Diprediksi Tembus Rp 85 Jutaan, Diduga Ini Penyebab Naiknya Harga Bitcoin

mata uang bitcoin

Lama gak terdengar kabarnya, mata uang Bitcoin diberitakan naik lagi harganya. Sempat terkapar di harga Rp 55 jutaan, harga Bitcoin belakangan ini melonjak hingga tembus di angka Rp 70 jutaan.

Tepatnya pada 1 April 2019 harga Bitcoin merangkak naik harganya dari Rp 58 jutaan menjadi Rp 73 jutaan per 7 April. Bayangkan aja dalam waktu tujuh hari, harga Bitcoin melesat dengan cepatnya.

Asal tahu aja nih, harga Bitcoin pada Desember 2017 pernah tembus di level Rp 207 jutaan lho. Banyak orang yang mendadak kaya karena harganya yang sempat Rp 200 jutaan. Walaupun begitu, gak sedikit juga yang alami kerugian ketika harganya merosot menjadi Rp 50 jutaan.

Nah, pertanyaannya adalah kira-kira apa ya yang menyebabkan harga mata uang Bitcoin kali ini naik? Berikut ini Moneysmart mencoba menjelaskannya dalam ulasan yang dikutip dari berbagai sumber.

Halving Day Bitcoin pada 2020 jadi pemicu naiknya harga mata uang Bitcoin

Rupanya isu Halving Day Bitcoin menjadi faktor naiknya harga mata uang Bitcoin belakangan ini. Isu berembus kencang di kalangan investor ataupun trader cryptocurrency di Indonesia.

Halving Day Bitcoin merupakan momen di mana terjadi pengurangan reward per blok Bitcoin separuhnya. Pengurangan tersebut biasanya terjadi setiap empat tahun sekali.

Reward yang dimaksud di sini adalah sejumlah Bitcoin yang diterima penambang atau miner Bitcoin. Dengan berkurangnya reward ini, harga Bitcoin diperkirakan bakal naik seperti sebelum-sebelumnya.

Harga mata uang Bitcoin diprediksi bisa berada di atas US$ 6.000 atau Rp 85 jutaan tahun ini

Dengan melesatnya harga mata uang Bitcoin belakangan ini, banyak analis yang menilai mata uang crypto ini bakal mengulang masa emasnya lagi. Malahan, harganya diprediksi bakal tembus US$ 6.000 atau Rp 85 jutaan.

Prediksi tersebut disampaikan Brian Kelly, pendiri sekaligus, CEO BKCM LLC. Buat informasi aja nih, BKCM LLC adalah sebuah perusahaan manajemen investasi yang fokus pada investasi cryptocurrency.

Dengan melihat indikator-indikator yang ada, Kelly berani mengatakan harga Bitcoin bakal terus menunjukkan tren kenaikan. Lain lagi dengan pandangan Arthur Hayes, CEO BitMEX, yang memprediksi harga Bitcoin bisa tembus US$ 10 ribu atau Rp 141 jutaan di tahun ini.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini udah mencapai US$ 91,09 miliar atau Rp 1.290 triliun

Per hari ini kapitalisasi pasar atau market cap Bitcoin telah berada di angka US$ 91,09 miliar atau Rp 1.290 triliun. Dari 2.500 lebih cryptocurrency yang beredar, Bitcoin menjadi mata uang crypto dengan kapitalisasi pasar tertinggi.

Di bawahnya ada Ethereum dengan kapitalisasi pasar US$ 18,66 miliar atau Rp 264 triliun, Ripple sebesar US$ 14,74 miliar atau Rp 208 triliun, Litecoin sebesar US$ 5,40 miliar atau Rp 76 triliun, dan Bitcoin Cash sebesar US$ 5,32 miliar atau Rp 75 triliun.

Pergerakan harga mata uang Bitcoin yang menanjak ini ternyata mendorong mata uang crypto ikut bergerak. Seperti yang terpantau di Investing, sering terjadi transaksi di mata uang dengan kapitalisasi pasar yang besar.

Beberapa yang terpantau adalah Ethereum, Ripple, Litecoin, Bitcoin Cash, EOS, Binance Coin, Stellar, hingga Bitcoin SV. Walaupun banyak yang menduga bahwa kenaikan harga cryptocurrency ini karena Halving Day Bitcoin, alasan kenapa Bitcoin naik sedemikian pesatnya sebenarnya belum diketahui dengan pasti.

Jadi, kita tunggu aja nih kabar terbarunya, apakah prediksi analis terbukti benar atau kenaikan Bitcoin saat ini cuma sesaat?

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →