Mau Cepat Dipanggil Interview Kerja? Terapkan 6 Jurus Ini

Gak sedikit di antara kamu yang ngelamar pekerjaan ke banyak perusahaan, tapi gak kunjung dipanggil interview kerja. Di sisi lain, malah ada yang langsung ditawarin sama perusahaan tanpa capek-capek ngelamar. Kok bisa ya?

Hal kayak gini memang bikin kita bete. Ya iyalah. Udah bikin desain CV keren-keren dengan harapan dipanggil interview kerja, panggilan itu gak kunjung datang sampai Lebaran Kuda. Sayang waktu, sayang tenaga.

Faktor penyebabnya ada banyak. Bisa jadi pelamar untuk posisi dan perusahaan yang kamu incar ada buanyaak. Alhasil, pihak manajemen pun pusing untuk menyeleksi kandidat yang cocok.

Tapi ada juga penyebab lain yang mengakibatkan kamu lama dipanggil interview kerja. Bisa jadi ini salah kamu sendiri. Mungkin kamu lupa atau lalai melakukan beberapa hal yang akhirnya merugikan dirimu sendiri.

[Baca: Susah Cari Kerja? Mungkin Kamu Khilaf Belum Manfaatin Dunia Digital]

Biar gak rugi waktu, tenaga, dan uang nungguin panggilan kerja yang tak kunjung datang, terapkan enam jurus ampuh ini.

1. Biarkan orang lain tahu kamu nyari lowongan

interview kerja
Update status pekerjaanmu di LinkedIn, biar orang-orang tahu (mashable)

Cara ini efektif untuk dilakukan dengan bantuan LinkedIn. Coba cek deh di profilmu, pasti ada foto, nama, dan di bawahnya ada kolom headline yang digunakan buat mendeskripsikan jabatan dan tempat kerjamu, bukan?

Di kolom headline, jangan ragu untuk menuliskan kalimat yang menunjukkan kalau kamu lagi butuh pekerjaan. Atau bisa juga kamu mem-posting status di homepage yang menyatakan kalau kamu mencari pekerjaan baru.

Dengan melakukan hal ini, maka orang-orang yang ada di dalam network-mu bakal tahu kalau kamu sedang cari lowongan kerja. Gak menutup kemungkinan mereka bakal merekomendasikanmu untuk melamar di perusahaan tempatnya bekerja.

2. Jangan alay di medsos

Bila kamu tergolong kids jaman now, kendalikan media sosialmu dengan baik. Gak usah posting yang aneh-aneh ya. Zaman sudah canggih, para tim rekrutmen HRD tentu gak gaptek atau katro buat cari tahu latar belakangmu lewat media sosial..

Dengan mengunjungi situs Pipl, mereka bisa mencari informasi tentangmu dengan mudah lho. Situs itu juga bisa melacak medsos apa saja yang kamu punya.

Malu dong kalau kamu ngelamar jadi marketing manager yang di CV udah ganteng, keren, dan modis, eh tapi foto Instagramnya malah screenshot chat berantem sama pacar. Malu-maluin dong bos!

[Baca: Cari Kerja Susah? Jangan-Jangan Kamu Melakukan 4 Kesalahan Ini]

3.  Berteman dengan tim HRD di perusahaan lain via LinkedIn

interview kerja
Banyak-banyakin temen di dunia maya, terutama yang profesional ya (feedster)

Berteman gak mesti harus nongkrong-nongkrong bareng dulu. Berteman di LinkedIn juga bisa kan?

Tim HRD, khususnya yang bagian rekrutmen umumnya bakal bagi-bagi info soal lowongan lewat status yang mereka tulis. Nah, ketika memang lowongan itu pas buat kamu, gak usah ragu deh. Komen aja langsung dengan promosiin page LinkedIn kamu.

Selain itu, gak ada salahnya juga untuk aktif nanya-nanya soal lowongan kerja yang sedang dibuka. Barangkali ada yang cocok kan.

4. Jangan cuma bergantung sama satu situs pencari kerja

Cuma ngandelin Jobstreet untuk cari lowongan? Pantesan aja gak dipanggil interview kerja.

Masih banyak lho situs yang bisa kamu manfaatkan. Jobstreet memang masih nomor satu, tapi masih ada situs lowongan kerja lain kayak yaitu Jobsdb, Glassdoor, Indeed, Jobsid, Glints, Job-Like, dan job-job yang lainnya.

Jangan males bikin akun ya. Karier terbaik itu demi masa depanmu juga lho.

5. Apply juga lewat website perusahaan

interview kerja
Daftar ke semua situs lowongan kerja, semuaa! (linkedIn)

Ketika browsing di situs pencari kerja, tiba-tiba nemu lowongan kerja di perusahaan A ini yang jabatannya sesuai banget. Langsung apply di sana, dan jangan lupa juga apply di website perusahaannya.

Bila kamu menemukan email HRD perusahaan tersebut, email lagi deh. Kenapa harus begitu? Karena jika perusahaan tersebut menerima banyak lamaran darimu dari jalur-jalur yang berbeda, mereka bakal berpikir kalau kamu memang kandidat yang serius.

Selain itu, ini juga memperbesar peluang lamaranmu sampai dan dibaca oleh pihak perusahaan. Yang ngelamar kan gak cuma kamu toh?

Tinggal tunggu email balesan email dari mereka deh. Atau syukur-syukur langsung dipanggil interview kerja.

6. Gunakan jasa headhunter atau konsultan rekrutmen bila perlu

Headhunter sejatinya bakal menjadi perantara antara pelamar dan perusahaan yang buka lowongan kerja. Kamu bisa menghubungi mereka via LinkedIn, tapi harus tahu dulu ya perusahaan headhunter yang memang bonafit.

Atau kalau memang gak mau ribet, kamu bisa cari lewat situs pencari kerja. Bila perusahaan seperti Michael Page, Reeracoen, atau Monroe Consulting Group buka lowongan kerja untuk posisi yang cocok buatmu, apply saja. Kalau memang cocok, nanti mereka akan telepon kamu kok.

So, sudah gak bingung lagi kan kalau gak dipanggil interview kerja? Mungkin kamu belum menerapkan salah satu dari jurus di atas. Tapi mumpung masih muda, kesempatanmu masih terbuka lebar kok. Yuk dicoba lagi!

[Baca: 7 Kesalahan dalam Karier yang Harus Dilakukan di Usia 20-an]