masakan Padang ini memang gak punya guratan di wajah karena usianya. Sebagai seorang bos dan founder produk ternama, dia ternyata rajin berolahraga.

Dia masih berlari 45 menit di malam hari, dan dilakukannya tiga hingga empat kali seminggu.

Alhasil, badannya pun sangat bugar meski sudah berumur kepala enam.Inspiratif banget ya si pencipta jam tangan G Shock ini! Selain jaga keuangan tentu saja dia jaga badannya sendiri, karena kesehatan adalah investasi yang berharga.

Itulah kisah jam tangan G Shock dan penemunya yang inspiratif. Intinya, kisah ini menceritakan kita tentang bagaimana inovasi yang luar biasa.

Meski riset bakal menelan biaya besar dan waktu yang cukup lama, percayalah hal itu bakal membuahkan kesuksesan bila dilakukan dengan serius dan sepenuh hati. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis