Alasan Motor Bekas Masih Dinilai Tinggi di Indonesia

Motor Bekas Masih Dinilai Tinggi di Indonesia

Motor bekas adalah kendaraan roda dua yang sudah pernah digunakan kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Harga motor bekas di Indonesia dipengaruhi oleh jenis kendaraan, merek kendaraan, dan tahun produksi kendaraan.

Motor Bekas Indonesia

Tidak berbeda jauh dengan mobil, harga motor pun mengalami depresiasi atau penyusutan nilai antara 10-20 persen per tahun. Sebagai contoh jika Anda membeli Honda Beat CW pada tahun 2019 seharga Rp15 juta, kemudian terjadi penyusutan nilai sebesar 10 persen, maka setahun kemudian harganya akan turun menjadi Rp13,5 jutaan.

Akan tetapi, harga jual motor bekas masih bisa tinggi asalkan terdapat kelengkapan dokumen. Kondisi motor pun akan menjadi pertimbangan, apakah masih standar (orisinal) atau sudah mengalami modifikasi tertentu. Bahkan, untuk motor lawas tahun 90-an ke atas yang berkondisi baik masih memiliki harga yang mampu melambung dan menjadi buruan para kolektor.

Alasan Motor Bekas di Indonesia Masih Laku 

Alasan Motor Bekas Masih Laku 

Bagi masyarakat yang ingin membeli motor dengan dana yang terbatas, motor bekas menjadi alternatif terbaik. Masyarakat yang sudah melek finansial biasanya menghindari kredit motor dan lebih memilih membeli motor bekas.

Meskipun demikian, membeli motor bekas bukan tanpa risiko. Kondisi motor bekas jelas sudah berbeda dengan kondisinya pada saat baru. Calon pembeli harus mampu menyadari jika terdapat kerusakan tertentu.

Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan baik-baik ketika membeli motor bekas. Setidaknya sebagai awalan, Anda perlu menyiapkan dana sekitar 10 persen dari harga jual rata-rata motor bekas tersebut untuk biaya perbaikan dan penggantian suku cadang.

Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Motor Bekas 

Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Motor Bekas 

Secara nominal, membeli motor bekas memang lebih menguntungkan. Harga yang ditawarkan lebih murah meskipun tidak disertai dengan adanya jaminan kualitas produk. Risiko tersebut bisa dihindari jika Anda memahami bagaimana memilih motor bekas murah dan berkualitas. 

Agar tidak mengalami kerugian finansial terlalu besar, ada beberapa tips yang bisa Anda simak berikut ini:

1. Membeli motor bekas di tempat yang tepercaya

Ketika membeli motor bekas, Anda dihadapkan dengan dua pilihan. Apakah ingin membeli di showroom penjualan motor bekas atau langsung menemui penjual. 

Sebenarnya akan lebih baik jika Anda membeli kepada pemiliknya langsung. Hanya saja hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari pencarian motor, survei harga, pemeriksaan kondisi kendaraan, hingga negosiasi.

Nah, keputusan untuk membeli di showroom akan memangkas beberapa proses tersebut. Anda hanya perlu datang ke showroom yang menjual motor bekas, memilih yang paling cocok, membayar, kemudian motor sudah bisa dibawa pulang. Pastikan Anda memilih showroom yang sudah punya integritas dan ternama di daerah setempat.

2. Pemeriksaan kondisi motor secara lengkap

Pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan cara melihat riwayat atau catatan servis. Untuk motor baru, biasanya mendapatkan buku servis dari diler. Lewat buku servis itulah Anda mendapatkan jaminan dan bukti bahwa motor bekas yang hendak dibeli memang terawat sesuai standarnya.

Oleh karena itu, jika Anda juga hendak menjual motor bekas, pastikan bahwa buku servis juga disertakan sebagai bukti bahwa motor yang dijual memang dirawat dengan benar. Manfaatnya, nilai jual pun akan bertambah.

3. Jangan tergiur dengan harga murah

Anda perlu waspada dengan iming-iming harga murah. Modus seperti ini bisa saja dilakukan untuk menjual motor bekas yang bermasalah, misalnya tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan dan bahkan masih digadai atau belum lunas. Waspadai juga jika motor tersebut menunggak kredit atau curian.

Lebih murah lebih bagus, tetapi pastikan lagi harga yang ditawarkan sesuai dengan harga pasaran. Anda bisa cek online untuk mendapatkan gambarannya.

4. Periksa kelengkapan surat-surat motor

Motor bekas yang masih punya nilai jual selayaknya memiliki kelengkapan surat-surat motor, seperti:

  • Faktur pembelian.
  • Surat Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Untuk motor bekas lawas biasanya sudah tidak dilengkapi dengan faktur. Motor bekas yang memiliki faktur rata-rata masih berusia di bawah lima tahun. Minimal, pastikan bahwa motor bekas yang Anda beli memiliki BPKB dan STNK asli.

5. Pastikan kondisi mesin prima

Setelah memeriksa surat-surat kendaraan, barulah Anda memeriksa kondisi motor secara fisik, baik kondisi bodi maupun mesin. 

Jika Anda ragu, ajaklah teman atau mekanik yang memahami kondisi kendaraan. Ajak mereka untuk sekaligus melakukan uji coba demi memastikan semuanya masih sesuai standar dan berfungsi dengan baik.

Itulah beberapa informasi yang bisa Anda dapatkan tentang motor bekas di Indonesia. Masing-masing daerah kemungkinan memiliki selisih harga jual atau beli. Kesimpulannya, tidak ada salahnya membeli motor bekas selama masih berkondisi layak pakai. Lagi pula, tentu akan lebih efisien jika bisa membeli kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau, bukan?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →