Luhut Panjaitan, Mantan Jenderal yang Sukses Jadi Pengusaha dan Menteri

Luhut Binsar Pandjaitan (FB Luhut Binsar Pandjaitan)

Luhut Panjaitan dikenal sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia dalam Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla, sejak 27 Juli 2016. Selain menjadi menteri, Luhut juga merupakan pengusaha sukses lho.

Bisa dibilang, jabatan ini punya peranan sangat penting. Pasalnya, dia memberi arahan kepada empat menteri. Mulai dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, hingga Menteri Pariwisata.

Padahal, Luhut Panjaitan mulanya cuma menjabat Kepala Staf Kepresidenan lho. Ia menjadi orang pertama yang menjabat Kepala Staf Kepresidenan (sejak 31 Desember 2014). Pasalnya, Kantor Staf Presiden baru dibentuk pertama kali pada era Presiden Jokowi.

Bisa jadi karena kepercayaan Presiden yang besar kepadanya, Luhut Panjaitan kemudian diserahi jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia pada 12 Agustus 2015. Mau gak mau ia memegang dua jabatan saat tersebut.

Luhut Panjaitan lalu berhenti dari jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan fokus dengan posisinya sebagai menteri. Rupanya posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia gak berlangsung lama.

Presiden mempercayakannya buat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia pada 27 Juli 2016. Sampai saat ini Luhut masih memegang jabatan tersebut.

Ternyata, di balik sosoknya yang selalu dipercaya presiden, ada kisah menarik mengenai Luhut Panjaitan. Seperti apa? Yuk disimak.

1. Dari Sumatera ke Jawa buat jadi tentara

(Facebook)

Luhut Binsar Panjaitan lahir di Huta Namora, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada 28 September 1947. Seperti yang diungkap Wikipedia, pria Batak ini adalah anak pertama dari lima bersaudara.

Lulus SMP, Luhut melanjutkan pendidikan dengan bersekolah di SMA Penabur Bandung. Ia pun kemudian memilih jadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1967. Ia termasuk salah satu lulusan terbaik saat itu.

2. Gabung ke Kopassus hingga menjadi jenderal

(Facebook)

Lulus dari Akabri, Luhut Panjaitan bergabung ke Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Selama menjadi tentara, Luhur punya karier yang cemerlang.

Ia menjadi Komandan Pertama Detasemen 81 yang bertugas menanggulangi teror didampingi Prabowo Subianto sebagai Wakil Komandan. Asal tahu aja nih. Luhut merupakan perintis Detasemen yang berdiri tahun 1981 ini.

Selain menjabat sebagai Komandan Detasemen 81, Luhut juga pernah memegang jabatan militer lainnya. Sebut aja Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) (1992-1993), Komandan Grup 3 Kopassus (1990-1992), dan Komandan Komando Resort Militer (Danrem) di Madiun (1993-1995).

Lalu dilanjutkan dengan menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) (1996-1997) dan Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD (1997-1998). Pangkat terakhir yang diraih Luhut adalah Jenderal Bintang Empat.

3. Jadi duta besar kemudian ditunjuk sebagai menteri

(Facebook)

Selepas berkarier di militer, Luhut Panjaitan diangkat menjadi Duta Besar di Singapura. Ia menerima jabatan ini pada masa Pemerintahan B.J. Habibie. Ia mulai menjabat sebagai duta besar dari tahun 1999 hingga 2000.

B.J. Habibie digantikan Abdurrahman Wahid. Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, posisi Menteri Perindustrian dan Perdagangan diserahkan kepada Luhut pada 2000. Sayangnya, jabatan ini diembannya cuma setahun karena Abdurrahman Wahid kena impeachment.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

4. Bangun banyak kerajaan bisnis lewat Toba Sejahtra

(Facebook)

Tiga tahun setelah gak berkarier di dunia politik, Luhut Panjaitan banting setir menjadi pengusaha. Ia mendirikan perusahaan yang diberi nama Toba Sejahtra pada 2004.

Perusahaan miliknya ini nantinya menjadi grup usaha (holding) dari beberapa perusahaan. Dikutip dari Bisnis, beberapa perusahaan yang jadi bagian dari Toba Sejahtra Group, di antaranya:

  • Toba Bara Sejahtra (TOBA)
  • Adimitra Baratama Nusantara
  • Indomining
  • Trisensa Mineral Utama
  • Kutai Energi
  • Energi Mineral Langgeng
  • Fairfield Indonesia
  • Pusaka Jaya Palu Power
  • Kartanegara Energi Perkasa
  • Perkebunan Kaltim Utama I
  • Tritunggal Sentra Buana
  • Admira Lestari
  • Smartias Indo Gemilang
  • Rakabu Sejahtra
  • Kabil Citranusa
  • Toba Pengembang Sejahtra

Kabar terakhir Luhut melepaskan kepemilikan saham atas Toba Sejahtra sebesar 90 persen pada 2017. Luhut pun kini cuma memiliki 9,9 persen di perusahaannya tersebut.

Itu tadi kisah Luhut Panjaitan yang mengawali kariernya sebagai tentara, pengusaha, dan sekarang menjadi menteri. Berkat pengalamannya yang banyak ditambah dengan menjadi menteri dan pengusaha bikin Luhut jadi menteri terkaya lho saat ini.

Dalam laporan LHKPN 2015, kekayaan Luhut tercatat mencapai Rp 660 miliar. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan kekayaan Gatot Nurmantyo. Salut deh buat Pak Luhut!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →