Bikin Kagum! Ini Pria Bandung yang Jadi Desainer Mobil VW Beetle

mobil terbesar di dunia

Tahun lalu Toyota tergeser posisinya sebagai produsen mobil terbesar di dunia. Gelar tersebut udah direbut oleh Volkswagen alias VW, produsen mobil asal Negeri Panzer alias Jerman.

Nah bicara soal VW nih, udah tahu belum kalau beberapa mobil yang dimiliki mereka ternyata didesain oleh seorang pria asal Bandung?

Seriusan dari Bandung, Kota Kembang? Iya dong, di Jerman mana ada kota yang namanya Bandung.

Pria itu bernama Christian Lesmana. Namanya menjadi bahan perbincangan di tahun 2012 tepat pada saat VW dinobatkan sebagai World Car of the Year dalam ajang New York International Auto Show. Dia adalah salah satu desainer yang merancang VW Up dan VW Beetle 2011!

Wow, gimana caranya ya seorang pria asal Kota Kembang bisa bekerja di produsen mobil terbesar di dunia itu? Mari kita simak perjalanan karier beliau yuk.

1. Berawal dari cita-cita

mobil terbesar di dunia
Gak nyangka, mobil ini didesain sama orang Bandung (Presretac/Flickr)

Semua berawal dari cita-cita. Pria yang akrab disapa Chris ini emang memiliki ketertarikan yang tinggi di bidang otomotif. Hal itu sebenarnya diturunkan dari sang ayah.

Chris kecil udah memiliki cita-cita pengin mendesain sebuah mobil. Dari kecil udah suka mobil, makin beranjak dewasa makin tinggi pula kecintaannya pada kendaraan roda empat itu.

Kabarnya, minat Chris yang tinggi di bidang desain mobil sama sekali gak bisa dipatahkan. Pokoknya, dia harus jadi desainer. Titik.

2. Keluar dari ITB

Sebelum bekerja di perusahaan produsen mobil terbesar di dunia itu, ternyata pria kelahiran 1969 silam ini pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tapi dia gak melanjutkan studinya sampai lulus. ITB ternyata cuma dimanfaatkan sebagai batu loncatan aja.

Sejak awal masuk kuliah, Chris emang udah membidik salah satu jurusan yaitu desain produk otomotif di London, Inggris. Sayangnya, orangtua Chris gak mampu menyekolahkan putranya sampai ke sana karena kepentok biaya.

Chris pun memutar otak hingga akhirnya dia memutuskan buat menuntut ilmu di Pforzheim, Jerman. Biaya kuliah di Jerman emang gratis, paling PR-nya adalah mikirin biaya hidup aja.

Nuat bisa masuk Pforzheim, Chris juga harus berjuang lho. Dia bikin proposal dan portfolio yang bagus biar dirinya bisa diterima di sana. Alhasil dia pun diundang buat tes, dan sayangnya di sana diharuskan buat bisa Bahasa Jerman juga, sementara itu Chris gak bisa Bahasa Jerman. Gimana dong?

Dia balik lagi ke Indonesia dan belajar Bahasa Jerman sampai dapat sertifikat! Gokil banget perjuangannya. Setelah itu, Chris pun diterima Pforzheim.

3. Belajar lebih disiplin di Jerman

mobil terbesar di dunia
Dia berhasil sukses dalam mengejar cita-citanya (Detik)

Di Jerman Chris harus beradaptasi dengan kultur masyarakat di negara tersebut. Chris mengaku, di sana orang-orang cenderung lebih disiplin.

Dia juga selalu termotivasi buat maju dan maju. Oleh karena itu, Chris gak menyia-nyiakan kesempatannya ketika bisa melanjutkan studi di sana. Dia belajar dan bertaruh buat gak pulang ke Indonesia sebelum dapat kerja.

4. Keterima magang di VW

Di masa kuliah, beberapa kita bakal harus kerja magang bukan? Biasanya di semester-semester akhir tuh.

Chris pun menyebar CV magang di perusahaan otomotif. Sebut aja seperti Volvo, Saab, Audi, dan VW yang saat itu belum jadi produsen mobil terbesar di dunia. Dari empat perusahaan itu, VW lah yang menerima Chris.

Waktu magang Chris di VW cuma enam bulan. Tapi periode itu diperpanjang enam bulan lagi lho. Itu tandanya, VW salut sama kinerja anak magang asal Indonesia ini.

Alhasil, usai lulus dan menyandang gelar diplom-ingenieur, dia langsung keterima kerja di Volkswagen AG pada 1997. Sampai sekarang pun dia masih kerja di sana.

Itu baru yang namanya loyalitas! Chris gak jadi kutu loncat yang berharap dapat gaji lebih tinggi ketimbang di perusahaan tempat dia bekerja saat ini.

5. Merancang Beetle pada 2007

mobil terbesar di dunia
VW Up (Presretac/Flickr)

Saat Chris merayakan ulang tahun ke-17, ayahnya yang merupakan pemilik bengkel las memberikan kado berupa VW Kodok berwarna hitam seri 1303. Saat itu, Chris pun memodifikasi mobil itu dengan mengubah eksteriornya.

Ketika dia udah bekerja di salah satu produsen mobil terbesar di dunia, dia pun melakukan hal yang sama. Tapi bedanya adalah, sekarang dia sendiri yang merancang VW Beetle yang bakal dijual ke masyarakat.

Dia bersama Boris Grell dan Susanne Gerken mulai mendesain Beetle pada 2007. Mereka sepakat bahwa Beetle harus kelihatan keren. Kabarnya sih ada tujuh proposal desain yang mereka buat.

Akhirnya, Beetle yang didesain Chris, Boris, dan Susanne, berhasil disetujui. Mereka memadukan konsep retro-modern. Mobil itu akhirnya menyabet penghargaan di Frankfrut Auto Show dan The Beetle Premiere Berlin tahun 2011.

Itulah kisah perjalanan Christian Lesmana, pemuda Bandung yang kini jadi karyawannya produsen mobil terbesar di dunia. Menurut situs Astralife, saat ini Chris tinggal di Hannover bersama keluarganya. Dia juga masih mengoleksi VW kodok jadul.

Kisah Chris yang sukses berkarier di produsen mobil terbesar di dunia membuktikan kita bahwa jangan pernah meremehkan apa yang namanya cita-cita. Percaya deh, ketika kita emang siap banting tulang buat menggapai cita-cita, kita pasti bakal berhasil.