Jadi Tersangka Pemalsuan Ijazah, Haji Komar Punya Karier Cemerlang

Komar

Personel grup lawak Empat Sekawan, Komar menjadi tersangka kasus pemalsuan ijazah S2 dan S3. Meski kini telah dilepaskan karena mantan anggota DPR dari Partai Demokrat itu sakit-sakitan, karier cemerlang sang politikus menarik untuk diketahui.

Dikutip dari Detikcom, Komar ditangkap Polres Depok di rumahnya di Brebes, Senin 24 Juni malam. Pria yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes ini diduga telah memalsukan ijazah master dan doktor yang diperolehnya. 

Pria bernama asli Nurul Qomar terpaksa ditangkap secara paksa karena sudah beberapa mangkir dari panggilan resmi polisi. 

Tindakannya ini jelas masuk unsur pidana dan bisa dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang surat palsu atau memalsukan surat dengan hukuman penjara hingga tujuh tahun. 

Sebelum terlibat kasus ini, Komar diketahui memiliki karier di dunia hiburan, dan politik yang cemerlang. Bagaimana sepak terjangnya? 

Melawak bersama Empat Sekawan

Komar
Komar melawak bersama 4 Sekawan (Instagram/@haji.nurulqomar)

Komar lebih dulu dikenal sebagai pelawak terkenal di Indonesia. Aksi-aksi jenakanya sering berseliweran di televisi pada era 1990-an.

Bersama Derry, Eman, dan Ginanjar, mereka juga kerap aral melintang manggung ke berbagai wilayah di Indonesia.

Acara yang paling dikenal dari Empat Sekawan adalah Lika Liku Laki-Laki. Tontonan atau yang lebih cocok disebut dengan sinetron ini menampilkan sketsa-sketsa cerita fiksi yang menampilkan kehidupan sehari-hari keempatnya. 

Tentu untuk lebih menarik, dibumbui berbagai masalah-masalah sepele yang kemudian dikemas dengan lawakan yang mengocok perut. 

Baca juga: Ancam Usir BW di Sidang MK, Arief Hidayat Punya Karier Moncer dan Harta Rp 5 M

Pernah jadi guru dan kepala sekolah TK 

Komar
Komar pernah jadi guru dan kepala sekolah TK (Instagram/@haji.nurulqomar)

Dikutip dari Merdeka, Komar juga aktif di dalam dunia pendidikan. Sejak tahun 1983-1986, dia sudah menjadi guru sekaligus kepala sekolah TK. 

Kemudian sempat vakum beberapa saat dari dunia pendidikan karena banting setir menjadi penyiar radio di Radio Suara Kejayaan tahun 1989-1993, dan mendirikan grup lawak Empat Sekawan pada tahun 1991. 

Tapi di tahun 2000-2001, pria kelahiran 1960 ini kembali lagi ke dunia pendidikan menjadi guru Sosiologi dan Antropologi di SMA Muhammadiyah Cirebon. 

Anggota DPR RI dua periode tapi gagal jadi Bupati Cirebon 

Komar
Komar anggota DPR RI dua periode yang gagal jadi bupati (Instagram/@haji.nurulqomar)

Memiliki ketenaran yang sudah dikenal di beberapa daerah, Haji Komar, panggilan akrabnya memberanikan diri untuk maju ke kontestasi Pemilihan Legislatif 2004 melalui Partai Demokrat Dapil Jawa Barat VIII. 

Tak diduga-duga, debut pertamanya di dunia politik itu mulus, dia mendapat perolehan suara terbanyak dan berhasil menduduki kursi Anggota Komisi X DPR RI yang membahas tentang pendidikan, olahraga, dan sejarah untuk periode 2004-2009.

Setelah masa periodenya habis, ia pun kembali mencalonkan diri untuk periode 2009-2014. Lagi-lagi pria berdarah Sunda itu sukses duduk di kursi parlemen dengan penugasan yang sama di Komisi X. 

Sayangnya, karier politiknya hanya mentok di kursi parlemen saja. Komar pernah mencalonkan diri menjadi Calon Bupati Cirebon di tahun 2013. Sayangnya, dia kalah dari pesaingnya Sunjaya Purwadi Sastra. 

Jadi rektor perguruan tinggi swasta di Cirebon 

Komar
Komar jadi rektor perguruan tinggi swasta di Cirebon (Instagram/@haji.nurulqomar)

Dikutip dari Kompas, pada tahun 2017 silam, Komar juga diangkat menjadi rektor perguruan tinggi swasta di Brebes, Universitas Muhadi Setiabudi. 

Dalam sambutannya, dia mengaku tak menyangka kalau seorang pelawak bisa diangkat menjadi rektor. Sosoknya dinilai tokoh yang lengkap dan berpengalaman dengan berbagai karier di dunia pendidikan, politik, dan agama. 

Tapi sayangnya, di tahun yang sama dia mengundurkan diri menjadi rektor. Dikutip dari Tempo, alasannya karena ada masalah di internal kampus yang bikin Haji Komar gak betah. (Editor: Chaerunnisa)