Pelihara Saja 9 Mental Ini Kalau Mau Sukses Belum Punya Apa-apa Saat Sudah Usia Kepala 3

sudah usia kepala 3

‘Woy Gus, besok malam ikut ke Cafe ya, gue traktir’ Indra menepuk bahu Agus yang lagi bengong di depan laptopnya. ‘Wih ada acara apa Ndra?’ Jawab Agus dengan sinar mata berbinar karena bakal dapat makan gratisan. ‘Mulai bulan depan gue mulai jadi Manajer Gus hehehe’ dan Agus pun terdiam.

Diam-diam Agus merasa iri dengan karir Indra yang pesat, padahal usia Indra lebih muda setahun darinya. Tapi, jujur Agus mengakui bahwa Indra memang berhak ada di posisi yang sekarang. Selama ini Agus melihat Indra sebagai sosok pekerja keras dan rendah hati yang patut diteladani.

Tuh, siapa sih yang gak mau kayak Indra? Tapi realitanya banyak dari kita yang cuma melihat hasil, gak melihat proses dan kerja kerasnya. 9 mental di bawah ini sebaiknya jangan ditiru deh kalau gak mau menyesal di usia kepala 3 nanti.

1. Hobi foya-foya

Menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan pribadi alias foya-foya seolah identik dengan gaya hidup anak muda. Sudah jelas dong hobi foya-foya sangat mungkin bikin kamu bangkrut.

Menyenangkan diri sendiri sebenarnya boleh-boleh aja bro. Tapi kalau ujung-ujungnya jadi foya-foya ya wasalam deh. Penghasilan sebesar apapun atau terlahir dari keluarga yang kaya raya pun berpeluang bikin kita jatuh miskin.

sudah usia kepala 3
Masih muda foya-foya jangan harap tuananti bisa kaya raya bro! (Anak Muda Berpesta / Hipwee)

Logikanya, semua uang yang dihasilkan atau dimiliki dihamburkan terus, bukannya dioptimalkan biar beranak-pinak. Hanya tinggal menunggu waktu saja itu sih.

2. Meremehkan segala hal

Usia muda dan produktif memang tanpa sadar, suka gak suka punya sikap jumawa alias sombong. Merasa serba tahu dan sering meremehkan banyak hal. Padahal manusia bertambah tua, jadi karyawan juga ada masanya.

Informasi penting kayak gimana mengelola uang dengan baik, berinvestasi, kredit rumah dan hal lain sejenisnya dianggap sambil lalu. Gak dipelajari atau diseriusin buat kepentingan masa depan. Punya pemikiran ‘Ah gampang, tahun depan aja lah’ atau ‘Gampang deh, nanti gue pelajarin.’ Dan waktu pun berlalu.

3. Konsumtif

Membeli kebutuhan dan keinginan dalam frekuensi yang wajar sih gak apa-apa ya. Tapi yang sering terjadi sejak memiliki penghasilan, gak bisa membedakan mana yang harus dibeli dan mana yang gak penting.

Semua yang terlihat menarik di mata dan bisa memuaskan hasrat hati tanpa ragu akan dibeli. Gak peduli apakah nantinya akan benar-benar berguna atau hanya berakhir jadi rongsokan. Lebih parahnya lagi kalau demi hidup konsumtif malah menumpuk beban utang.

sudah usia kepala 3
Duit sebanyak apapun bakalan habis kalau konsumtif terus sis! (Perempuan Berbelanja / Republika)

4. Menganut paham ‘hidup mengalir seperti air’

‘Gue mah ikut ke mana air mengalir aja bro’ kalimat kayak gini adalah gambaran orang yang gak punya tujuan hidup. Terlalu santai dan gak punya rencana. Ikut ke mana angin berhembus dan bagai air mengalir, pasrah.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Sudah pasti bakal tergilas oleh ketatnya kompetisi hidup bro. Berusaha dan berjuang buat kehidupan yang lebih baik itu bukan dosa. Sudah punya motor ingin punya rumah, sudah punya rumah ingin punya mobil, naik haji, sekolahin anak ke luar negeri dan seterusnya.

Tentu saja semuanya gak akan bisa terwujud kalau hanya menunggu.

5. Cepat berpuas diri

Ambisi itu perlu kok, selama gak berlebihan dan dilihat dari sisi positifnya. Jangan sia-siakan energi yang besar dan kesempatan yang luas dengan mudah berpuas diri. Peluang buat yang masih muda pasti lebih banyak dibandingkan untuk mereka yang beranjak lansia.

Merasa apa yang dipunya dan dicapai saat ini sudah cukup bukan arti bersyukur yang sesungguhnya loh. Ini sama saja dengan gak mau susah bin ribet. Ngaku deh, kalimat ‘Ya gue mah segini juga udah bersyukur’ hanya pembenaran dari rasa malas yang terselubung.

sudah usia kepala 3
Cepat puas bisa membuai dan bikin kita malas buat berusaha lebih keras loh! (Karyawan Pria / Buzzist)

6. Gak menyiapkan tabungan dan dana darurat

Kelalaian anak muda usia 20 adalah gak aware sama yang namanya tabungan dan dana darurat. Siapa sih yang bisa tahu hari esok? Stamina yang fit dan rasa aman dengan pekerjaan plus gaji besar, jadi gak pernah nabung apalagi menyiapkan dana darurat.

Masih saja gak percaya kalau mau merasakan hasil dari kedua hal tersebut harus sedikit bersabar. Karena keduanya harus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dan kosnisten. Sayangnya banyak yang gak sabar dan merasa gak ada hasil maksimal dari menyimpan uang.

7. Telat berinvestasi

Gak menyadari betapa pentingnya manfaat investasi buat masa depan, khususnya buat yang sudah berkeluarga. Investasi baru bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu tertentu. Semakin cepat dilakukan ya semakin besar hasilnya.

Realitanya banyak anak muda usia 20-an merasa investasi itu bisa dilakukan nanti saja saat sudah mapan. Pola pikir yang salah bikin malas cari informasi. Padahal investasi bisa dilakukan saat awal mulai bekerja. Modal minim dan gak perlu takut salah karena ada yang akan membantu.

8. Bergantung sama orang tua

Ngaku deh, berapa di antara kita yang masih tinggal dan masih bergantung sama orangtua? Masih lajang dan tinggal sama orang tua yang masih mampu secara finansial bikin kita jadi sulit mandiri.

Status sebagai karyawan gak menjamin kita gak ‘nyusahin’ orang tua. Buktinya masih ada saja tuh pinjam duit sama mama atau papa saat duit gajian sudah habis. Atau nebeng pakai mobil papa buat jalan-jalan sama teman kantor dan lainnya. Gimana mau menata masa depan.

sudah usia kepala 3
Paling enak tinggal sama orangtua, rasanya gak ada beban hehehe (Keluarga / Liputan6)

9. Kuper

Kuper di sini maksudnya bukan soal gak tahu tempat ongkrongan asyik di setiap sudut kota. Tapi lebih ke susah bergaul, gak menjalin hubungan dan networking buat ngebantu karir atau bisnis.

Gimana mau maju dan sukses kalau malu kenalan atau diskusi sama orang lain. Kita gak pernah tahu loh siapa yang mampu membawa kita ke level mana. Sikap minder dan merasa gak percaya diri saat ada acara bakal bikin kita gak punya kualitas di mata orang lain.

Usia muda, energi berlebih dan kesempatan yang luas jangan didiemin dong. Tingkatkan kualitas diri semaksimal mungkin dan ambil semua tantangan. Lebih baik berusaha dan berjuang lalu gagal daripada hanya berdiam diri.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kebiasaan Mahal Ini Ternyata Menghambat Kemajuan Keuangan Kamu]

[Baca: Nih 7 Kebiasaan Generasi Milenial yang Membuai dan Harus Dihindari]

[Baca: Punya Uang Hidup Selalu Gelisah Mungkin Ada yang Salah Denganmu]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →