5 Rahasia Sukses Bos Wardah, Nurhayati Subakat yang Omzetnya Miliaran

nurhayati subakat

Di awal Mei lalu, bos perusahaan kecantikan Wardah, Nurhayati Subakat, masuk ke dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh versi Forbes Asia. Penilaian Forbes tentunya gak cuma berkutat dari berapa laba yang bisa dihasilkan oleh Nurhayati, melainkan juga inovasi produknya.

Dalam mendirikan Wardah, perjuangan perempuan kelahiran Padang pada 1950 itu emang patut diapresiasi. Bayangin aja, sebagai seorang ibu tentunya dia pengin fokus membesarkan putra-putrinya dengan penuh kasih sayang. Namun di sisi lain, dia dituntut jadi pengusaha profesional.

Meski demikian, bu Nurhayati bisa membuktikan bahwa dirinya sanggup mengemban dua tanggung jawab itu sekaligus. Ketiga anaknya pun berhasil lulus dari universitas ternama di Indonesia dan akhirnya bekerja dengannya, sementara itu Nurhayati berhasil menahkodai PT Paragon Technology and Innovation hingga produknya menyabet banyak penghargaan.

PT Paragon Techology and Innovation (PTI) yang didirikan pada 1985 silam telah menjadi salah satu raksasa produk kecantikan di Indonesia. Beberapa merek yang berada di bawah naungan perusahaan ini adalah Wardah, Make Over, Emina, Puteri, dan IX.

Produk-produk mereka juga mendunia, gak cuma dijual di Indonesia. Kamu bisa menemukan kosmetik ini di Malaysia dan Bangladesh. Pada 2015, dikabarkan bahwa omzet perusahaan ini ada di angka Rp 200 miliar per bulan!

Gimana sih rahasianya bu Nurhayati Subakat ini bisa sukses sebagai pengusaha yang diakui Forbes, sekaligus seorang ibu yang membanggakan putra-putrinya? Mari kita simak tips sukses dari beliau di bawah ini.

1. Nurhayati Subakat berbisnis demi anak

nurhayati subakat
Selain brandnya tenar, pemiliknya juga jadi tenar (Metrotvnews)

Percaya gak percaya, usaha yang didirikan Nurhayati Subakat merupakan dorongan dari sang anak. Mereka kerap memprotes aktivitas sang ibu yang menurutnya terlalu sibuk kerja.

Sejatinya, Nurhayati adalah seorang wanita karier yang bekerja sebagai salah satu Quality Control Manager di perusahaan produk perawatan rambut, PT Wella. Lulusan Farmasi ITB itu dulu berkantor di Bogor sementara itu rumahnya di Tangerang. Bayangin jauhnya kayak apa.

Dia pun gak pernah punya waktu buat para buah hatinya. Setiap kali pengin berangkat kerja, udah pasti Nurhayati diomeli sang anak meski dirinya juga sering memandikannya tiap pagi, hingga mengantar sekolah.  

Itulah yang bikin Nurhayati akhirnya resign dari pekerjaannya dan fokus berbisnis. Nurhayati berpikir, dirinya harus punya waktu yang fleksibel dengan anak namun tetap bisa menghasilkan uang, oleh karena itu satu-satunya cara ya berbisnis.

2. Mulai dari usaha kecil dengan konsep B2B

Apakah Nurhayati Subakat langsung mendirikan pabrik kosmetik besar? Tentu aja gak. Yang dia dirikan pertama kali cumalah produk usaha rumahan.

Modal utamanya buat berbisnis adalah pengalamannya sebagai QC Manager, koneksi-koneksinya ke para supplier, rumah, dan mobil. Konon kabarnya Nurhayati juga menerima kredit dari koneksi-koneksinya itu.

Dalam menjalankan bisnis, Nurhayati memilih buat mulai dari kecil-kecilan aja dan menggunakan prinsip ATM. Apa itu ATM? Automatic Teller Machine kah? Tentu aja bukan.

ATM yang dimaksud Nurhayati adalah singkatan dari amati, tiru, dan modifikasi. Intinya walaupun berbisnis produk kecantikan dia gak lantas meniru kompetitor, namun juga berinovasi. Karena gak ada satu pun bisnis yang bisa sukses secara instan.

Tepat pada 1985, dia mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu dengan produk pertamanya yaitu sampo merek Putri. Sistem penjualannya menggunakan konsep B2B (business to business). Sederhananya, metode penjualan ini dilakukan dengan ditawarkan secara door to door dari salon ke salon. Karyawannya juga cuma satu yaitu pembantunya sendiri.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Apa sih sebenarnya untungnya berbisnis dengan konsep B2B itu?

Target pasar B2B bukan perorangan melainkan pemilik usaha, seperti Nurhayati jual sampo ke salon. Dengan menggunakan konsep ini, maka keuntungan yang diraup lebih besar. Salon kalau beli sampo kan gak cuma satu, ya gak?

Pada awalnya, Nurhayati mengaku bahwa produk itu sulit terjual lantaran sulitnya mendapat kepercayaan. Tapi lambat laun, produk itu pun laris.

3. Gak pernah patah semangat walau rugi bandar

nurhayati subakat
Pemilihan brand ambassador Wardah pun dilakukan dengan cukup cermat, alhasil produk ini bisa booming (Kompas)

Tentu aja Nurhayati Subakat gak langsung sukses. Dia juga merugi. Ketika usahanya sedang naik daun dan dia pengin mengembangkan jadi lebih besar lagi, tempat usahanya malah terbakar. Belum lagi dia juga sedang memiliki utang dengan bank buat pembelian mobil boks.

Peristiwa itu nyaris bikin Nurhayati patah arang. Dia hampir aja pengin berhenti jadi pengusaha karena musibah tersebut.

Tapi dirinya sadar, jika dia sampai banting stir, maka karyawannya bakal kehilangan pekerjaan. Atas dasar tanggung jawab itulah, Nurhayati kembali merintis usaha mulai dari nol lagi. Dia kembali menghubungi koneksi-koneksinya buat membangun ulang perusahaannya.

4. Bikin produk dengan sertifikasi halal

Pada 1995, dia pun meluncurkan produk Wardah yang akhirnya jadi terkenal banget. Wardah pun menjadi pionir kosmetik berlabel halal.

Awalnya, Nurhayati kerap dikritik banyak orang akibat sertifikasi halal ini. Salah satunya, dia dianggap telah menjual agama.

Nurhayati menjelaskan bahwa kosmetik halal bukan berarti kosmetik itu cuma ditujukan buat perempuan Muslim aja. Halal lebih diartikan sebagai produk yang “aman.”

Tapi secara gak langsung, label halal pada kosmetik pada saat itu cukup menarik perhatian para konsumen Muslimah. Dan pada 2002, Wardah telah masuk ke dalam dunia retail. Pabrik Wardah yang ada di Cibodas akhirnya direlokasi ke Jatake, Tangerang.

Di tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu pun berubah nama jadi PT Paragon Technology and Innovation. Di saat itulah Nurhayati mulai mengembangkan produk-produk lain, hingga menyediakan jasa buat perusahaan lain.

Seiring dengan berjalannya waktu, merek Wardah pun makin terkenal di pasaran. Produk itu menyabet segudang penghargaan. Sebut aja seperti Indonesian Original Brand, hingga Top Brand Award.

5. Punya program marketing yang luar biasa

nurhayati subakat
Jakarta Fashion Week (Kompas)

Tanpa sebuah pemasaran yang hebat, mustahil produk yang berkualitas bisa laku ke masyarakat.

Wardah kerap jadi sponsor-sponsor gelaran fashion dalam negeri maupun internasional. Sebut aja seperti Jakarta Fashion Week dan Asia Islamic Fashion Week di Malaysia.

Produk ini juga mendekatkan diri ke komunitas-komunitas hijabers. Hal itu pun kian memperkuat eksistensi brand Wardah di mata masyarakat. Mereka juga meng-endorse sejumlah selebriti seperti Inneke Koesherawati, Dian Pelangi, Lisa Namuri, Ria Miranda, Zaskia Sungkar, dan Tatjana Saphira.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Eksistensi mereka juga gak cuma komunitas dan fashion lho. Wardah juga telah memilih brand ambassador dari dunia musik, namanya Tulus. Pasti kamu kenal dong. Mungkin aja, mereka berambisi buat menjadikan fans-fansnya Tulus jadi konsumen Wardah.

Itulah resep sukses Nurhayati Subakat dalam mengembangkan bisnis. Intinya, siapapun kamu, apakah ibu rumah tangga, ayah, atau bahkan karyawan kantoran, kamu pasti bisa memiliki bisnis jika siap berjuang.

Ingat kalau kesuksesan yang dialami Nurhayati gak sekejap mata, melainkan dirintis bertahun-tahun. Lihat aja, dia udah memulai usaha sejak 1985 silam dan baru mencicipi keberhasilan di tahun 2000an setelah jatuh bangun.

Tentu aja, cuma mereka yang bermental pengusaha yang bisa melakukan hal itu.  Dan Nurhayati Subakat termasuk salah satu di antaranya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →