Kalau Pasanganmu Belum Mapan, Lebih Baik Diputusin atau Tetap Bertahan?

Ketika dua insan manusia memantapkan hubungan mereka sebagai pasangan kekasih, suka duka harus tentunya harus dilalui bersama demi mewujudkan satu tujuan yaitu pernikahan. Namun, terkadang ada beberapa faktor yang menjadi hambatan. Salah satunya adalah dari segi finansial.

Ya, gak bisa dipungkiri kalau finansial menjadi faktor utama yang sangat berpengaruh dalam sebuah hubungan. Bahkan, salah satu faktor utama penyebab perceraian adalah finansial alias masalah keuangan.

Itulah sebabnya, faktor finansial harus dipikir masak-masak sebelum sepasang kekasih memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan. Makanya, jangan heran kalau kita sering mendengar jargon, “Pasangan belum mapan, emang mau makan cinta doang?”. Bisa dibilang, jargon itu benar adanya.

Jadi, wajar aja kalau kamu merasa ragu untuk melangkah lebih jauh jika pasanganmu belum mapan dalam keuangan. Bukannya materialistik ya. Tapi, bagaimanapun juga, keuangan itu sangat penting lho.

Contoh konkretnya, sebut saja pasanganmu selalu kehabisan uang sebelum tanggal gajian datang. Kalau udah begitu kondisinya, jangankan berharap punya aset atau investasi setelah menikah. Pasanganmu aja masih sulit mengelola pengeluaran dari penghasilan yang diterimanya setiap bulan.

Sebaliknya, kondisimu justru sangat berbeda sama dia. Penghasilanmu jelas, tabungan udah ada, kendaraan dan investasi pun sudah disiapkan.

Kalau udah begitu, meskipun penampilannya menarik, kepribadiannya menyenangkan, tetap aja bisa bikin kamu ragu. Kemudian kamu bertanya-tanya: Apakah ia bisa jadi orang tepat untukmu.

Jadi, wajar aja kalau kemudian timbul berbagai pertanyaan, kalau pasangan kekasih belum mapan, lebih baik diputusin atau tetap dipertahankan?

Intinya sih, jangan terlalu terburu-buru memutuskan agar kamu gak menyesal di kemudian hari. Lalu, apa yang harus dilakukan? Putusin atau tetap bertahan ya? Simak yuk di sini.

Putus

Pasangan kekasih belum mapan? Wajar sih kalau kamu ragu dan pengin putus. Pasalnya banyak orang yang berpikiran buat apa menunggu.

Tapi coba deh, tanyakan dulu ke hati kamu sendiri sembari mengingat kembali apa yang sudah kalian lewati selama ini. Semua balik lagi ke diri kamu sih, apakah kamu bersedia menemaninya dalam masa sulit atau tidak.

Untuk jadi bahan pertimbangan, kamu bisa memulainya dengan melihat seberapa besar usaha pasanganmu untuk menjadi lebih baik lagi.

Kamu juga perlu melihat, apakah dia hanya berdiam diri dan mengandalkan orang lain atau justru bekerja keras untuk sukses. Beda lho, orang yang ingin berusaha mencapai tujuan dengan yang sama sekali tidak memiliki ambisi di dalam hidupnya.

Tapi kalau kamu masih bingung, kamu bisa memulainya dengan membuat daftar keberhasilannya saat bersamamu. Gak perlu keberhasilan besar, hal-hal kecil juga bisa kamu masukkan ke dalam daftar.

Nah, jika hasilnya ternyata sedikit, maka kemungkinan pasanganmu masuk ke dalam kategori orang yang tidak memiliki ambisi. Kalau udah begitu, ya kamu harus lebih realistis aja.

Perlu diingat sih kalau pasangan itu menentukan masa depanmu banget lho. Jadi, ibaratnya itu, hubungan kalian itu adalah investasi. Kalau memang ternyata tidak menguntungkan, kenapa harus dipertahankan, Setuju?

Dipertahankan

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini coba deh ubah sudut pandangmu. Misalnya kenapa sih harus mempermasalahkan pasanganmu yang belum mapan, kalau kamu udah mampu dalam keuangan?

Toh, selama ini pasanganmu juga gak pernah meminta kamu untuk membiayai hidupnya. Contohnya aja nih, saat lagi jalan berdua, ia juga sering bayar. Ya, gak pelitlah istilahnya.

Bisa dibilang sih, dalam sebuah hubungan itu yang terpenting adalah pribadinya, bukan dompetnya. Karena, uang itu masih bisa dicari.

Kamu perlu memikirkan juga, kalau ternyata ia bisa membuat kamu merasa aman dan nyaman. Setiap kamu punya masalah, pasanganmu selalu berusaha mendengarkan, memberikan masukan dan menemani kamu.

Pikirkan juga, saat kalian putus, belum tentu kamu bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya. Bahkan, bisa jadi pasangan kekasih kamu selanjutnya justru belum tentu mapan juga.

Nah, daripada putus, alangkah baiknya kalau kamu memberikan pasanganmu kesempatan untuk memperbaiki dirinya. Kalau memang ia serius denganmu, ia akan benar-benar berusaha memperbaiki caranya mengatur keuangan, bahkan mencapai kemapanan dan meraih kebebasan finansial.

Sebenarnya semua balik lagi ke diri kamu sendiri sih. Ingat, jangan memaksakan diri jika memang pasanganmu tidak ingin berusaha dan bekerja keras mencari uang.

Kamu tentu gak mau kan, kalau harus terus menyiksa diri kamu sendiri untuk membiayai hidup pasanganmu. Karena itu, pikirkanlah baik-baik.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →