Dulu Susah Kini Punya Harta Puluhan Miliar, Ini Kisah Sukses Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Tempo/Subekti)

Baru-baru ini nama Moeldoko menjadi sorotan media. Kabarnya, Kepala Staf Kepresidenan ini dituding terlibat dalam dugaan fitnah Asia Sentinel terhadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seperti diketahui, oleh media pemberitaan Hong Kong itu, SBY dikaitkan dengan skandal Bank Century yang hingga kini tak kunjung rampung.

Tudingan ini muncul gara-gara Moeldoko diketahui pernah foto bareng dengan Lin Neumann, co-founder Asia Sentinel. Foto tersebut beredar luas setelah di-posting Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik melalui akun Twitternya. Di bagian caption, ada kalimat di mana Rachland mempertanyakan soal kemungkinan adanya keterlibatan “Istana” dalam fitnah pada SBY.

Gak mau terima begitu aja namanya turut dicatut dalam unggahan Twitter itu, Moeldoko lantas memberi klarifikasi. Mantan panglima TNI ini menceritakan kalau pertemuannya dengan Lin Neumann terjadi dalam acara diskusi dengan American Chambers of Commerce (AmCham), semacam kamar dagang dan industri-nya Amerika, tanggal 18 Mei lalu. Di siti, Lin hadir dalam kapasitasnya sebagai Director of American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham).

Moeldoko juga membantah kalau dirinya membicarakan kasus Bank Century dengan co-founder Asia Sentinel tersebut. Malahan ia mengaku gak mengenal secara personal siapa Lin Neumann.

Lepas dari isu miring yang menimpa dirinya, ternyata ada kisah menarik di balik sepak terjang jenderal bintang empat ini, baik di dunia kemiliteran maupun di dunia politik. Seperti apa kisahnya? Simak yuk dalam ulasan berikut ini.

1. Anak pedagang palawija yang belajar mandiri sejak kecil

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moeldoko (@dr_moeldoko) on Jul 28, 2018 at 7:40pm PDT

Moeldoko bukan berasal dari keluarga berada. Ia lahir pada 8 Juni 1957 di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri. Ia adalah anak bungsu anak bungsu dari 12 orang bersaudara yang lahir dari pasangan Moestaman dan Masfuah.

Ayahnya diketahui bekerja sebagai pedagang palawija. Namun, hasil dagangannya belum mampu mencukupi kebutuhan semua anggota keluarga. Sejak kecil, Moeldoko mau gak mau belajar hidup mandiri. Ia bekerja mengangkut batu dan pasir setelah pulang sekolah.

2. Memilih jalan hidup sebagai prajurit

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moeldoko (@dr_moeldoko) on Jun 9, 2018 at 7:55pm PDT

Moeldoko menjalani pendidikan dari SD hingga SMP di kampung halamannya, Kediri. Sementara pendidikan SMA ditempuhnya di Jombang, Jawa Timur.

Lulus SMA, ia memilih berkarier sebagai prajurit dengan mengambil pendidikan di Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Selama menjalani pendidikan militer, ia merupakan sosok yang menonjol. Ia lulus tahun 1981 sebagai lulusan terbaik dan menerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa.

3. Banyak menorehkan prestasi selama di dunia militer

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moeldoko (@dr_moeldoko) on Apr 10, 2018 at 6:02pm PDT

Lulus dari Akmil, Moeldoko lantas bergabung dalam kesatuan Angkatan Darat (AD). Bisa dibilang kariernya sebagai tentara terbilang moncer. Ia menerima 12 penghargaan, mulai dari Bintang Dharma, Eka Paksi Pratama, Eka Paksi Nararya, hingga Satya Lencana Wira Dharma.

Selain karena prestasinya, penghargaan yang diraihnya tersebut karena keterlibatan dirinya di lapangan. Salah satunya adalah penugasan dirinya ke Timor Timur tahun 1984 dan menjadi anggota Kontingen Garuda (Konga) XI/A tahun 1995.

Gak cukup sampai di situ, ia juga dipromosikan buat menduduki jabatan strategis di TNI. Ia tercatat pernah mengemban 25 jabatan di kemiliteran.

Jabatan pertama yang diterimanya adalah Komandan Pleton (Danton) Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana tahun 1981. Mulai dari situ kariernya beranjak naik hingga menjadi Panglima TNI dari 2013 hingga 2015 pada masa pemerintahan Presiden SBY.

4. Aktif berpolitik lewat Partai Hanura

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moeldoko (@dr_moeldoko) on Sep 7, 2018 at 7:25pm PDT

Setelah posisinya sebagai Panglima TNI digantikan Jenderal Gatot Nurmantyo, Moeldoko pada 2016 terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Hanura.

Seperti yang diberitakan Tirto, ia diangkat Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Ia mendampingi Wiranto yang notabene adalah Ketua Dewan Pembina Partai Hanura.

Gak cuma aktif di organisasi politik, ia juga menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dengan masa jabatan 2015-2020.

5. Diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan

 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal
View this post on Instagram

 

A post shared by Moeldoko (@dr_moeldoko) on Sep 6, 2018 at 6:41pm PDT

Moeldoko pun benar-benar kembali muncul di hadapan publik. Ini terjadi saat dirinya diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Sebenarnya, tanda-tanda bahwa dirinya merapat ke pemerintahan terlihat ketika ia menjadi perwakilan keluarga Presiden Jokowi buat menyampaikan sambutan dalam acara pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.

Selama menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, ia bertugas buat membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

Dulu hidup susah, kini hidup dengan harta puluhan miliar

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Moeldoko (@dr_moeldoko) on May 16, 2018 at 4:49am PDT

Nah, itu tadi perjalanan karier Moeldoko yang berawal dari prajurit kemudian menjabat sebagai Panglima TNI dan kini menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Kiprahnya selama di kemiliteran yang menorehkan banyak prestasi patut diacungi jempol.

Sekedar informasi, kekayaan yang dimilikinya sewaktu menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD masih lebih besar daripada kekayaan Gatot Nurmantyo. Dilansir dari LHKPN Moeldoko pada tahun 2013, kekayaannya mencapai Rp 28.712.301.249 ditambah dengan US$ 450 ribu.

Saat ditanya wartawan, ia mengaku kalau dirinya bisa memiliki kekayaan segitu besar karena dirinya menjalani tugas di luar negeri. Ditambah lagi, ia menikahi wanita yang kebetulan berasal dari keluarga kaya raya.

Bagaimanapun juga, perjuangan jenderal bintang empat ini dari hidup susah hingga menjadi orang penting dan punya kekayaan berlimpah layak diapresiasi. Apalagi, pengalaman hidup, usaha, dan kemandiriannya bikin dirinya bisa seperti sekarang. Salut deh buat Pak Moeldoko!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →