Bukan #CrazyRich, Ini 7 Gaya Orang Sok Kaya Padahal Aslinya…

Orang yang pura-pura kaya

Di zaman media sosial seperti saat ini gak dipungkiri ada beberapa orang yang pengin terlihat jadi orang kaya. Entah karena iri melihat posting-an selebriti atau teman yang hidupnya terlihat enak, dia jadi pengin menikmati kemewahan, padahal gak mampu.

Kalau ditelisik lagi, bisa aja selebriti tersebut sebenarnya gak kaya-kaya amat, tetapi mencoba terlihat kaya. Atau, teman kamu tersebut gak punya tabungan meski bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Karena tekanan terlihat jadi orang kaya, cukup banyak yang akhirnya menikmati kekayaan semu. Iya, orang tersebut emang terlihat menikmati hidup mewah namun sama sekali gak punya tabungan.

Bagaimana ciri-ciri kekayaan semu alias #fakerich? Yuk, simak penjelasan berikut:

1. Beli mobil mewah gak bisa bayar pajak

Pakai mobil mewah
Pakai mobil mewah

Masyarakat umumnya selalu mengidentikkan status sosial tinggi bila punya mobil mentereng. Datang ke reuni atau pesta pernikahan, malu rasanya bila gak bawa mobil keren.

Gak salah punya mobil mewah. Sayangnya, banyak orang memilih mobil yang gak sesuai kemampuan. Tentu aja biar dikata sukses.

Padahal, setelah beli mobil tersebut ternyata gak sanggup bayar pajak yang terlalu tinggi, biaya maintenance, dan isi bahan bakar yang bersubsidi.

Beli mobil gak salah, kok! Tapi, pilihlah yang sesuai kemampuan. Plus, pastikan kamu emang butuh mobil tersebut.

2. Tinggal di apartemen atau rumah mewah tapi ngontrak

Tinggal di apartemen
Tinggal di apartemen

Selain mobil, tempat tinggal juga sering jadi prestise buat seseorang. Misalnya, mereka yang tinggal di rumah Pondok Indah atau apartemen di pusat Jakarta dianggap orang kaya. Padahal, belum tentu properti tersebut milik sendiri.

Daripada maksain tinggal di apartemen atau rumah mewah, mending kamu gunakan biaya sewa di sana buat beli atau KPR properti di daerah yang masih masuk akal.

Emang sih kadang butuh pengorbanan tinggal di daerah di mana properti di sana masih cukup murah. Contoh, jarak ke kantor jadi lebih jauh. Yang lain, kamu harus rela menanggalkan fasilitas kece yang ada di rumah atau apartemen.

Meski harus sedikit berkorban, kamu bakal lebih tenang. Pasalnya, kamu udah punya rumah sendiri. Di masa depan, kamu gak perlu mikirin biaya sewa makin tinggi. Kamu pun bisa wariskan aset tersebut kepada anak keturunan.

Misalnya, kamu bisa aja sewa apartemen di bilangan Jakarta Pusat dengan dana Rp 6 juta per bulan. Namun, bukankah dana tersebut lebih baik dipakai buat KPR rumah. Contoh, rumah di Depok harga Rp 400 juta dengan cicilan Rp 5 juta per bulan yang selesai selama 10 tahun.

Rumah itu nantinya udah jadi milik sendiri, lho!

3. Beli barang-barang branded pakai kartu kredit

Belanja pakai kartu kredit
Belanja pakai kartu kredit

Banyak barang bermerek punya kualitas di atas rata-rata. Karena itu, gak salah kok buat kamu punya barang branded.  

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Yang salah, ketika kamu ketagihan buat belanja barang branded padahal sebenarnya di luar kemampuan. Pakai kartu kredit pula. Terus di akhir bulan, kamu kaget lihat tagihan.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa lakukan dua cara. Pertama, tentukan batasan jumlah barang branded yang bisa kamu miliki. Kemudian, kamu menabung dulu baru boleh beli barang tersebut.

Cara kedua adalah, membeli produk gak bermerek namun berkualitas. Atau, kamu bisa beli produk lokal yang gak kalah keren dari merek Internasional.

4. Selalu ganti gadget mahal tapi gak punya dana darurat

Hobi ganti gadget
Hobi ganti gadget

Biar dikata kaya namun ternyata #fakerich, ada orang yang bela-belain selalu update gadget mahal. Mereka bela-belain membeli iPhone terbaru. Tapi, mereka gak punya dana darurat.

Contoh, mereka mampu beli iPhone, tapi gak punya uang buat perbaiki smartphone tersebut bila tiba-tiba gak sengaja rusak. Padahal, biaya perbaikan iPhone apalagi di service center resmi cukup mahal.

Jadi, saat beli gadget, pastikan dulu kamu bisa gak buat maintenance itu smartphone di masa depan.

5. Liburan mewah tetapi sekarat setelahnya

Liburan mewah setelahnya sekarat
Liburan mewah setelahnya sekarat

Pura-pura kaya lainnya ditunjukkan dengan liburan mewah, tetapi sekarat setelahnya. Tujuannya buat mengisi feeds Instagram. Eh, tapi seusai liburan uang malah seret banget. Bahkan, sampai cuma bisa makan mie instan sebelum gajian tiba.

Liburan perlu banget buat menyegarkan pikiran. Namun, ada baiknya pilih liburan yang emang sesuai bujet.

Kalau emang sanggupnya cuma ke Bandung, ya jangan pilih Bali. Toh kalau emang cuma ngisi feeds di Instagram, banyak kok tempat kece di dekat lokasi kamu yang gak kalah menarik.

6. Nongkrong di coffee shop mahal, makan mi instan di rumah

Menikmati segelas kopi di sebuah kafe
Menikmati segelas kopi di sebuah kafe

Nongkrong di coffee shop mahal gak apa-apa kalau cuma sekali-kali. Tapi, perhatikan tujuan kamu sejujurnya.

Cuma mau terlihat keren karena menenteng gelas kopi berlogo Starbucks? Padahal, di rumah atau kos, kamu cuma makan mi instan.

Bukannya lebih baik uang hampir Rp 50 ribu buat segelas kopi tersebut digunakan buat beli makan atau masak di rumah. Uang Rp 50 ribu udah bisa kamu belanja sekilo daging ayam plus sayur mayurnya. Bisa buat beberapa hari pula!

So, sah-sah aja jadi orang kaya, tapi berpura-pura kaya malah bikin kamu bangkrut. Karena itu, ada baiknya sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan.

Daripada habiskan uang buat gaya hidup, kamu bisa gunakan buat tabungan dan investasi. Dijamin kamu bisa jadi orang kaya sebenarnya di masa depan!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →