Dari Modal Rp 3 Juta, Ibu Asal Klaten Ini Sukses Jual Sukun Goreng ke Jepang

pengusaha sukun goreng

Di salah satu dusun yang gak jauh dari Candi Prambanan, hidup seorang perempuan dengan profesi sebagai pengusaha snack sukun goreng. Bermodalkan Rp 3 juta, perempuan ini menjadi pengusaha sukun sukses di dusunnya. Bahkan, ia sanggup memasarkan snack ini hingga ke Jepang.

Namanya Pariyah, seorang ibu yang berhasil membeli tanah dan mobil berkat menjual snack sukun. Ibu dari tiga orang anak ini, juga bercita-cita ingin pergi ke Tanah Suci untuk umroh sekaligus menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. 

Ingin tahu bagaimana perjuangan Pariyah mengelola bisnis snack sukun goreng ini? Yuk simak ceritanya.

Baca juga: Jadi Pengusaha, Eks Buruh Pabrik Klaten Ini Lipat Gandakan Laba Lewat Fintech

1. Berawal dari distribusi sukun

pengusaha sukun goreng
Tempat usaha sukun goreng Ibu Pariyah. (Lifepal.co.id/Aulia Akbar)

“Dulu saya nganter sukun mentah dari lokasi Klaten, atau kadang-kadang ngambil dari Tasik lalu diantar ke Cilacap, nah dari situ baru dikirim lagi ke Jakarta. Akhirnya muncul ide untuk mengolah sukun mentah ini menjadi makanan snack,” ujar Pariyah saat ditemui Lifepal di kegiatan Amartha Villagetour.

Bisa dibilang, Pariyah memiliki insting entrepreneur yang cukup kuat lho. 

Dia justru terpikir untuk menciptakan produk baru berupa sukun goreng berbentuk emping dan stik yang rasanya gurih. Kalau kamu mencoba snack sukun ini, dijamin gak bakal bisa berhenti ngemil deh. 

Lifepal pun bertanya ke Pariyah soal bumbunya. Pariyah bilang kalau bumbunya gak macem-macem, paling cuma garam dan bawang sedikit. Tapi yang paling penting adalah, Pariyah bekerja dengan hati.

Biar kata sudah jualan snack sukun, bisnis antar mengantar sukun masih dijalaninya sendiri.

Baca juga: Investasi di Amartha Tawarkan Untung 15 Persen per Tahun Sekaligus Bisa Beramal

2. Pinjam duit lewat situs P2P lending

pengusaha sukun goreng
Ibu Pariyah punya 12 karyawan. (Lifepal.co.id/Aulia Akbar)

Ketika memutuskan untuk mendirikan bisnis sukun goreng ini, Pariyah dibantu oleh 12 orang karyawannya. Anak-anaknya pun turut ambil bagian. Merekalah yang bertugas untuk menggoreng sukun.

Yang namanya ingin mengembangkan usaha, Pariyah pun mencari modal tambahan. Ia lantas memilih salah satu fintech P2P lending yang memberikan pinjaman untuk para pengusaha kecil seperti dirinya.

“Awalnya saya kenal Amartha (P2P lending) tahun 2014. Dulu pertama kali saya pinjam Rp 3 juta, lalu setelah lunas saya naikkan lagi Rp 4 juta, dan sekarang Rp 4,5 juta untuk memperluas usaha saya,” lanjut Pariyah.

Intinya, karena bisnis sukun ini moncer maka Pariyah berani untuk meminjam dana yang lebih besar lagi demi perluasan usaha. 

Dari perluasan usaha itu, omzet bisnisnya pun melonjak. Mau tahu berapa penghasilannya? Mari simak poin selanjutnya.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Baca juga: Kantongi Izin OJK, Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Pinjam Uang ke Amartha

3. Omzet sebulan di atas Rp 9 juta

pengusaha sukun goreng
Omzet sebulan tembus Rp 9 juta. (Lifepal.co.id/Aulia Akbar)

Ketika bisnis yang dia jalani masih sebatas antar mengantar sukun, penghasilan Pariyah gak gede-gede amat. Satu sukun cuma dihargai Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per buah.

Namun setelah diolah jadi sukun goreng, maka harga stik sukun 1 kg mencapai Rp 35 ribu, sedangkan empingnya dijual Rp 30 ribu. Dalam sehari, Pariyah bisa mengolah 700 hingga 1.000 sukun lho. Dengan sukun sebanyak itu, rata-rata mereka bisa memproduksi 200 kg snack sukun.

“Alhamdulillah, sekarang ini (omzetnya) sudah di atas Rp 9 juta,” tuturnya.

Dia juga bilang dalam satu hari saja, amat mudah untuk mendapatkan uang Rp 300 ribu. Hebat juga ya? Makanya gak heran kalau dia sanggup membeli tanah dan mobil hanya dari jualan sukun.

4. Gimana ceritanya bisa jualan sukun sampai Jepang?

pengusaha sukun goreng
Karyawan Ibu Pariyah sedang mengiris sukun. (Lifepal.co.id/Aulia Akbar)

Secara garis besar, Pariyah menjual sukun goreng ini ke salah satu orang yang disebut “juragan” dengan metode bisnis tanpa merek. Nanti, sang juragan itu yang akan menjualnya ke reseller, dan reseller menjualnya ke pelanggan dengan menggunakan label sendiri. 

“Dijual ke Jepang ini, saya mengirim snack sukun ini sebanyak 1 kwintal alias 100 kilogram,” paparnya.

Intinya, ada pihak yang membantu proses penjualan sukun ini ke luar negeri. Pariyah hanya perlu jual putus ke pihak yang satu ini.

Asal kamu tahu nih, harga snack sukun buatan Pariyah di Jepang itu mahal lho. Kalau di sini cuma Rp 35 ribu untuk 1 kg, di sana bisa Rp 250 ribu per kilogram! Wuih, kayaknya menarik juga untuk menjalani bisnis sukun seperti Pariyah, dan menjualnya ke Negeri Sakura. 

Untuk pasar dalam negeri, Pariyah juga sudah menjualnya ke luar kota seperti ke Bandung, dan kota-kota besar lainnya. 

5. Ingin jualan ke Hong Kong

pengusaha sukun goreng
Proses menggoreng sukun. (Lifepal.co.id/Aulia Akbar)

Gak cuma ke Jepang lho, Pariyah ternyata punya ambisi untuk menjual sukun goreng hasil karyanya ke Hong Kong dengan bantuan menantunya.

Kebetulan sekali menantu Pariyah memang sedang bekerja di Hong Kong. Ketika pulang ke Tanah Air, dia akan mengambil beberapa sampel makanan ini agar bisa dijual di sana. Inspiratif banget!

Itulah sepenggal kisah sukses Pariyah, seorang pengusaha asal Klaten yang sukses memasarkan  sukun goreng buatannya ke Negeri Sakura. Satu hal yang patut diacungi jempol buat Pariyah adalah kelihaiannya dalam mengatur keuangan terutama utang.

Ketika kita paham betul akan bisnis yang kita jalani, maka gak usah sungkan untuk pinjam uang demi memperbesar usaha kita. Dan jangan lupa juga, membangun bisnis itu harus pakai hati ya. Karena, kalau setengah-setengah kita gak mungkin bisa sukses kayak bu Pariyah ini. (Editor: Ruben Setiawan)

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →