5 Kota yang Menerapkan Peraturan Ganjil Genap Lebih Dulu dari Jakarta, Efektif Gak Ya?

ganjil genap

Peraturan ganjil genap mulai diterapkan di ibukota DKI Jakarta pada tahun 2016 yang lalu menggantikan sistem 3 in 1. Setelah 2 sampai 3 tahun berjalan ide ini dianggap sukses mengurangi kemacetan di titik tertentu yang terkenal jadi pusat kemacetan.

Belakangan ini santer diberitakan bahwa terdapat beberapa ruas jalan di Jakarta bakal terkena perluasan area peraturan ini. Tujuannya adalah untuk lebih menekan angka penggunaan kendaraan pribadi serta mengurangi polusi udara yang sedang menjadi isu hangat.

“Jika sebelumnya ada sembilan ruas jalan yang diterapkan ganjil genap, saat ini bertambah menjadi 25 ruas jalan,” terang Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota pada tanggal 7 Agustus 2019, mengutip dari Kompas.

Berikut ini adalah beberapa ruas jalan yang terkena perluasan:

  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Sisingamangaraja
  • Jalan Panglima Polim
  • Jalan RS Fatmawati
  • Jalan Suryopranoto
  • Jalan Balikpapan
  • Jalan Kyai Caringin
  • Jalan Tomang Raya
  • Jalan Pramuka
  • Jalan Salemba Raya
  • Jalan Kramat Raya
  • Jalan Senen Raya
  • Jalan Gunung Sahari
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan S Parman
  • Jalan Gatot Subroto
  • Jalan Jenderal MT Haryono
  • Jalan HR Rasuna Said
  • Jalan DI Panjaitan
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani

Sebelum pemprov DKI Jakarta serta instansi terkait menerapkan kebijakan ganjil genap di ibukota, ternyata ada beberapa negara lain yang pernah menerapkan sistem serupa di kotanya lho! Mengutip dari India Times, berikut ini adalah daftar lengkapnya.

Baca juga: Ganjil Genap Diperpanjang? 7 Bisnis Ini Bakal Makin Untung Lho

1. Paris, Perancis

ganjil genap
Paris. (Shutterstock)

Dikenal sebagai kota paling romantis di dunia, Paris menjadi salah satu kota yang menerapkan peraturan ganjil genap bagi kendaraan yang berlalu lalang setiap harinya. Jumlah kendaraan yang semakin banyak melintasi Paris dan menyebabkan polusi parah menjadi salah satu alasannya.

Kebijakan ini baru diterapkan pada tanggal 17 Maret 2014 yang lalu dari pukul 05.30 pagi hingga tengah malam. Ternyata, hasilnya lumayan berhasil, di mana tingkat polusi menjadi berkurang pasca diterapkan.

Baca juga: Ganjil Genap Diperpanjang, Ini 4 Usaha yang Terganggu Bisnisnya

2. Athena, Yunani

ganjil genap
Athena. (Shutterstock)

Kota selanjutnya masih ada di dataran Eropa, yakni Athena di Yunani. Menjadi salah satu destinasi wisata dunia, membuat lalu lintas kendaraan bermotor amat padat di kota ini. 

Semenjak tahun 2012, sistem ganjil genap di Athena mulai berlaku dari jam 7 pagi hingga 8 malam di hari Senin sampai Kamis serta jam 7 pagi hingga 3 siang untuk hari Jumat. Menurut beberapa studi peraturan ini cenderung membuat warga yang terdampak membeli kendaraan pribadi keduanya.

Baca juga: Bete karena Aturan Ganjil Genap? Ngakak Dulu Aja Lewat 6 Meme Ini

3. Beijing, China

ganjil genap
Beijing. (Shutterstock)

Menjadi salah satu kota yang sering dilanda masalah kualitas udara buruk, membuat pemerintah kota Beijing memberlakukan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan pribadi warganya pada tahun 2008.

Penerapan kebijakan itu bertepatan dengan diadakannya pesta perayaan olahraga terbesar di dunia yakni Olimpiade Beijing 2008. Hasilnya cukup memuaskan, di mana sekitar 40 persen emisi gas buang berkurang pasca diterapkannya sistem ini.

4. Bogota, Kolombia

ganjil genap
Bogota. (Shutterstock)

Dari kawasan Amerika Selatan, ada kota Bogota yang menjadi ibukota dari negara Kolombia. Di sana kebijakan ini dikenal dengan nama Pico y Placa.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Pemerintah memanfaatkan waktu jam sibuk 2 hari dalam seminggu untuk memaksimalkan cara ini. Sayangnya metode ini gak cocok dan bisa dibilang gagal karena warga memilih untuk berkendara di luar jam sibuk.

5. Mexico City, Meksiko

ganjil genap
Mexico City. (Shutterstock)

Yang terakhir, masih ada di benua Amerika yaitu Mexico City, Ibu Kota Meksiko. Di sini kebijakan tersebut dikenal dengan Hoy No Circula.

Sistem ini diperkenalkan di Meksiko pada tahun 1989 di mana bagi yang melanggar bakal didenda US$23 sampai US$69 atau Rp 328 ribuan hingga Rp 985 ribuan jika dikonversi dengan kurs saat ini. Hasilnya lumayan bagus. Beberapa ruas jalan menjadi sedikit lengang dan kualitas udara meningkat 11 persen lebih baik dari sebelumnya. 

Nah itulah 5 negara di dunia yang udah menerapkan kebijakan ganjil genap lebih dulu dari DKI Jakarta. Menurut kamu apakah perluasan wilayah ini sangat diperlukan di DKI Jakarta? (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →