Manajemen: Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Jenis

cek nomor telkomsel

Manajemen adalah proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan segala sumber daya yang dimiliki. Dengan kata lain, adalah alat untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Nah, dalam praktiknya, manajemen akan memiliki cabang berdasarkan divisi dalam organisasi. Misalnya, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi, hingga manajemen keuangan. 

Lantas, hal-hal apa yang penting untuk menyokong sebuah manajemen yang baik? Pada artikel berikut Lifepal sudah menyiapkan informasi seputar fungsi, unsur, dan contoh manajemen.

Fungsi Manajemen

Manajemen difungsikan sebagai sistem yang diterapkan untuk tujuan-tujuan tertentu. Peran yang dihadirkan bisa bermacam-macam berdasarkan sudut pandang dan tahapan yang kita ambil. Apa saja, ya?

1. Perencanaan

Perencanaan sangat penting dalam proses manajemen. Seorang manajer punya tugas untuk menyusun kerangka kerja untuk masa depan lewat strategi yang sudah dirancang di awal, termasuk di antaranya rencana jangka panjang, rencana jangka menengah, dan rencana jangka pendek.

Rencana membuat komponen organisasi punya patokan dalam bekerja dan tidak keluar dari jalurnya sendiri. Pasalnya, hal ini mencerminkan gambaran detail dari visi perusahaan. 

2. Pengorganisasian

Bayangkan setiap pekerjaan adalah dokumen di dalam komputer yang begitu banyak. Supaya kita tidak pusing melihatnya, memasukkannya ke dalam folder tentu akan mempermudah pekerjaan. Kurang lebih seperti itu kerja fungsi ini. 

Pengorganisasian bekerja lewat penentuan kerja apa yang harus dilakukan, siapa yang harus mengerjakan, dan bagaimana harus dikerjakan.

3. Penempatan

Proses ini mirip dengan pengorganisasian, namun lebih terfokus pada sumber daya lain selain manusia. Misalnya saja peralatan kantor, alat produksi, dan lain-lain. Pastinya, sumber daya yang dimanfaatkan ini bertujuan mendukung pekerjaan karyawan dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

4. Pengarahan

Rencana adalah harapan yang dibarengi dengan kalkulasi peluang dan risiko. Sayangnya, suatu perencanaan tidak selalu berjalan seperti dalam proyeksi. Banyak faktor yang akan memberi dampak kepada realisasi dari perencanaan itu sendiri.

Dalam hal ini, manajer akan menjalankan fungsi pengarahan kepada bawahan agar bisa mencapai target dan rencana yang sudah dibuat di awal. Manajer pula yang harus memastikan apakah sumber daya perusahaan masih berjalan pada jalur yang ditargetkan.

5. Pengawasan

Setelah semua pekerjaan mencapai tenggat waktu yang ditulis dalam perencanaan, fungsi pengawasan perlu dijalankan untuk mengevaluasi hasil kerja. Apakah pekerjaan sudah sesuai dengan jalur? Apa saja yang yang perlu ditingkatkan pada periode tersebut? Pertanyaan ini harus bisa dijawab lewat pengawasan.

Unsur-Unsur di Dalam Sistem Manajemen

Proses manajemen memerlukan unsur-unsur pendukung agar bisa berjalan baik. Bila salah satu di antaranya tidak tersedia, tentu akan saling berpengaruh. Ibarat kaki yang pincang, jalan pun menjadi timpang.

1. Tenaga kerja

Manusia sebagai tenaga kerja adalah faktor terpenting. Pasalnya, semua fungsi dalam manajemen dikerjakan oleh unsur utama ini. 

2. Uang

Uang menjadi alat ukur keberhasilan suatu manajemen. Pasalnya, uang menjadi indikator rencana, dipakai untuk menjalankan proses manajemen, sampai menjadi indikator dalam evaluasi organisasi sebagai profit.

3. Material

Material atau bahan menentukan hasil dari suatu produk. Material yang baik akan menghasilkan produk akhir yang baik, begitu pula sebaliknya. Nah, peran manajer di sini penting untuk memastikan bahwa perusahaan menggunakan material yang terbaik.

Setidaknya, manajer juga harus mampu menyesuaikan kualitas material demi menghasilkan produk dengan harga jual yang kompetitif sesuai daya beli konsumen yang ditargetkan

4. Mesin

Mesin membantu kerja manusia untuk melakukan proses yang berulang dengan cepat. Mesin membantu kerja manajemen menjadi efisien,

5. Metode

Metode jadi peran penting dalam manajemen, sebagai pedoman melaksanakan suatu tugas.

6. Pasar

Pasar adalah komponen yang menjadi tujuan organisasi atau perusahaan. Unsur ini menentukan rancangan kerja di awal karena berperan sebagai kas masuk bagi organisasi.

Jenis-Jenis Manajemen

Untuk lebih dapat memahami tentang apa itu manajemen, ada baiknya kita mempelajari lewat contoh. Berikut ini adalah beberapa jenis manajemen dalam organisasi.

1. Manajemen pemasaran

perbedaan akuntansi manajemen

Manajemen pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha, melalui perencanaan, penentuan harga, promosi penjualan, dan distribusi barang/jasa. 

Manajemen dalam kaitannya dengan pemasaran harus berorientasi pada memasarkan produk. Organisasi harus memerhatikan peran unsur pasar di sini. Caranya dengan meriset hal apa yang diinginkan dan populer di pasar. 

Setelah itu, manajer akan menyesuaikannya dengan cara pemasaran barang. Misalnya, berapa harga yang sesuai di pasar, bagaimana mengemas merek produk agar mendapat citra positif, dan lain-lain. 

Tidak sampai di situ, peran manajemen pemasaran masih berlanjut sampai produk sudah dibeli. Langkah ini bertujuan menjaga keberlangsungan arus pembelian di masa depan. Jadi, organisasi harus memastikan bahwa konsumen yang telah membeli produk atau jasa merasa puas dan berpotensi menjadi pelanggan tetap. Biasanya tim organisasi akan melakukan survei terkait selera dan kebutuhan pembeli. 

2. Manajemen risiko

Manajemen risiko adalah proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari risiko di masa mendatang. Kehadiran manajemen risiko adalah bentuk antisipasi dari ketidakpastian bisnis.

Manajemen risiko bisa berupa manajemen operasional, yakni risiko yang ditanggung akibat kesalahan atau kegagalan unsur yang ada dalam organisasi. Misalnya saja kesalahan input dan penulisan, kerusakan sistem IT, atau juga faktor eksternal misalnya bencana alam.

Selain itu ada manajemen hazard, maksudnya adalah antisipasi dalam menghadapi sebuah kondisi perusahaan yang berpotensi bangkrut. Contohnya adalah ketidaksesuaian pelaksanaan dengan Standar Operational Procedure (SOP) kerja atau kasus korupsi. 

Ada juga manajemen risiko finansial, yaitu upaya meminimalkan risiko dari ketidakstabilan ekonomi atau nilai tukar. Terakhir, ada manajemen risiko strategis yang berkaitan dengan pengambilan keputusan.

3. Manajemen waktu

Manajemen waktu adalah upaya merencanakan, mengorganisasi, menggerakkan, dan mengawasi produktivitas waktu. Dalam pelaksanaannya, manajemen waktu dipakai untuk mengatur dan memastikan pekerjaan dilakukan dalam waktu yang diharapkan dalam perencanaan. Tujuannya adalah efisiensi dan efektivitas pekerjaan.

Nah, manfaat manajemen waktu ada banyak. Pertama, kita bisa membantu organisasi atau individu untuk menentukan prioritas dalam bekerja. Selain itu, kita bisa mengurangi penunda-nundaan dalam prosesnya juga.

Manajemen waktu membantu kita untuk mencegah terjadinya bentrok antara dua pekerjaan dan sebagai indikator dalam evaluasi suatu pekerjaan. 

Demikian seluk beluk tentang manajemen. Semoga informasi yang sudah kita dapatkan bermanfaat untuk kehidupan berorganisasi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →