Cerita Perjalanan Karir Desainer yang Temani Nikita Mirzani Hijrah

Vivi Zubedi (instagram @vivizubedi)

Hijrahnya Nikita Mirzani dengan mengenakan hijab sukses menyedot perhatian netizen. Namun, wanita yang menemani artis sensasional tersebut mengenakan abaya pun turut dikepoin. Asal tahu aja, wanita tersebut ternyata Vivi Zubedi, desainer sekaligus entrepreneur yang jalankan peluang usaha baru berupa pakaian Muslim abaya.

Abaya biasanya digunakan oleh wanita Arab. Pakaian tertutup dengan desain longgar tersebut jarang banget dikenakan oleh wanita berhijab di Indonesia. Pasalnya, pakaian tersebut dirasa cukup ribet dan gak cocok dipakai untuk sehari-hari.

Nah, Vivi Zubedi malah nekat berkecimpung di peluang usaha baru tersebut. Wanita asal Medan tersebut memfokuskan diri buat mendesain pakaian Muslim abaya yang ready-to-wear. Bahkan, dia sendiri sering terlihat mengenakan hijab abaya di laman Instagram-nya @vivizubedi.

Gak cuma itu aja lho, desainer yang menemani Nikita Mirzani mengenakan hijab tersebut pun ternyata udah sukses di kancah Internasional. Dia pernah beberapa kali ikut pagelaran mode di beberapa negara, termasuk New York Fashion Week 2018.

Dulunya Bekerja Sebagai Akuntan

A post shared by Vivi Zubedi (@vivizubedi) on

Kini nama Vivi Zubedi dikenal sebagai entrepreneur, desainer, sekaligus selebgram. Siapa sangka dulunya Vivi pernah bekerja sebagai akuntan.

Vivi awalnya kuliah di jurusan akuntansi setelah dapat beasiswa di Universitas Sumatera Utara, Medan. Vivi menceritakan bahwa pilihannya tersebut berawal dari dorongan orangtua. Sebab, orangtua Vivi gak pengin putrinya tersebut kuliah jauh-jauh. Selepas kuliah, pernah pula ia ditawari bekerja di Bank Indonesia.

Jadi, bisa dibilang Vivi sebenarnya gak ada basic sama sekali di bidang tata busana. Namun,  wanita yang berulang tahun setiap tanggal 17 April tersebut udah punya hobi menggambar sejak SMP. Sayang, bakat terpendamnya tersebut harus tetap dipendam dulu sampai kuliah selesai.

Bukan anak remaja namanya kalau gak cari jati diri. Hal ini terjadi pada Vivi pula. Selepas kuliah, Vivi pun pernah mendirikan salon. Dia pun belajar mengelola salon dan menjadikan beberapa temannya sebagai “kelinci percobaan”.

Vivi pun kemudian menikah dengan Aditya Mufti Ariffin, seorang anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan. Dari sinilah, Vivi mulai meniti kembali passion-nya sebagai fashion designer.

Awalnya dia dapat tawaran jadi dosen namun gak diizinkan oleh suami. Hingga akhirnya dia terpikir kembali buat wujudkan bakat terpendamnya selama ini. Vivi mengatakan, dia meminta izin sang suami terlebih dahulu untuk menekuni bidang yang ia dambakan itu.

Gayung bersambut, sang suami memberikan izin. Uniknya, kini desain-desain karya Vivi malah mengangkat kain tradisional kampung halaman sang suami.

Mulai Meniti Peluang Usaha Baru sebagai Desainer

A post shared by Vivi Zubedi (@vivizubedi) on

Dapat izin suami, Vivi Zubedi pun mulai meniti karir sebagai desainer dari nol. Saat itu, dia belajar dari Internet. Setelah yakin dengan pilihannya, Vivi mengambil kursus selama tiga bulan buat bikin pola.

Dia baru benar-benar terjun ke dunia desain pada tahun 2011. Awal kariernya pun gak mulus, malah Vivi sering dapat cibiran karena pilihan desainnya yang disebut ribet.

Vivi Zubedi sedari awal emang punya ketertarikan khusus dan berfokus buat desain pakaian Muslim abaya. Brand awal yang diusung oleh Vivi bernama Vivi.co. Kala itu, abaya memang belum umum di kalangan wanita hijab Indonesia. Jadi, pasar Vivi memang cukup sempit.

Saat ikut pameran atau bazar di berbagai tempat, cukup banyak calon pembeli yang merasa bingung: “pakaian hasil desain Vivi ini cocoknya dipakai kemana?”. Kebanyakan calon pembeli merasa pakaian tersebut gak cocok dipakai ke mal namun lebih cocok buat ibadah. Nah, hal inilah yang kemudian membuat Vivi berpikir gimana cara pakaian khas wanita Arab tersebut cocok dikenakan di Asia.

Dari tahun 2011 sampai 2012, Vivi sempat mengalami kerugian dengan brand-nya terdahulu. Gimana gak, saat itu desainnya emang kurang wearable di Indonesia.

Vivi pun memodifikasi abaya dengan desainnya yang patut diacungkan jempol. Vivi memadukan pakaian abaya yang biasanya identik dengan warna gelap dan model vintage dengan motif etnik.

Kisah Sukses Vivi Zubedi Hingga Melenggang di Kancah Internasional

A post shared by Vivi Zubedi (@vivizubedi) on

Tiga tahun setelah terjun ke dunia rancang busana, Vivi Zubedi menemukan ciri khasnya. Dia memang suka pada motif-motif etnik. Inspirasinya pun berasal dari bangunan tua dan lampu-lampu zaman dulu.

Dari kesukaannya itu, akhirnya Vivi menemukan motif yang sekarang malah disukai banyak pelanggannya.

Salah satu motif yang paling terkenal dari Vivi berasal dari Kalimatan Selatan, kampung halaman sang suami. Vivi menjelajahi provinsi tersebut dan menemukan kain tradisional Sasirangan dan Pagatan. Dia bahkan melihat langsung proses pembuatan kain tersebut.

Vivi pun memboyong kain tradisional tersebut ke ajang New York Fashion Week 2018 dan  pagelaran fashion di London. Kini, dia udah punya butik di Indonesia dan Amerika Serikat.

Yang cukup unik dari Vivi adalah dia gak cuma memikirkan keuntungan dirinya semata. Vivi dikenal sangat akrab dengan pengrajin kain lokal. Dia mengedukasi ibu-ibu di daerah Kalimantan tersebut untuk menggunakan teknik baru dan membuka wawasan mereka agar bisa bersaing dengan kain fashion modern.

Sekarang, Vivi gak cuma aktif berbisnis di bidang fashion. Ia sering jadi pembicara di berbagai acara. Bahkan, dia pernah didapuk jadi juri di gelaran Hijab Hunt 2017 bersama Zaskia Sungkar dan Jennahara.

Vivi juga aktif membantu berbagai program pemerintah. Di antaranya adalah membantu menyusun program ekonomi kreatif UMKM Indonesia yang berbasis syariah. Malahan, di sela-sela kesibukannya, Vivi juga menjadi akuntan, mengaplikasikan ilmu yang ia dapat di perkuliahan.

Banyak hal yang bisa dijadikan bahan inspirasi dari perjalanan karir Vivi. Salah satunya adalah tekad buat mewujudkan passion. Meskipun punya kesempatan bagus buat jadi akuntan dan bahkan bekerja di Bank Indonesia, ia mau mulai dari bawah buat bekerja di bidang yang ia sukai.

Meski sempat dapat cibiran dengan pilhannya dan sempat merugi, Vivi mau belajar dan belajar memperbaiki apa salah. Hal inilah yang mendorong dia buat jadi seseorang yang kreatif dan inovatif. Hasilnya, abaya yang cukup asing buat wanita Indonesia pun akhirnya digemari. Ia berhasil memanfaatkan peluang usaha baru, yang bisa jadi, bakal jadi tren dan ditiru orang.

Kamu yang penasaran sama koleksi wanita berdarah Arab ini gak harus jauh-jauh datang ke New York karena butik Vivi juga ada di daerah Kemang Utara, Jakarta Selatan.