Jualan Bakmi Untung Rp 1,1 Juta per Hari, Ini Kisah Tumini si Tulang Punggung Keluarga

Bakmi Jawa

Bakmi Jawa

Berjualan bakmi Jawa dengan raup keuntungan mencapai Rp 1,1 juta sehari? Siapa yang gak mau, bisnis kuliner yang satu ini memang digemari banyak orang di mana pun juga. Tumini salah satu perempuan yang berjualan bakmi Jawa. Ia pun menjadi tulang punggung keluarganya usai sang suami jatuh sakit. 

Perempuan kelahiran Yogyakarta ini terbilang sukses dengan membuka tempat usahanya berkat pinjaman dana P2P lending. Sebelum mengenal pinjaman modal ini, ia pun sempat membuka jenis usaha lain namun sayang gak bertahan lama. 

Berkat kesuksesannya di bidang bisnis pada (7/11) ia dianugerahi penghargaaan Perempuan Pencipta Perubahan Awards lewat ajang Unite for Education (UFE) Sustainability Forum yang diprakarsai Permata Bank dengan menggandeng Amartha.

Ingin tahu perjalanan Tumini dagang bakmi Jawa hingga sukses? Yuk simak ulasannya.

Baca juga: Dulu Gelandangan Kini Pengusaha Kaya Raya Beristri Cantik, Simak Kisahnya!

1. Dulu jualan sayur kini ia berjualan bakmi Jawa di kampung halamannya

Bakmi Jawa
Tumini perempuan yang menjadi tulang punggung keluarganya dengan berjualan bakmi Jawa, (Aulia Akbar/MoneySmart).

“Pada mulanya, saya jualan sayur tapi karena rumit saya akhirnya pindah jadi jualan bakmi Jawa di Gunung Kidul. Saya nyoba dulu pada saat itu, tapi kok akhirnya laris, ya teruskan, ujar Tumini saat diwawancarai MoneySmart di sela gelaran Permata Bank Unite for Education (UFE) Sustainability Forum, 7 November 2019.

Akan tetapi, karena keterbatasan modal Tumini harus pinjam uang sana-sini. Namun dalam menjalankan usahanya ini ia selalu dibantu oleh keluarganya, terutama oleh  sang suami dan anak sulungnya.

Sang suami yang dulunya memiliki pekerjaan tetap, namun sayang harus beristirahat di rumah lantaran terserang penyakit diabetes. Akibat diabetes, suami Tumini ini memilih untuk tidak bekerja lagi. 

Singkat cerita, Tumini sekarang gak hanya menjadi seorang ibu di rumah. Ia pun juga menjadi tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah. 

Baca juga: Batal Bangun Rumah hingga Terjerat Rentenir, Ini Kisah Sukses Penjual Jamu Asal Indramayu

2. Investasi ke peralatan usaha

Bakmi jawa
Lewat pinjaman dana usaha modal Tumini berhasil mengembangkan usaha kecilnya, (Aulia Akbar/MoneySmart).

Pertama kali meminjam dana untuk usaha jualan bakmi Jawa ini, Tumini menerima uang sebesar Rp 1 juta. Dari uang itulah dia membeli sejumlah peralatan yang berkaitan dengan keperluan usahanya.

“Sebelum dapat pinjaman modal usaha ini, paling untungnya Rp 500 ribuan sehari itu paling besar. Tapi sekarang bisa sampai Rp 1,1 juta kalau ramai, kalau lagi gak ramai paling Rp 700 ribuan,” lanjutnya.

Mau bagaimana pun juga, pinjaman modal usaha adalah hal yang sangat penting bagi para pengusaha mikro. Dengan pinjaman inilah mereka bisa menggandakan penghasilan yang biasa mereka terima setiap harinya.

Baca juga: Kisah Sukses Sugimin, Pengusaha Warung yang Untung 25% Berkat Teknologi

3. Sudah buka tempat baru dan punya menu baru

Bakmi jawa
Tumini dengan perempuan lainnya yang berhasil menjadi pengusaha mikro di kampung halamannya, (Aulia Akbar/MoneySmart).

Jangan salah, sekarang anak dari Tumini sudah melanjutkan usaha orangtuanya lho. Setelah usaha bakmi Jawa ini mengalami kemajuan, anak pertamanya pun ikut melanjutkan dengan membuka tempat makan baru di Wonosari.

Usut punya usut, tempat makan baru di Wonosari itu sudah berjalan dua tahun. Berarti perkembangan bisnis bakmi yang ia rintis memang sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Tumini sendiri berharap, jika memang ada rezeki ingin sekali membesarkan usahanya dengan membeli gerobak serta lemari etalase baru untuk di rumah. Selain itu dirinya juga ingin menambah menu baru meskipun sekarang ini sudah ada pecel lele.

Yang paling penting dari semua ini, cita-cita Tumini adalah membahagiakan sang anak. Sebagai tulang punggung, Tumini memiliki tiga orang anak, pertama yang sukses membuka usaha, yang kedua masih kuliah, dan yang terakhir masih duduk di bangku TK. Itulah sepenggal kisah pedagang bakmi Jawa asal Yogyakarta. Gak nyangka ya, perjalanan bisnis Tumini yang keras ini ternyata membuahkan hasil.  (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis