Mau Tahu Konglomerat di Indonesia, Cari Tahu di Sini

cara menghemat listrik rumah

Sebagai negara berkembang dan tengah bergerak menjadi negara maju, iklim bisnis dan investasi Indonesia makin cerah. Tidak sekadar mendatangkan investasi dari luar negeri, geliat bisnis lokal juga makin terlihat dan siap bersaing di kancah internasional. 

Pada perkembangannya, bermunculanlah sejumlah pengusaha yang menjelma menjadi konglomerat di Indonesia. Siapa saja mereka? Simak ulasannya dari Lifepal berikut ini. 

Eksistensi Konglomerat Indonesia 

Asuransi gigi terbaik

Sepanjang periode 2014-2019, perekonomian Indonesia atau PDB Indonesia tumbuh rata-rata di angka 4,7 hingga 5,07 persen. 

Pertumbuhan ekonomi tersebut terbilang bagus bagi negara berkembang seperti Indonesia, apalagi di tengah ancaman resesi ekonomi yang terjadi di sejumlah negara. Pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil ini didorong oleh roda ekonomi yang terus bergulir cukup kencang. 

Prospek bisnis pun makin cerah dan para pendirinya terkena tampias pundi-pundi uang yang makin menggendut. Konglomerat di Indonesia makin mempertahankan eksistensinya lewat bisnis yang makin menggurita. 

Daftar Konglomerat Indonesia Tahun 2019 Versi Forbes

Forbes, majalah bisnis dan keuangan terkemuka asal Amerika Serikat (AS) merilis daftar konglomerat Indonesia tahun 2019. Ada 10 konglomerat Indonesia yang masuk dalam Forbes World’s Billionaires 2019. Siapa saja mereka, berikut daftar konglomerat Indonesia versi Forbes 2019. 

1. R. Budi Hartono 

Budi Hartono dinobatkan sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Lewat total kekayaan mencapai US$18,6 miliar atau setara Rp260,4 triliun, ia adalah pemilik Grup Djarum. Djarum memiliki unit bisnis yang meliputi:

  • Bank BCA.
  • Perkebunan HPI Argo.
  • Marketplace Blibli.com.
  • Perusahaan elektronik Polytron.
  • Media komunikasi Djarum Media.
  • Agen perjalanan daring Tiket.com.
  • Rumah studio produksi Visinema Pictures.
  • Produk makanan dan minuman Savorita dengan merek Yuzu.
  • Perusahaan Sumber Kopi Prima dengan merek dagang Delizio Caffino. 

Pria yang disebut-sebut menyukai olahraga bulu tangkis ini berada di rangking global dunia yang menduduki posisi ke-56 sebagai orang terkaya dunia versi Majalah Forbes. 

2. Michael Hartono

Michael adalah adik dari Budi Hartono. Ia dinobatkan sebagai orang kedua terkaya di Indonesia. Bersama dengan Budi, Michael adalah pemilik Grup Djarum. 

Ia memiliki kekayaan US$18,4 atau setara dengan Rp257,6 triliun dan bersama dengan sang kakak, memimpin emporium bisnis Djarum di dalam negeri. Michael turut sebagai pemilik pemegang saham Razer Inc., perusahaan perangkat keras dan perangkat lunak gim yang bermarkas di Amerika Serikat. Michael adalah orang terkaya ke-58 versi Majalah Forbes.

3. Sri Prakash Lohia

Mungkin nama Sri Prakash Lohia tidak setenar keluarga Hartono, namun pria asal India yang berkewarganegaraan Indonesia ini membangun bisnis kerajaan Indorama Corporation yang memproduksi polietilena, polipropilena, serat poliester, filamen, benang pintal, kain, dan sarung tangan medis. 

Indorama awalnya adalah perusahaan benang pemintal yang didirikan oleh Lohia. Kemudian, perusahaan ini menjelma menjadi salah satu perusahaan tekstil terdepan di Asia. Lohia, yang kini menetap di London, tetap menjadi kepala perusahaan tetapi telah menyerahkan kendali kepada putranya, Amit, yang menduduki posisi wakil ketua. 

Forbes mencatat kekayaan Lohia mencapai  US$7,3 miliar atau setara Rp102,2 triliun dan menempati posisi ketiga orang terkaya di Indonesia. 

4. Dato Sri Tahir

Posisi keempat diduduki oleh Dato Sri Tahir, pengusaha yang mendirikan Mayapada Group, sebuah perusahaan dengan minat di bidang perbankan, garmen, properti rumah sakit, dan properti. 

Dato Sri Tahir yang berasal dari Surabaya ini memiliki kekayaan senilai US$4,5 miliar atau setara Rp63 triliun. Selain dikenal sebagai pengusaha, Dato Sri Tahir juga kerap berkecimpung di bidang sosial. Ia mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang dikenal lewat Yayasan Tahir Foundation. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

5. Chairul Tanjung

Nama Chairul Tanjung lebih dikenal dengan singkatan CT. CT diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$3,7 miliar atau setara Rp51,8 triliun. Pria asal Medan, Sumatera Utara, ini dikenal sebagai bos dari perusahaan media Trans Corp yang membawahi perusahaan televisi swasta Trans TV dan Trans 7. 

CT yang dijuluki Anak Singkong membawahi sejumlah unit bisnis yang bergerak di berbagai bisnis konsumen. 

6. Prajogo Pangestu

Putra pedagang karet, Prajogo Pangestu memulai kariernya di bisnis kayu pada akhir 1970-an. Prajogo mendirikan PT Barito Pacific Timber yang kemudian mengganti nama menjadi Barito Pacific. Prajogo tercatat memiliki kekayaan sebesar US$3,5 miliar. 

Pada 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia, Chandra Asri Petrochemical, yang juga berdagang di Bursa Efek Indonesia. Pria asal Kalimantan ini telah malang melintang di industri komoditas dan perkebunan. 

Chandra Asri Petrochemical bergabung dengan PT Tri Polyta Indonesia Tbk dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Perusahaan juga pernah bekerja sama dengan pabrikan ban Prancis, Michelin, pada 2015 untuk mengembangkan pabrik karet sintetis di Indonesia.

7. Low Tuck Kwong

Dikenal sebagai julukan Raja Batu Bara, Low Tuck Kwong yang lahir di Singapura pindah ke Indonesia dan berganti kewarganegaraan menjadi WNI. Low merupakan pendiri PT Bayan Resources Tbk, sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia. 

Dia juga mengendalikan perusahaan pelayaran Singapura, Manhattan Resources, dan memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric. 

Low berada di belakang SEAX Global yang membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Low diperkirakan memiliki kekayaan senilai US$2,4 miliar.

8. Mochtar Riady

Mochtar Riady adalah pengusaha terkemuka yang dikenal dengan pendiri Lippo Group. Pria yang memulai kariernya sebagai bankir ini justru sukses di sektor properti. Mochtar Riady memiliki kekayaan sejumlah US$2,3 miliar. Pria kelahiran Jawa Timur ini kini mengelola bisnis perumahan, ritel, layanan kesehatan, media, keuangan, dan pendidikan.

9. Theodore Rachmat

Theodore Rachmat atau Teddy adalah pendiri Triputra Group yang memiliki lini bisnis agrobisnis, manufaktur, dan pertambangan. Ia memiliki kekayaan US$1,7 miliar seperti yang ditulis Forbes 2019. Teddy juga memiliki saham minoritas di perusahaan batubara PT Adaro Energy Tbk. 

Teddy sempat berkarier di Group Astra dan mengelola anak usaha Astra di bidang alat berat, yakni United Group. Selepas dari Astra, ia merintis bisnisnya sendiri di bawah bendera Triputra Group.

10. Martua Sitorus

Dengan kekayaan sebesar US$1,7 miliar, Martua adalah pendiri Wilmar International pada 1991. Wilmar International saat ini merupakan perusahaan pedagang minyak sawit terbesar di dunia. Saat ini, Martua tidak hanya berinvestasi di sektor perkebunan, tapi juga merambah ke bidang perumahan. 

Bekerja sama dengan grup Ciputra, Gamaland, membangun proyek 15 menara apartemen dan kompleks perbelanjaan di Jakarta. Martua Sitorus juga berbisnis semen dan properti. 

Karakteristik pada Sosok Konglomerat 

Asuransi motor

Apakah orang kaya termasuk kelompok konglomerat? Pertanyaan tersebut mungkin sering kali terbesit. Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. 

Hanya saja untuk masuk dalam kategori konglomerat, seseorang tersebut harus terbilang memiliki lingkup bisnis yang beragam. Mendirikan satu perusahaan dengan satu bisnis saja mungkin belum cukup. 

Konglomerat umumnya mendirikan sebuah perusahaan yang terdiri atas sejumlah anak bisnis yang berbeda-beda, namun tampak tidak saling terkait. 

Konglomerat biasanya melakukan diversifikasi risiko bisnis dan investasi mereka. Seringnya, mereka terlibat dalam sejumlah pasar yang berbeda dan jarang berpartisipasi dalam industri tunggal.

Diversifikasi dilakukan karena konglomerat berupaya mengurangi risiko di pasar. Sekaligus menyokong bisnis utamanya bila salah satu bisnis dinilai sedang sulit. 

Semoga informasi ini dapat memberikan pencerahan bagi kita. Plus, memacu kita untuk terus bekerja keras dan bersemangat dalam meraih kesuksesan!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →