Ikutan Lelang Pengadaan Pemerintah Melalui LPSE, Ini Caranya

LPSE adalah kependekan dari Lelang Pengadaan Secara Elektronik, yaitu sebuah sistem terbaru yang mengakomodir aktivitas lelang pengadaan baik barang maupun jasa oleh pemerintah kepada berbagai perusahaan swasta dan BUMN.

Lelang ini dapat diikuti oleh siapa saja, perusahaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), usaha kecil menengah (UKM) maupun korporasi besar. Pengadaan dilakukan melalui sistem pengadaan elektronik yang terintegrasi. Biasanya setiap kementerian/lembaga di berbagai level pemerintahan, termasuk kabupaten/kota, provinsi dan pusat, memiliki sistem tersebut dan sudah terdaftar dalam situs lpse.lkpp.go.id.

Proses lelang proyek pengadaan barang dan jasa tersebut dilakukan oleh masing-masing lembaga sementara kebijakan pengadaannya diatur oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (disingkat LKPP). 

LKPP memiliki beberapa fungsi diantaranya menyusun dan merumus strategi serta penentuan kebijakan dan standar prosedur di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah termasuk pengadaan badan usaha dalam rangka kerjasama pemerintah dengan badan usaha, serta pembinaan dan pengembangan sistem informasi, pengawasan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

SPSE – Sistem Pengadaan Secara Elektronik

penawaran lain di elektronik city

Lelang pengadaan proyek tersebut dilakukan melalui sebuah sistem yang disebut SPSE atau sistem pengadaan secara elektronik. SPSE adalah aplikasi e-Procurement yang dikembangkan oleh LKPP untuk digunakan oleh LPSE di instansi pemerintah seluruh Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan dalam rangka efisiensi nasional karena tidak memerlukan biaya lisensi.

LKPP sebagai pengembang aplikasi ini masih terus berupaya agar seluruh instansi pemerintah dapat tergabung dalam sistem tersebut, maklum jumlah instansi hingga tingkat kabupaten/kota sangatlah banyak.

Melalui SPSE proses lelang dan proyek pengadaan dapat lebih mudah baik dari sisi pengawasan maupun perusahaan yang akan mengikuti lelang. Apa saja keunggulannya?

1. SIKaP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia)

Layanan di dalam SPSE terus berkembang, salah satu perkembangannya yakni kemunculan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) atau biasa juga disebut Vendor Management System (VMS).

VMS adalah aplikasi yang merupakan subsistem dari Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang digunakan untuk mengelola data/informasi mengenai riwayat kinerja dan/atau data kualifikasi Penyedia Barang/Jasa. 

Seiring perkembangannya, Kementerian Keuangan meluncurkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemenkeu Mobile, yaitu sebuah aplikasi berbasis android untuk mempermudah proses pengadaan barang/jasa (PBJ).

Aplikasi ponsel tersebut menjadi pendukung sistem aplikasi pengadaan yang sudah ada. Kemenkeu menjadi lembaga pertama yang melakukan pengadaan melalui aplikasi tersebut.

Melalui berbagai perkembangan tersebut, pemerintah terus mengembangkan agar proses PBJ dapat lebih transparan dan dapat dipercaya.

2. Dasar hukum

Proses pengadaan barang dan jasa sudah diatur berdasarkan Peraturan Presiden No. 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Maret 2018. Landasan hukum ini sudah direvisi sebanyak 4 kali sejak 2010.

Lalu, keberadaan LKPP sebagai Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) yang dikoordinasikan oleh Bappenas, dibentuk melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengembangan Barang/Jasa Pemerintah.

Tata Cara Mendaftar LPSE

Saat ingin mendaftarkan usaha, perusahaan yang kita daftarkan harus sudah berbentuk CV atau PT. Nah, ketika akan memasukkan nama perusahaan, kita harus terlebih dahulu memilih kementerian atau lembaga pemerintah mana yang ingin diikuti lelangnya. 

Mudahnya, tinggal melakukan pencarian di Google atau mesin pencari lain dengan memasukkan kata kunci LPSE diikuti kementerian/lembaga yang ingin kita daftarkan. Contoh, LPSE Kementerian Keuangan, LPSE Pemerintah Kota Bandung, LPSE Mahkamah Agung.

Selanjutnya, kita bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Login secara online

Proses login atau pendaftaran dilakukan secara daring atau online sehingga siapa pun perwakilan dari perusahaan kita dapat melakukannya.

Tata caranya mudah, pilihan untuk login selalu dapat ditemukan pada laman LPSE setiap lembaga, hanya perlu memperhatikan posisi letak menu login tersebut. Biasanya terletak di pojok kanan atas.

Apabila kita membuka menu langsung di laman www.lpse.lkpp.go.id Anda dapat memilih menu pendaftaran penyedia di samping menu login. Lalu akan ada proses konfirmasi via email.

2. Mengisi formulir

Setelah melakukan konfirmasi, kita harus mengisi formulir yang memuat mengenai detail perusahaan. Ikuti proses pengisian formulir hingga akhir sesuai prosedur.

3. Konfirmasi

Setelah itu akan ada konfirmasi lanjutan ke email yang menandakan proses tersebut berhasil dan Anda pun dapat mengikuti proses lelang proyek di lembaga pemerintah yang diinginkan. 

Hal-hal yang Diperhatikan sebelum Memilih Proyek Pengadaan

Perempuan fokus

Saat sudah memiliki akun untuk mendaftar di sejumlah proyek pengadaan pemerintah, kita harus tetap memperhatikan sejumlah hal terutama dari sisi persiapan sebelum mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Berikut sejumlah hal yang mesti diperhatikan tersebut. 

1. Detail proyek pengadaan

Setiap proyek pengadaan pemerintah tentu memiliki spesifikasi tersendiri sehingga perlu diperhatikan detail proyek yang disediakan dalam laman paket-paket lelang proyek.

Pastikan spesifikasi perusahaan cocok dengan standar yang dibutuhkan oleh lembaga yang bersangkutan. Selain itu, perhatikan pula nilai proyek yang ada, nilai proyek tersebut hanya merupakan acuan, saat perusahaan kita dapat memberikan nilai yang lebih baik, disarankan untuk melakukannya. 

2. Keterbukaan informasi

Keterbukaan informasi suatu perusahaan menjadi penting dalam lelang proyek yang dilakukan oleh pemerintah, hal ini lumrah, mengingat proses LPSE tersebut merupakan bagian dari semangat keterbukaan.

Oleh karenanya, kita harus menyediakan informasi terlengkap terkait profil perusahaan yang tersedia dan dapat diakses secara umum, seperti laman resmi yang informatif.

3. Kapasitas perusahaan

Mengukur diri menjadi kunci dalam mengambil proyek yang ditawarkan oleh pemerintah, sehingga sebelum memilih proyek pengadaan, pastikan kapasitas perusahaan mampu mengurus pengadaan tersebut.

Jangan sampai setelah terpilih, pengerjaan malah molor dan kepercayaan terhadap perusahaan akhirnya menghilang. Kuncinya dalam proyek pemerintah adalah trust atau kepercayaan, ketika trust hilang, maka keberlanjutan mendapatkan proyek pengadaan lainnya pun lenyap.

4. Portofolio proyek

Merupakan salah satu hal penting dalam menumbuhkan trust di awal proses lelang karena semakin banyak dan mumpuni proyek yang sudah dikerjakan, kepercayaan lembaga pemerintah tersebut akan turut meningkat.

Walaupun hasil akhirnya ditentukan oleh lembaga yang mengadakan lelang, portofolio proyek yang sudah pernah digarap menjadi salah satu faktor awal menumbuhkan kepercayaan.

5. Presentasi Proyek

Biasanya setelah proses lelang secara online dibuka, lembaga pengajuan lelang akan memilih sejumlah perusahaan yang dinilai sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Maka proses selanjutnya adalah presentasi proyek tersebut.

Kuncinya dalam presentasi proyek adalah dengarkan kebutuhan lembaga, bangun komunikasi interpersonal yang baik, bukan sekadar mempresentasikan apa yang dapat perusahaan kita lakukan.
Nah, itulah beberapa hal terkait layanan pengadaan secara elektronik. Semoga aplikasi LPSE ini, bisa bermanfaat, ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →