Sulit Mendapatkan ASI Eksklusif, Ini 4 Langkah Mudah Mengatasinya

Pemberian ASI Eksklusif sulit, ibu bisa menggantinya dengan susu formula terbaik (Shutterstock).

Setiap ibu ingin memberikan asi eksklusif pada buah hati tercinta. Tak perlu diragukan lagi, banyak manfaat dari pemberian asi secara intens sejak usia 0 bulan hingga dua tahun. Air Susu Ibu (ASI) memang tak diragukan lagi manfaatnya untuk bayi. 

Beberapa pakar kesehatan mengatakan bayi yang diberi ASI memiliki daya tahan tubuh lebih kuat. Itu sebabnya pemberian ASI diwajibkan selama minimal enam bulan sejak bayi baru dilahirkan.

Akan tetapi, pada banyak kasus seringkali dijumpai kondisi bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif. Tentu itu dikarenakan banyak faktor, misalnya kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk menyusui karena sedang sakit keras. 

Bisa juga ASI tidak keluar dengan semestinya karena faktor usia ibu yang tidak muda lagi. Atau mungkin bayi yang baru lahir ditinggal pergi oleh sang ibu untuk selamanya.

Untuk kasus seperti itu, ada banyak jalan keluar yang wajib kamu ketahui. Apa saja, mari kita urai satu persatu.

1. Donor ASI

ASI Eksklusif
PONG ASI, salah satu kurir pengantar donor ASI yang memudahkan para ibu mendapatkan bantuan (Instagram).

Donor ASI sudah marak sejak beberapa tahun terakhir. Tentu bukan sembarang donor ya. Ibu wajib melakukan test screening ASI dan mengetahui latar belakang pendonor sebelum memberikan ASI-nya kepada bayimu.

Donor ASI kerap dijadikan jalan keluar untuk memberikan susu kepada bayi, karena situasi tertentu yang mengakibatkan si ibu tidak bisa menyusui. Permintaan donor ASI disampaikan secara berantai pada berbagai sosial media. 

Berbeda dengan di banyak negara maju dimana telah tersedia Bank ASI, di Indonesia praktik pemberian dan penerimaan donor dilakukan sendiri oleh para ibu dan keluarga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak mengenai risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Bagaimanapun, ASI perah mungkin saja membawa penyakit, baik akibat tidak higienisnya penyiapan dan penyimpanannya, maupun dari sisi kesehatan ibu yang memerah ASI.

Beberapa penyakit yang paling dikhawatirkan ditularkan melalui ASI perah di antaranya adalah HIV/AIDS, Hepatitis B dan C, CMV (cytomegalovirus) dan HTLV (human T lymphotropic virus). 

Tetapi jika sebelum memberikan donor sudah ada kesepakatan antara kedua orangtua, dimana si pendonor memang sehat, serta melampirkan hasil medical check-up bisa menjadi jalan keluar.

Paling penting tidak ada yang dirahasiakan, dan sudah sesuai syariat agama. Dimana bayi perempuan mendapat donor dari ibu yang juga memiliki bayi berjenis kelamin sama.

Donor ASI adalah solusi sementara untuk masalah darurat dalam pemberian ASI bagi bayi. Bila ibu mengalami masalah dan memutuskan menggunakan donor ASI, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten atau dengan Konselor Menyusui agar masalah segera terselesaikan dan ibu kembali mampu memenuhi sendiri kebutuhan ASI bayinya. Ingatlah bahwa dukungan keluarga adalah dukungan yang paling berarti dan utama.

2. Ibu Bekerja

ASI Eksklusif
Ibu bekerja (Shutterstock).

Salah satu kesulitan memberikan ASI eksklusif dikarenakan ibu pekerja. Hanya tiga bulan saja ibu bekerja bisa secara intens memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Setelah masa cuti selesai, mereka tetap bisa memberikan ASI tetapi dalam bentuk botol.

Tentu dengan cara ibu tersebut harus selalu memompa ASI mereka setiap dua jam sekali. Kenapa? tentu kalau tidak melakukan pemerahan secara rutin, ASI akan tersendat sementara kebutuhan asupan bayi baru lahir masih cukup besar. Setelah di pumping, taruh ASI ke dalam wadah plastik yang kini sudah banyak dijual atau botol kaca. Tentu semua itu harus steril ya.

Karena kalau tidak tentu kualitas ASI akan buruk jika tidak ditangani dengan baik. Jika memang dari awal sudah tahu akan kembali bekerja, usahakan satu bulan sebelumnya kamu melatih bayimu untuk minum ASI dari botol. 

Jika tidak, bayimu akan kaget saat harus menyusu dari botol. Proses ini juga tidak bisa berjalan dengan cepat lho! Diperlukan waktu cukup lama agar bayimu terbiasa dengan botol susu. Usahakan cari dot yang menyerupai bentuk puting payudara, agar bayi merasa nyaman menghisapnya.

3. Ibu dengan ASI sedikit

ASI Eksklusif
Ibu menyusui (Shutterstock)

Kendala lainnya adalah ketika seorang ibu dihadapkan pada kenyataan memiliki ASI yang sedikit. Meski sudah mengonsumsi ASI booster sejak masa kehamilan, tak sedikit pula para ibu baru kesulitan untuk memberikan ASI pada bayinya.

Penyebabnya pun beragam. Tidak semua ibu bisa langsung menyusui ketika bayinya lahir. Beberapa ibu malah harus menunggu beberapa hari hingga ASI-nya benar-benar keluar. Itupun seringkali hanya sedikit.

Atau bahkan, masalah justru terjadi pada bayi itu sendiri. Meskipun bayi terlihat sedang menyusu, bisa jadi ia tidak minum ASI sama sekali. Hal ini terjadi ketika menyusu, bayi tertidur. Atau, dia tidak menyedot ASI karena beberapa hal, seperti rasa ASI berubah, atau bayi mengalami tongue tied. Kalau sudah begini, kamu wajib berkonsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi.

Jika ingin produksi ASI berjalan lancar, ada beberapa cara seperti makan dan minum yang bisa meningkatkan produksi air susu. Seperti mengonsumsi almond, susu kedelai, sayuran hijau seperti bayam, katuk, daun torbangun dan juga dengan banyak minum air putih. Alternatif lainnya agar dapat meningkatkan produksi ASI adalah dengan melakukan skin to skin dengan bayi dan menyusui lebih sering ketimbang biasanya.

4. Mensiasati dengan susu formula

ASI Eksklusif
Susu Formula (Shutterstock).

Jika pada kondisi tertentu seorang ibu tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya, untuk pertolongan pertama bisa memberikan susu formula. Tentu dengan kondisi bayi yang secara klinis menunjukkan gejala dehidrasi seperti turgo atau tonus kurang. Frekuensi urinnya hanya di bawah 4 kali dalam sehari pada hari kedua ia baru lahir, atau air besarnya lambat keluar dan masih berupa mekonium setelah umur bayi di atas lima hari.

Dalam memilih susu formula ini juga tidak bisa sembarangan. Ibu wajib mencari tahu susu formula yang memiliki nutrisi yang kandungan nya lengkap yang dapat mendukung tumbuh kembang dan perkembangan kognitif si kecil. Salah satu susu formula terbaik untuk bayi yang memiliki nutrisi lengkap dalam mendukung tumbuh kembang dan perkembangan kognitif si kecil adalah susu Enfa A+.

Susu formula Enfa A+ sendiri diproduksi oleh Mead Johnson yang memfokuskan pada pengembangan produk yang aman, berkualitas, dan inovatif untuk membantu memenuhi nutrisi anak- anak di seluruh dunia. Susu formula Enfa A+ diproduksi dengan standar berkualitas untuk bayi dari usia 0 bulan sampai dengan usia 4 tahun ke atas.

1. Kandungan Nutrisi Lengkap dan Terbaik Susu Enfa A+

Mengingat manfaat susu formula yang digunakan untuk mendampingi konsumsi ASI, maka Ibu harus memastikan bahwa nutrisi yang terkandung dari susu formula harus mendekati komponen nutrisi ASI. 

Selain memastikan kandungan nutrisi yang mendekati ASI, Ibu juga harus memperhatikan kandungan nutrisi mikro lainnya seperti kandungan vitamin, kalsium mineral, zat besi, dan fosfor. 

Selain kandungan nutrisi mikro lainnya, hal penting lainnya adalah kandungan nutrisi DHA dan ARA. Kandungan nutrisi DHA dan ARA yang sangat tinggi pada susu formula sangat bermanfaat untuk mendukung kecerdasan buah hati.

2. Susu Enfa A+ Menjaga Kesehatan Pencernaan Bayi

Dibandingkan dengan orang dewasa, sistem pencernaan pada bayi jauh lebih sensitif. Hal ini terjadi karena sistem pencernaan pada bayi masih belum matang atau sempurna. Pemberian makanan pendamping hingga susu formula berisiko mengganggu pencernaan pada bayi hingga menyebabkan buang air besar tidak normal atau dalam bentuk cairan.

Karena itu produk Enfa A+ tidak hanya sekedar susu bayi yang diberikan untuk menunjang tumbuh kembang dan kecerdasan otaknya, namun juga berperan besar dalam menjaga sistem pencernaan pada bayi.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Salah satu kandungan bahan yang bermanfaat di dalam susu formula ini adalah adanya prebiotik GOS yang akan memproduksi bakteri baik sehingga saluran pencernaan pada bayi lebih sehat.

Gangguan pencernaan yang terjadi karena adaptasi pemberian susu formula dapat dicegah dengan adanya kandungan prebiotik. Sehingga saat mengonsumsi susu formula, buah hati tetap memiliki tumbuh kembang yang baik dan kecerdasan yang optimal. 

Nah itu tadi beberapa cara jika tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hati tercinta. Semoga artikel ini bermanfaat! (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →