Makna Merger dan Kepentingan di Baliknya bagi Perusahaan

Pria berbisnis

Di dalam dunia bisnis, merger adalah penggabungan atau penyatuan beberapa bisnis. Merger menjadi bukti bahwa sebuah instansi usaha dinilai kuat dan sedang berkembang di sektornya. 

Langkah penggabungan ini umumnya dilakukan untuk memperbesar skala bisnis dan memperluas jaringan usahanya. 

Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang produksi kebutuhan sehari-hari menghasilkan produk peralatan rumah tangga. Demi memperbesar dan memperkuat posisi perusahaan di industri tersebut, pihak manajemen perusahaan melakukan merger dengan sebuah perusahaan furnitur. Diversifikasi usaha dari perusahaan tersebut akhirnya semakin luas. 

Untuk memahaminya lebih lanjut, mari kita simak informasi yang Lifepal sudah rangkum berikut. 

Definisi Merger

Merger dalam bahasa Indonesia diartikan penggabungan atau penyatuan. Merger amat dekat dengan bidang usaha sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Berikut definisi merger yang Lifepal kumpulkan dari sejumlah sumber. 

  • Merger adalah penyatuan dua atau lebih banyak rumah bisnis untuk membentuk entitas yang baru. Ini mengarah pada pembubaran satu atau beberapa entitas untuk diserap ke dalam usaha lain yang skala bisnisnya relatif lebih besar.
  • Merger adalah kombinasi dari dua perusahaan menjadi satu dengan menutup entitas lama menjadi satu entitas baru atau dengan satu perusahaan menyerap yang lain. Dengan kata lain, dua atau lebih perusahaan dikonsolidasikan ke dalam satu perusahaan.
  • Merger adalah kegiatan keuangan yang dilakukan di berbagai industri: perawatan kesehatan, lembaga keuangan, investasi swasta, industri, dan banyak lagi. 
  • Merger adalah kombinasi dari satu atau lebih korporasi, LLC, atau entitas bisnis lain menjadi satu entitas bisnis tunggal. Bergabungnya dua atau lebih perusahaan ini untuk mencapai efisiensi skala dan produktivitas yang lebih besar. 
  • Penggabungan dua korporasi menjadi satu. Sebagai contoh, misalkan Perusahaan A dan Perusahaan B bergabung menjadi satu organisasi. Untuk melakukan ini, Perusahaan A, yang disebut perusahaan yang selamat, mengambil alih semua aset dan kewajiban Perusahaan B yang mana sudah tidak ada lagi. Perusahaan yang selamat menjadi pihak yang menggunakan nama perusahaan yang lama atau membuat yang baru.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa merger adalah penggabungan dua usaha menjadi satu organisasi. Alasan penggabungan usaha didorong banyak faktor, mulai dari pengembangan bisnis, menyelamatkan sebuah perusahaan, investasi dan alasan yang muaranya untuk mendapatkan profit lebih besar dan konsisten. 

Jenis-Jenis Merger

Melihat jenis2

Ada dua jenis utama merger yang dikenal secara umum saat ini, yakni merger horizontal dan vertikal. 

Para pengusaha yang memutuskan untuk melakukan merger, biasanya terdorong oleh keinginan untuk mengefisiensikan kondisi keuangan perusahaan untuk kemudian menciptakan organisasi yang lebih bermanfaat baik untuk pemegang saham maupun bagi konsumen. 

1. Merger horizontal

Merger horizontal terjadi ketika dua bisnis dalam industri yang sama bergabung menjadi satu. Jenis kombinasi ini dapat menyebabkan masalah, misalnya antitrust pada industrinya. Misalnya, dua perusahaan otomotif dunia melakukan merger. Artinya kedua bisnis ini akan sinergi dalam segala hal mulai dari teknologi hingga pemasaran. 

Merger kedua perusahaan yang memiliki produk sama ini kerap menimbulkan persoalan di kemudian hari, seperti mengganggu aturan soal monopoli pasar hingga antitrust

2. Merger vertikal 

Merger vertikal terjadi ketika dua bisnis dalam rantai nilai atau rantai pasokan yang sama memutuskan untuk bergabung, misalnya restoran hamburger bisa bergabung dengan peternakan sapi.

3. Merger konglomerasi 

Merger konglomerasi adalah suatu jenis integrasi bisnis, di mana perusahaan yang bergabung tidak terkait satu sama lain.  Dalam merger konglomerasi ini, dua atau lebih perusahaan yang beroperasi di lini bisnis yang berbeda bergabung di bawah satu perusahaan unggulan. Selanjutnya dibagi menjadi konglomerasi manajerial, konglomerasi keuangan, dan konglomerasi konsentris.

4. Merger co-generic

Merger co-generic adalah ketika perusahaan yang menjalani merger beroperasi dalam industri yang sama atau terkait. Namun, mereka tidak menawarkan produk yang sama. Perusahaan yang diakuisisi dan target berbagi saluran distribusi yang sama.

5. Merger reserve atau merger cadangan

Merger reserve atau merger cadangan adalah penggabungan dua entitas bisnis yang ditandai dengan perusahaan publik diambil alih oleh perusahaan swasta sehingga memberikan peluang, kepada perusahaan swasta untuk go public dan terdaftar di bursa saham tanpa melalui proses yang rumit dan panjang. 

Dalam jenis penggabungan ini, perusahaan sebelumnya tidak terdaftar mendapatkan saham mayoritas di dalam perusahaan yang telah terdaftar.

Keuntungan Perusahaan Melakukan Merger

Bisnis untung.

Penggabungan bisnis membuat pengusaha memasuki pasar baru. Hal ini dinilai menguntungkan sebuah perusahaan yang memang berencana untuk memperluas target pasar dengan satu produk. 

Alasan inilah yang mendorong perusahaan untuk melakukan aksi korporasi dengan cara merger dan akuisisi. Selain memperluas pasar, ada sejumlah keuntungan dari merger yang dilakukan sebuah perusahaan. Berikut perinciannya. 

  • Menjangkau lebih banyak pelanggan. 
  • Mempersempit ruang gerak pesaing. 
  • Mengisi kekosongan dalam kemampuan perusahaan. 
  • Menempatkan perusahaan di jalur cepat untuk menjadi lebih kompetitif. 
  • Memiliki mitra pelengkap. 
  • Mendapat produk baru.  
  • Memperluas saluran distribusi
  • Memperkaya pengetahuan teknis dan infrastruktur, serta cash flow
  • Mendorong kita ke tingkat kesuksesan baru. 
  • Mendapat ide bisnis baru. 

Sebelum dan Setelah Melakukan Merger

Bagi para pemilik bisnis yang bermimpi membangun perusahaan yang lebih sukses, memilih cara penggabungan dengan perusahaan lain dapat menjadi langkah membuka peluang baru. Melalui pertimbangan yang tepat, kesempatan perluasan bisnis menjadi makin terbuka. 

Tips dari Lifepal, pilihlah kandidat terbaik untuk merger bagi perusahaan kita. Lihat perusahaan tersebut dari sisi strategis, apakah cocok dengan perusahaan kita. 

Apabila perusahaan tersebut memiliki sesuatu yang kita inginkan  dan tidak dapat ditemukan di tempat lain, misalnya terkait kualitas produk atau saluran distribusi yang unik, kita pun bisa mempertimbangkannya.

Sebelum memutuskan untuk melakukan merger, ada baiknya pebisnis mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut. 

  • Mengetahui nilai bisnis perusahaan yang ditargetkan.
  • Pilih perusahaan yang tepat untuk diakuisisi. 
  • Gunakan jasa profesional yang kompeten, yakni pihak ketiga, seperti pengacara, akuntan, broker bisnis. 
  • Ajukan pertanyaan sulit dan kenali perusahaan lain di semua level. 

Apabila sudah yakin untuk melakukan merger, kita harus segera mengevaluasi bisnis perusahaan tersebut. Kemudian merancang bisnis yang baru dengan perusahaan yang telah diakuisisi. 

Lifepal memberikan panduan apa yang harus dilakukan setelah kita melakukan merger perusahaan, berikut perinciannya. 

  • Perhatikan neraca keuangan perusahaan secara keseluruhan. 
  • Pilih-pilih produk, buang produk yang dinilai berkinerja buruk.
  • Hentikan transaksi yang melibatkan pegawai dari dalam perusahaan, misalnya menyewa properti dari perusahaan yang dimiliki kolega, keluarga, atau karyawan kita.
  • Potong manfaat yang dinilai berlebihan.
  • Pastikan kita membayar pajak.
  • Memiliki setidaknya dua tahun laporan keuangan yang telah melalui proses audit.

Perbedaan Merger dengan Aksi Korporasi Lain 

perbedaan badan usaha

Merger adalah aksi korporasi yang dilakukan sebuah perusahaan. Ada beberapa jenis merger, antara lain konsolidasi, akuisisi, dan penggabungan. 

Unsur pembeda dari tiap jenis merger terletak pada status pemegang saham dan prosedur hukumnya. Lalu apa saja yang membedakan merger dengan aksi korporasi lain? 

1. Konsolidasi 

Dalam hal ini, ada tiga perusahaan yang terlibat dalam sebuah bisnis. Sebut saja Perusahaan A, Perusahaan B, dan Perusahaan C. 

Perusahaan A dan Perusahaan B bergabung bersama untuk membentuk skala bisnis baru. Selanjutnya, Perusahaan C bergabung dan membentuk perusahaan baru yang dikenal sebagai perusahaan penerus atas Perusahaan A dan Perusahaan B. 

2. Akuisisi 

Perusahaan A mengambil alih perusahaan B tanpa melakukan merger atau konsolidasi. Ini dapat dilakukan dengan membeli 51 persen saham atau lebih. Dalam akuisisi aset, Perusahaan A membeli sebagian besar atau seluruh aset Perusahaan B. Tidak seperti merger atau konsolidasi, akuisisi tidak mengharuskan perusahaan A untuk menanggung kewajiban B.

3. Amalgamasi 

Perusahaan A mengambil alih Perusahaan B dan mungkin beberapa perusahaan lainnya juga. Upaya ini dapat dilakukan melalui merger, konsolidasi, atau akuisisi.  

Keputusan perusahaan untuk melakukan merger tidak selalu didasari kebutuhan urgen yang bertujuan menyelamatkan perusahaan, namun kebijakan ini pun mengandung makna yang positif.

Melalui langkah penggabungan ini, selain memperkokoh reputasi perusahaan utama, kepercayaan publik untuk memilih produk perusahaan kita pun makin meningkat.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →