Penting Dicatat! Ini 6 Syarat Wajib Haji dalam Islam, Apa Saja?

syarat wajib haji

Pasti kamu sudah tahu kan kalau haji adalah rukun Islam yang kelima? Tapi, kamu tahu gak apa saja syarat wajib haji yang perlu diperhatikan sebelum menginjakan kaki di Tanah Suci?

Salah satu syarat bagi calon jemaah adalah mampu secara finansial. Maka tidak heran banyak umat Muslim yang rela menabung sejak muda agar bisa menjalankan ibadah haji ini. Tidak hanya itu, kamu juga perlu memiliki tabungan haji

Apalagi untuk mendapatkan kuota haji, kamu harus mendaftarnya jauh-jauh hari. Rata-rata antrean haji di Indonesia mencapai 18 tahun lho.  Artinya kalau kamu mendaftar di usia 25 tahun, bisa jadi baru akan dapat giliran saat sudah berumur di atas 40 tahun, terbilang lama juga ya. 

Nah, sebelum membahas tentang syarat wajib haji, kamu juga perlu tahu tentang haji dan perbedaan haji dengan umroh.

Apa itu haji?

Haji adalah perjalanan menuju Baitullah di Makkah untuk beribadah sesuai dengan rukun dan syarat sah haji. Jadi saat berhaji, kamu akan berkunjung ke Ka’bah yang ada di kota Mekkah.

Apa perbedaan haji dengan umrah? Tentu ada bedanya, haji hanya dilakukan pada musim haji di bulan Dzulhijjah. Saat berhaji, kamu juga harus melakukan wukuf di Arafah. Kalau umrah, bisa dilakukan kapan saja tanpa melaksanakan rukun wukuf di Arafah.

Selain itu, umroh juga bisa kamu lakukan berkali-kali selama uangnya ada. Kalau haji cuma wajib dilakukan sekali seumur hidup. Udah jelas kan bedanya?

6 Syarat Wajib Haji

Ada enam syarat wajib haji yang kamu perlu tahu. Jika kamu memenuhi enam syarat ini, artinya kamu sudah wajib untuk berhaji ya. Jika kewajiban tidak dilakukan, maka kamu akan mendapatkan dosa. Nih enam syaratnya.

1. Beragama Islam

Beragama Islam adalah syarat utama. Ibadah haji memang hanya ditujukan buat Muslim saja, tidak ada agama lain yang mewajibkan ibadah ke Tanah Suci ini.

2. Sudah baligh 

Sudah baligh artinya sudah dewasa. Pada perempuan ini ditandai dengan mengalami menstruasi, sedangkan laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Bagaimana kalau pasangan suami istri berhaji mengajak anaknya yang masih kecil? Boleh-boleh saja kok, hajinya tetap sah tapi tidak memenuhi syarat wajib haji.

3. Berakal sehat

Orang-orang yang hilang ingatan atau bahkan gila tidak diharuskan untuk menjalankan ibadah haji. Haji hanya diwajibkan bagi mereka yang berakal sehat.

4. Merdeka, bukan budak

Syarat ini sebenarnya sudah tak banyak ditemukan di masa modern seperti sekarang ini karena tak ada perbudakan. Syarat ini ada ketika bangsa Arab masih memberlakukan perbudakan, sehingga pada masa itu budak tidak diwajibkan untuk berhaji.

5. Mampu secara fisik dan finansial

Selanjutnya, kamu harus sehat fisik dan mampu secara finansial. Bagaimana dengan para orang tua yang sudah jompo?

Di Indonesia memang banyak orang yang sudah uzur pergi berhaji, ini disebabkan antrean kuota haji yang panjang. Alasan lain karena kemampuan finansialnya terbatas sehingga harus menabung lama untuk bisa berhaji.

Tidak ada larangan orang yang sudah lansia untuk menunaikan ibadah haji tapi harus lebih berhati-hati. Jika memang memiliki penyakit bawaan, mereka harus memberi tahu penanggung jawab rombongan agar lebih diperhatikan. 

Apalagi fisik orang yang sudah lansia tentu akan lebih ringkih daripada mereka yang masih muda dan sehat. Tetap semangat!

Nah, buat kamu yang masih muda jangan kalah semangat dengan mereka yang sudah berusia lanjut. Mereka saja rela menyisihkan uang, waktu, dan tenaga buat pergi haji. Masa kita yang masih muda ogah-ogahan.

Jika fisikmu sehat, masih muda, dan mampu secara finansial artinya kamu wajib menunaikan ibadah haji. Orang yang mampu secara finansial itu yang seperti apa sih? Mereka dianggap mampu jika sudah bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.

Orang-orang yang gak punya utang, sudah hidup mandiri, dan memiliki perhiasan, rumah serta kendaraan wajib berhaji. Kalau masih punya utang? Belum dihitung wajib berhaji karena belum merdeka dari belenggu utang.

6. Punya mahram khusus bagi wanita

Kadang-kadang ada perempuan yang mampu dan pengen berhaji tapi belum punya suami. Padahal pemerintah Arab Saudi mewajibkan perempuan yang ingin berhaji harus didampingi oleh mahramnya. Jadi, gimana dong?

Tenang, perempuan tidak harus didampingi suami kok. Sebab yang termasuk mahram adalah keluarga inti seperti adik, kakak, anak, atau orang tua kandung. Jadi, kamu tetap bisa berhaji bareng dengan keluargamu.

Gimana kalau semua anggota keluarga berhalangan ikut? Kamu boleh berhaji bersama teman perempuanmu kok. Gak cuma berhaji, aturan ini juga wajib kamu patuhi kalau melaksanakan umroh.

Tapi sejak musim haji 2014 lalu, ada kabar gembira buat kamu. Pemerintah Indonesia sudah sepakat dengan pihak Imigrasi Arab Saudi soal aturan pembatasan mahram ini. Calon jamaah haji perempuan sekarang boleh dimahrami oleh sesama jamaah haji perempuan. Bahkan kini, seorang jemaah haji mendapatkan dispensasi khusus karena satu orang jamaah bisa memahromi empat orang. Nah, jadi lebih mudah kan?

Pertanyaan Paling Sering Seputar Syarat Wajib Haji

Gimana? Udah cukup jelas kan penjelasan tentang syarat wajib haji? Selain pertanyaan soal syarat wajib haji, masih banyak yang bertanya-tanya hal lain.

Berapa biaya haji 2020?

Berdasarkan kesepakatan antara Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama (Kemenag), Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 atau 1441 Hijriah ditetapkan sebesar Rp35.235.602. Biaya ini gak naik dari tahun lalu.

Biaya haji dari mana?

Untuk bisa berangkat haji ke Tanah Suci sesuai aturan, kamu harus sudah punya tabungan haji agar mendapatkan kuota di tahun-tahun berikutnya. Ingat, antre haji tidak bisa dalam waktu singkat. Masa tunggunya bisa sampai belasan tahun.

Jadi kamu bisa bersiap-siap sekarang dengan punya tabungan haji, kalau bisa sih yang udah ada asuransi hajinya ya. Sebab proteksi dari asuransi haji tetap berlaku meskipun kamu belum berangkat.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan pinjaman dari Pegadaian Syariah untuk pergi haji. Atau kamu juga bisa menggunakan jaminan emas untuk melunasi biaya haji.

Bagaimana dengan calon jamaah haji yang sudah jompo?

Calon jamaah haji yang sudah jompo dan kurang sehat bisa mewakilkan ibadahnya ke orang lain, khususnya ke anggota keluarganya sendiri. Misalnya bisa diwakilkan ke anaknya dengan tujuan pahala dari ibadah tersebut tetap bisa didapatkan orang tuanya. 

Ini dilakukan jika memang fisik calon jamaah sudah benar-benar tak mampu buat pergi jauh ke Makkah. Tapi kalau masih kuat, tetap boleh berhaji sendiri saat kondisinya benar-benar fit. Namun, jangan lupa buat berkoordinasi dengan pendamping kelompok haji agar jadi prioritas saat di Mekkah sana ya.

Itu dia enam syarat wajib haji yang harus kamu penuhi. Semuanya harus terpenuhi untuk bisa menjalankan ibadah haji, jangan dilupakan salah satu. Sebab kalau satu syarat saja yang gugur, maka kamu dianggap tak wajib lagi untuk berhaji.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →