Harta Nyaris Rp 1 Triliun, Ini Lho Perjalanan Sukses Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Awal Juni 2016 Zinedine Zidane bikin pengumuman yang bikin gempar: mundur dari Real Madrid. Sontak, pria yang akrab disapa Zizou ini langsung jadi headline dan cover di berbagai majalah olahraga.

Soalnya, sebagai pemain, Zidane termasuk atlet terbaik sepanjang masa. Kemampuan mengolah bolanya mumpuni, ketajamannya di depan gawang lawan juga gak perlu diragukan lagi.

Dan itu bukan apa-apa. Zidane juga ternyata tokcer jadi pelatih. Lihat tuh Real Madrid. Zidane berhasil membawa klub tersebut jadi juara Liga Champions tiga kali berturut-turut. Asal kamu tahu ya, gak ada tuh klub yang bisa seperti itu.

Di balik kesuksesan itu, tahu gak sih kamu perjalanan karier Zidane? Ternyata, dia itu tumbuh dari keluarga biasa-biasa aja lho.

Pengin tahu gimana kisah sukses pria asal Perancis ini? Simak yuk ulasan lengkapnya.

1. Putra dari seorang petugas keamanan

zinedine zidane
Zidane saat di Juventus (Bola)

Zinedine Yazid Zidane lahir pada 1972 silam di Marseille, Prancis. Ayahnya adalah seorang imigran asal Aljazair. Dia berprofesi sebagai seorang petugas keamanan shift malam di sebuah pusat perbelanjaan. Sementara itu ibunya adalah ibu rumah tangga biasa.

Bisa dibilang, keluarga Zidane adalah keluarga menengah alias berkecukupan. Zidane sendiri adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Bakat bermain bola Zidane udah kelihatan sejak usia lima tahun. Terbukti, di usianya yang ke 10, Zidane udah bergabung dalam tim sepak bola junior dari Castellane.

2. Dari dalam negeri yang akhirnya go internasional

Karier sepak bola profesional pertama dari Zinedine Zidane dimulai di klub AS Cannes.

Zidane mencetak gol pertamanya tahun 1991 saat AS Cannes memenangkan pertandingan melawan Nantes dengan skor 2-1. Di tahun 1992 -1993, Zidane pun ditransfer ke Girodins de Bordeaux. Prestasinya sebagai pesepak bola mulai terlihat cemerlang.

Lambat laun, sejumlah klub Inggris mulai menawar Zidane, sebut aja seperti Newcastle United yang menawari kontrak 1,2 juta poundsterling. Tapi, Zidane malah berlabuh di Italia, lebih tepatnya di Juventus pada 1996.

Prestasi Zidane di Tim Zebra ini juga cukup memukau. Juventus berhasil menjadi juara Seri A Italia musim 1996 – 1997, dan Piala Intercontinental 1996. Dan akhirnya Juve pun berhasil menjadi juara Seri A musim 1997 – 1998 hingga meraih Scudetto.

Total gol yang dicetak Zidane saat awal masuk ke Juve hingga 1998 berjumlah 32.

Usai Juventus, di tahun 2001 Zidane pun memutuskan pindah ke Real Madrid. Kita bakal bahas cerita Zidane di Real Madrid pada poin keempat ya. Sabar dulu.

3. Bersinar di Piala Dunia 1998

zinedine zidane
Ronaldo dan Zidane (Okezone)

Piala Dunia 1998 adalah Piala Dunia pertama yang diikuti oleh Zidane. Saat itu, Perancis sedang jadi tuan rumah dan Zidane juga udah masuk ke tim nasional.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Walaupun baru pertama kali bertanding di Piala Dunia, Zinedine Zidane tampil luar biasa. Prancis berhasil mengalahkan Brazil di final dengan skor 0 – 3, Zidane menyumbang satu di antaranya. Dianggap paling berpengaruh, ia dianugerahi gelar Man of the Match.

Pada saat yang bersamaan, foto Zidane pun dipajang di monumen Act de triomphe de l’Etoile. Foto itu disertai dengan kata Merci Zizou (terima kasih Zizou).

4. Real Madrid: dari pemain hingga bergaji Rp 824 juta perminggu

Seperti yang dijelaskan di atas, di tahun 2001 Zidane pindah ke Real Madrid. Di klub itulah Zidane menorehkan kesuksesan terbesarnya.

Di klub asal Spanyol itu, Zidane masuk dalam 11 Pemain Asing Terbaik dalam Sejarah Real Madrid.

Kontraknya sebagai pemain sepak bola di Real Madrid pun berakhir pada 2006. Di tahun yang sama Zidane juga kembali memperkuat timnya buat Piala Dunia 2006. Namun di final, Zidane dikenakan kartu merah karena perseteruannya dengan Matterazzi, bek Italia.

Di masa pensiun, Zidane terlihat masih gak bisa move on dari sepak bola. Terbukti di tahun 2010 dia menerima pinangan Real Madrid sebagai penasihat. Pada 2013, dia jadi asisten pelatih Real Madrid ketika itu, Carlo Ancelotti.

Setahun kemudian, Zidane naik pangkat dengan menjadi pelatih inti di Real Madrid Castilla (Real Madrid B) alias tim yang isinya adalah pemain cadangan Real Madrid. Tim ini berlaga di Segunda Division B. Bedanya Real Madrid dan Real Madrid B adalah Real Madrid B gak bakal bisa bermain di Copa Del Rey.

Dua tahun kemudian, lebih tepatnya pada 2016, Zidane ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid. Dia berhasil mengantarkan timnya menjuarai Piala UEFA 2016 usai mengalahkan Manchester City.

Konon kabarnya, Zinedine Zidane dibayar 44 ribu pound sterling atau setara dengan Rp 824 juta tiap minggu ketika jadi pelatih. Usai Real Madrid menjuarai UEFA, gaji Zidane pun naik dua kali lipat.

5. Total kekayaan Rp 976 miliar

zinedine zidane
Keluarga Zidane (Nakita)

Menurut situs Celebrity Net Worth, total kekayaan Zinedine Zidane diperkirakan mencapai US$ 7 juta atau Rp 976 miliar. Sama seperti atlet-atlet kaya dan terkenal lainnya, walau udah gak jadi pemain bola dia tetap dapat endorsement lho, salah satunya dari Adidas.

Zizou – nama panggilannya, pernah muncul di iklan salah satu perusahaan telekomunikasi bernama Orange. Iklan itu merupakan iklan yang dipasang buat memperingati EURO 2016.

Itulah kisah karier seorang Zinedine Zidane di dunia sepak bola. Zidane membuktikan kalau konsistensi adalah segalanya. Zidane jadi bukti kalau berkarier di mana pun, kalau emang konsisten dan serius, pasti bisa sukses.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →