Sayang Sih, Tapi Jangan Meminjamkan Uang ke Pacar! Kecuali…

Meminjamkan uang ke pacar

Boleh gak sih meminjamkan uang ke pasangan alias pacar? Kalau hanya meminjam uang parkir sebesar Rp 2.000-3.000 cincai lah ya! Tapi, kalau sampai ratusan ribu hingga jutaan?

Urusan uang memang kadang membingungkan. Apalagi, terkait orang yang kita sayang. Mau meminjamkan tapi kok jadi was-was. Terlebih, jika hubungan baru seumur jagung. Galau pula gimana cara nagihnya. Takutnya, salah-salah ucap bisa jadi perkara.

Tapi, kalau tidak meminjamkan juga mana tega. Nanti dianggap tidak percaya. Padahal, salah satu fondasi hubungan kan kepercayaan. Waduh, gimana dong?

Wajar aja dilema, uang bisa menjadi topik sensitif yang merusak hubungan. Bukan uangnya yang salah, tapi penggunaanya. Apalagi, urusan utang-piutang.

Coba cek di sekeliling, ada gak hubungan pertemanan yang kandas karena utang tak kunjung lunas? Kamu pun pasti gak mau hubungan dengan pasangan bernasib serupa kan.

Sebetulnya, boleh-boleh aja meminjamkan uang pada pasangan, asal kalian telah memenuhi tiga kondisi ini:

1. Kamu tahu secara jelas alasan si dia

Alasan pacar meminjam uang
Alasan pacar meminjam uang

Sebelum menjanjikan akan memberi pinjaman, analisa dulu alasan ia meminjam. Idealnya, pasanganmu akan menceritakan terlebih dulu kondisi dan situasinya sehingga ia harus berutang. Tapi, jika tidak, jangan ragu buat bertanya sampai kamu paham.

Gak mau dong memberi pinjaman hingga ratusan ribu cuma buat nambahin dana dia beli sepatu baru. Ya, kalau buat kebutuhan konsumtif sebaiknya nabung aja dulu.

Tapi kalau ternyata dia mengalami kondisi darurat seperti anggota keluarganya sakit atau hal lainnya, baru bisa kamu pertimbangkan.

2. Sepakati aturan pengembalian utang

Sepakati pengembalian utang
Sepakati pengembalian utang

Berhubung kalian belum menikah, harta pribadi masih 100 persen milik masing-masing. Jadi, gak perlu merasa gak enak untuk memastikan utang dapat dibayar lunas. Kamu justru wajib membicarakan hal ini dengannya.

Setidaknya kamu harus tahu kapan utang akan dibayar dan bagaimana cara pembayarannya. Bisa dengan diangsur atau secara tunai.

Sampaikan juga kondisi-kondisi terkait uang yang dipinjamkan. Misalnya, sebulan lagi uang akan dipakai bayar kosan sehingga sebaiknya dikembalikan sebelum itu. Komunikasikan hal ini dengan sopan tanpa maksud merendahkan.

3. Cari solusi alternatif

Cari solusi alternatif
Cari solusi alternatif

Sebelum buru-buru memberikan pinjaman, coba diskusikan dulu. Barangkali ada solusi lain yang bisa ditempuh. Misalnya, jika ia meminjam uang gara-gara baru kehilangan pekerjaan.

Alih-alih terus-terusan mensubsidi biaya hidupnya, kamu bisa membantu mencarikan informasi lowongan pekerjaan atau membuka networking buat si pacar. Dengan begitu, ia pun gak lantas jadi bergantung padamu.  

Sekali dua kali boleh, tapi kalau keseringan waspadalah!

Sebaiknya, hanya pinjamkan uang jika pasangan mengalami kondisi darurat. Pasalnya, jika pasangan berutang terus-menerus, ini bisa jadi indikasi ketidakmampuannya mengelola keuangan. Kamu tentu gak mau jadi mesin ATM berjalannya kan?

Ingat! Meminjamkan uang pada pacar harus siap dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Misalnya, saat hubungan kalian memburuk hingga berpisah, kamu jadi makin sulit menagih dia membayar utang-utangnya.

Jangan salah, kasus ini pernah dialami banyak orang lho. Salah satunya, sebut saja Mira. Sewaktu masih berstatus pacar, pasangannya yang baru saja kehilangan pekerjaan jadi rutin meminjam uang padanya.

Seperti tabungan, sedikit-sedikit utang juga bisa jadi bukit. Sampai saat keduanya putus, Mira baru sadar utang mantan kekasihnya itu sudah membengkak hingga Rp 10 juta.

Saat ingin menagih, mantannya justru memberi ancaman yang tidak-tidak. Alhasil, karena gak mau memperpanjang urusan, Mira harus merelakan duitnya begitu aja. Miris, kan?

Sebagai tambahan, jika uang yang dipinjamkan bernominal besar seperti puluhan atau bahkan ratusan juta, pastikan membuat surat perjanjian tertulis atas kesepakatan bersama. Surat ini akan berlaku secara hukum perdata sebagai antisipasi jika hal-hal tak diinginkan.

Kalau kamu mau meminjamkan uang ke pasangan nggak?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →