Nguliahin Anak di Luar Kota, Siap-Siap Keluar Biaya untuk 6 Kebutuhan Ini

Nguliahin Anak di Luar Kota

SD, SMP, SMA sudah. Kini waktunya anak kuliah. Berencana nguliahin anak di luar kota? Siap-siap biayanya ya.

Biaya kuliah tentu saja mesti siap. Sejatinya, uang untuk ongkos pendidikan anak ini sudah siap dari jenjang terendah sampai tertinggi.

Entah lewat tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, atau lainnya, persiapan ini harus ada. Sebab, urusan pendidikan gak bisa dianggap remeh demi masa depan anak.

Khusus buat yang hendak nguliahin anak di luar kota, ada sederet biaya tambahan yang mesti tersedia. Apa saja biaya itu? Berikut ini contohnya

1. Tempat tinggal atau kos

Tempat tinggal anak selama kuliah di luar kota mesti dipikirkan dengan baik. Sebab, poin ini berpengaruh pada pos pengeluaran lainnya.

nguliahin anak di luar kota
Biaya kos pun makin lama juga mengalami kenaikan lho (tidur/the brick)

Bila ingin menghemat biaya transportasi, cari yang deket kampus. Tapi umumnya biaya kos di kawasan kampus lebih mahal.

2. Biaya hidup

Biaya ini termasuk untuk makan dan jajan. Bila kuliahnya di kota yang terkenal murah biaya hidupnya, seperti Yogyakarta atau Solo, bisa lebih lega.

Tapi bila di Jakarta dan sekitarnya, Surabaya, atau kota besar lain, siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Survei dulu biaya hidup daerah kampus yang dituju.

Sebaiknya biaya hidup ini ditransfer secara periodik, misalnya mingguan atau bulanan. Kalau bisa sih bulanan, sehingga anak juga bisa sekalian belajar mengatur keuangan seperti saat masuk dunia kerja, yang umumnya rencana keuangan diatur secara bulanan.

3. Transportasi

Seperti disebutkan di atas, ongkos transportasi bisa dihemat kalau lokasi kos dekat dengan kampus. Jadi bisa jalan kaki biar gak keluar ongkos sama sekali.

Tapi agak jauh pun sebenarnya tak apa. Terlebih bila menggunakan kendaraan pribadi. Namun perlu hitung biaya bensin dan servis kendaraan.

nguliahin anak di luar kota
Pilih aja kos-kosan dekat kampus jadi anakmu tinggal jalan kaki (jalan kaki/Berkeley)

Anak mesti diingatkan agar rutin merawat kendaraan. Bila malas, bisa-bisa keluar ongkos lebih besar lantaran kendaraan sering rewel dan akhirnya harus servis besar.

4. Biaya lain-lain

Saat pertama kali ngekos, pastinya ada barang-barang kebutuhan yang perlu dibeli. Misalnya peralatan mandi, alat bersih-bersih, dan alat makan.

Dibikin daftar saja agar tahu berapa bujetnya dan gak ada yang terlewatkan. Sebaiknya manfaatkan barang yang sudah ada untuk dibawa.

Misalnya sendok dan garpu, ambil saja dari dapur di rumah. Kalau barang-barang yang besar, seperti bantal-guling dan sprei, boleh lah beli di kota tujuan.

5. Biaya medis

Anak kos cenderung makan sembarangan dan gak jaga kesehatan. Wajar kalau sakit-sakitan, mulai dari flu dan batuk ringan sampai tipus atau demam berdarah.

Kalau udah begini, pasti keluar uang tambahan buat cek ke dokter. Biaya medis perlu disiapkan. Kalau sudah ada asuransi, bagus. Dengan kombinasi BPJS Kesehatan, bisa lebih tenang menghadapi masalah kesehatan anak kelak.

6. Kuota internet

Selain emang karena anak zaman sekarang penginnya terkoneksi terus dengan Internet, tugas kuliah saat ini juga hampir semuanya membutuhkan Internet. Jadi jangan kaget kalau anak minta jatah untuk pos kebutuhan yang satu ini.

Mungkin bisa dipertimbangkan cari kosan untuk anak yang menyediakan fasilitas Wi-Fi di dalamnya. Biaya kos sedikit lebih mahal, tapi sepadan dengan fungsinya.

nguliahin anak di luar kota
Internet jelas bakal dibutuhin sama anakmu lho (internetan/prdvs)

Kita pun bisa lebih menghemat pengeluaran untuk beli kuota Internet buat anak. Toh, internetan di kampus juga pastinya gratis di zaman sekarang.

Walaupun sebagai orangtua kita ingin memenuhi semua kebutuhan anak untuk hidup nyaman, jangan lupa ajari mereka untuk bijak mengelola keuangan. Terapkan gaya hidup disiplin dengan menegaskan, misalnya, uang bulanan yang diberikan harus cukup untuk biaya hidup sebulan.

Kecuali ada kebutuhan darurat ya. Kalau mereka minta uang jajan tambahan pun tanyakan kebutuhannya untuk apa dan mengapa uang jajan yang sebelumnya dikasih kok sudah habis sebelum waktunya.

Satu hal penting terakhir, selalu ingatkan si buah hati untuk menabung. Biarpun seribu-dua ribu per hari, itu sudah cukup untuk mengajari anak tentang betapa pentingnya kebiasaan menabung.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jangan Salah, Ini Beda Menabung dan Investasi]

[Baca: Hati-hati, Anak Bisa Terancam Gagal Kuliah Karena Orang Tua]

[Baca: Cara Sulap Rumah Jadi Kos-kosan Beromzet Besar]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →