5 Pelajaran FInansial yang Didapat dari Pejuang Hak Sipil Martin Luther King

Martin Luther King

Martin Luther King

Nama Martin Luther King tahun 1950-1960an sangat terkenal di Amerika Serikat. Dia adalah seorang aktivis yang keras menentang diskriminasi terhadap masyarakat kulit hitam di AS kala itu. 

Dedikasinya dalam memperjuangkan gerakannya hak-hak sipil telah membangkitkan semangat kesetaraan bagi kulit hitam dan kulit putih. Aksi paling terkenalnya adalah pidato 17 menitnya di tangga selasar Lincoln Memorial yang berjudul “I Have A Dream.”

Namun tidak hanya kesetaraan rasial saja yang digaungkan oleh King, ia juga turut memberikan banyak pelajaran finansial di setiap tindakannya. Kira-kira apa saja ya? 

1. Jangan serakah! 

Martin Luther King (Shutterstock).
Martin Luther K (Shutterstock).

“Godaan untuk menyembah uang adalah godaan yang kita hadapi semua. Untuk menangkalnya kita perlu berada di level tertinggi.” 

Quotes di atas adalah salah satu petikan celotehannya di tahun 1953 yang kala itu mengkritisi sikap manusia yang terlalu mendewakan uang di atas segalanya. Setidaknya ada tiga konsekuensi yang bisa dialami manusia jika terlalu mendewakan uang. 

Pertama, orang-orang bakal menyibukkan diri mereka untuk mengejar uang, sementara kehidupan lainnya bakal terganggu. Kedua, ketika orang-orang mulai mengejar materi, tindak kriminal berpotensi untuk muncul, seperti perampokan, penculikan, dan lain-lain. Terakhir, jiwa sosialisme seseorang bakal terkikis secara perlahan akibat terlalu serakah. 

2. Hidup bukanlah kompetisi! 

Martin Luther King (Shutterstock).
Martin Luther K (Shutterstock).

“Dan di lubuk hati kita semua, ada naluri. Keinginan untuk berada di barisan terdepan dan keinginan untuk menjadi menjadi pemimpin, dan keinginan untuk menjadi yang pertama.” 

Ceramah di atas dilakukan pada tahun 1968. Dari situ, ia menekankan bahwa manusia memiliki sikap untuk selalu unggul dari manusia lainnya. Untuk bisa unggul, mereka rela untuk menghambur-hamburkan uang lebih untuk menjadi yang terbaik dari yang lain, misal beli mobil baru, rumah bagus dan besar, dan lain-lain.

Padahal ada hal terpenting yang harus mereka lakukan ketimbang berkompetisi, yaitu mempersiapkan masa depan sebaik-baiknya. 

3. Ada kemuliaan di setiap pekerjaan

Martin Luther King (Shutterstock).
Martin Luther K (Shutterstock).

“Tidak ada pekerjaan yang spesial. Semua pekerjaan yang menjunjung tinggi kemanusiaan memiliki kemuliaan, dan harus dijalani dengan telaten.”

Sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan, manusia kata Martin Luther cenderung menciptakan hirarki di organisasi kerja. Hierarki ini menurutnya justru bisa berpeluang menciptakan ketidakadilan beban kerja. 

Oleh sebabnya, siapapun kamu yang bekerja di dunia profesional, cobalah untuk bekerja sekeras mungkin. Anggap semua pekerjaan yang sedang kamu lakukan memiliki kemuliaan. Dengan pemikiran itu, kamu bakal serius menjalankan pekerjaan dan kesuksesan bisa diraih dengan mudah! 

4. Jalani hidup dengan rendah hati 

Martin Luther King (Shutterstock).
Martin Luther K (Shutterstock).

Martin Luther King juga mengajarkan akan pentingnya sikap rendah hati kepada siapapun. Salah satu pidatonya menekankan pentingnya untuk saling berbagi ke semua orang. 

“Pertanyaannya, bukan ‘Jika saya berhenti membantu orang lain, apa yang bakal terjadi pada saya’, tetapi ‘jika saya tidak berhenti membantu mereka, apa yang bakal terjadi pada mereka?’ itulah pertanyaannya.” 

Sikap rendah hati dan saling berbagi ini ditunjukkannya saat meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 1964 beserta uang US$ 54.600 atau Rp 700 jutaan. Uang tersebut seluruhnya disumbangkan ke komunitas gerakan hak-hak sipil di AS. 

5. Jangan gampang menyerah! 

Martin Luther King (Shutterstock).
Martin Luther K (Shutterstock).

“Tolak ukur utama seorang pria bukanlah mampu berdiri saat berada di posisi nyaman, melainkan di mana ia berdiri pada saat-saat penuh tantangan.” 

Pelajaran finansial terakhir dari adalah kesuksesan tidak bisa diraih jika kamu mudah menyerah. Untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan entah itu materi atau jabatan, kamu harus tekun dan bersedia menghadapi berbagai macam risiko.

Itulah lima pembelajaran finansial yang bisa kita petik dari Martin Luther King. Hal ini membuktikan bahwa perjuangannya 60 tahun lalu tidak hanya memperjuangkan hak sipil dan penghapusan diskriminasi rasial saja, tetapi juga bagaimana membantu kesejahteraan seluruh rakyat AS pada kala itu. (Editor: Winda Destiana Putri).