Perbedaan Paspor dan Visa [Plus Cara Buat Paspor dan Visa]

Perbedaan paspor dan visa

Paspor dan visa itu tidaklah sama. Ada banyak perbedaan paspor dan visa yang perlu kamu ketahui agar tidak salah paham. 

Paspor dan visa adalah dokumen penting yang harus kamu persiapkan bila ke luar negeri. Tanpa adanya paspor dan visa, jangan harap kamu bisa ke negara orang. 

Kedua dokumen itu memiliki fungsi yang berbeda meskipun sama-sama sebagai syarat ke luar negeri. Untuk itulah, Lifepal ingin mengulas satu per satu perbedaan paspor dan visa.

Perbedaan paspor dan visa 

Mungkin sebagian besar dari kamu sudah ada yang tahu perbedaan paspor dan visa. Tapi sayangnya, masih banyak yang belum tahu juga.

Beberapa orang menganggap kalau paspor dan visa sama-sama dokumen persyaratan untuk ke luar negeri. 

Padahal, keduanya memiliki perbedaan dari kegunaan, bentuk, hingga cara pembuatannya. 

Berikut ini perbedaan paspor dan visa yang wajib kamu ketahui.

[Baca: Mau Liburan ke Luar Negeri? Biar Makin Aman, Gunakan Asuransi Perjalanan! Preminya Murah, Mulai Rp100 ribuan]

1. Perbedaan paspor dan visa dari kegunaannya

Kalau dilihat dari kegunaannya mungkin masih banyak yang bilang kalau paspor dan visa sama-sama sebagai syarat untuk masuk ke negara lain. Pemikiran tersebut memang benar, tapi ada yang lebih spesifik lagi. 

Paspor sejatinya berguna untuk menunjukkan kepemilikan kewarganegaraan. Artinya paspor sama seperti kartu identitas bila kita bepergian ke luar negeri. 

Sementara visa, memiliki kegunaan sebagai surat izin masuk ke negara tujuan. Ibaratnya, jika kamu tidak memiliki visa, kamu tidak diizinkan untuk masuk ke negara orang lain. 

Tapi, kebijakan visa ini bisa saja tidak berlaku bila sudah ada kerja sama antarnegara, misalnya kebijakan bebas visa bagi negara-negara ASEAN. Kamu warga Indonesia bisa bebas keluar masuk ke negara ASEAN lainnya tanpa perlu urus visa. 

2. Perbedaan paspor dan visa dilihat dari institusi yang berwenang

Kemudian perbedaan paspor dan bisa juga bisa dilihat dari institusi yang berwenang untuk menerbitkannya. 

Karena paspor merupakan identitas kewarganegaraan layaknya KTP, maka yang berhak untuk mengeluarkannya adalah negara. Kewenangan tersebut diserahkan sepenuhnya ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. 

Sementara visa, merupakan surat izin masuk ke negara tertentu. Oleh sebabnya, yang berhak untuk menerbitkannya adalah Kedutaan Besar negara tujuan. 

Visa merupakan salah satu indikator bahwa pelancong aman untuk mengunjungi negara tujuan dan bukanlah sebuah ancaman bagi negara tersebut. 

Maka jangan heran kalau pembuatan visa itu sedikit rumit, apalagi visa ke Amerika Serikat dan Inggris. Karena mereka sangat ketat menyeleksi siapa saja yang bisa masuk ke negaranya. 

3. Perbedaannya dilihat dari cara membuat paspor dan visa

Perbedaan paspor dan visa selanjutnya bisa dilihat dari cara pembuatannya. Untuk pembuatan paspor kamu harus pergi ke Kantor Imigrasi, sambil membawa dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga. 

Sementara visa, kamu harus pergi ke Kedutaan Besar atau perwakilan negara tujuan di kota kamu. Dokumen yang wajib di bawa di antaranya paspor dan rekening koran. 

Pembuatan visa ini jauh lebih rumit dan sulit ketimbang pembuatan paspor. Biasanya akan ada tes wawancara dengan bahasa Inggris dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyulitkan. Kalau tidak bisa menjawab siap-siap visa ditolak. 

4. Perbedaan paspor dan visa dilihat dari bentuk

Jika dilihat dari bentuknya, perbedaan visa dan paspor sangatlah jelas. Paspor memiliki bentuk seperti buku kecil yang berisikan lembaran kosong di dalamnya.

Kalau di Indonesia, bentuk paspor berwarna hijau dan di dalamnya terdapat lembaran kertas kosong berisi 24 halaman atau 48 halaman.

Sementara visa bisa berupa cap, print-printan, ataupun surat elektronik. Kalau berupa cap biasanya akan dicantumkan ke dalam lembaran kosong paspor. 

5. Perbedaan paspor dan visa dilihat dari biaya pembuatannya

Perbedaan visa dan paspor yang terakhir adalah biaya pembuatannya. Pembuatan paspor biayanya telah ditentukan oleh Kementerian Hukum dan HAM sebesar Rp300 untuk paspor biasa dan Rp600 ribu untuk paspor elektronik. 

Sementara pembuatan visa, biayanya bervariasi tergantung kebijakan dari masing-masing negara. 

Sebut saja untuk pembuatan visa Jepang mulai dari Rp380 ribu untuk visa single entry, dan Rp1,3 jutaan untuk membuat visa Australia

Pengertian paspor 

Setelah membahas perbedaan paspor dan visa, sekarang kita lanjut untuk membahas pengertian dari paspor itu sendiri. 

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paspor adalah surat keterangan yang dikeluarkan pemerintah untuk seorang warga negara yang akan mengadakan perjalanan ke luar negeri. 

Paspor merupakan sebuah dokumen penting yang memiliki fungsi sebagai penanda identitas Warga Negara Indonesia di luar negeri. Simpelnya, paspor bisa disamakan dengan KTP tapi untuk di luar negeri. 

Di dalam paspor tersebut tercantumkan nama pemilik, kewarganegaraan, alamat, dan lembaran kosong yang bisa diisi dengan cap visa. 

Cara membuat paspor dan jenis-jenisnya 

Jika kamu memiliki rencana untuk bepergian ke luar negeri dan belum memiliki paspor, segeralah untuk membuatnya. Cara membuatnya sangat mudah dan praktis kok.

Paspor di Indonesia memiliki beragam jenis, apa saja kira-kira? Dan bagaimana cara pembuatannya?

Cara membuat paspor

Pembuatan paspor terbilang mudah dan simpel, tapi untuk mendapatkannya kamu harus pergi langsung ke Kantor Imigrasi terdekat. Adapun tata cara pembuatannya: 

  1. Membuka situs https://antrian.imigrasi.go.id/ di browser kamu untuk mendapatkan antrean pembuatan paspor. 
  2. Pilih lokasi Kantor Imigrasi terdekat dan waktu yang diinginkan. 
  3. Datangi Kantor Imigrasi yang telah kamu pilih sesuai dengan waktu yang kamu pilih juga. 
  4. Menunjukkan bukti pendaftaran antrean ke petugas dan menunggu hingga nomor urut dipanggil. 
  5. Menyerahkan berkas pengurusan paspor, sesi wawancara, dan membayar biaya pembuatan. 
  6. Ambil paspor bila sudah ada pemberitahuan dari pihak Imigrasi bila paspor telah jadi. 

Jenis-jenis paspor

Di Indonesia sendiri terdapat tiga jenis paspor yang kita ketahui, yaitu ada paspor biasa, paspor diplomatik, dan paspor dinas. 

Paspor biasa

Paspor biasa adalah dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Warga Negara Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri. 

Paspor biasa ini terdiri dari dua macam, ada paspor nonelektronik dan elektronik. Yang membedakan, adalah penempatan chip pada paspor elektronik. 

Chip tersebut menyimpan data tentang pemiliknya lebih lengkap, seperti sidik jari dan data wajah. 

Paspor diplomatik 

Paspor yang diberikan kepada Warga Negara Indonesia yang hendak pergi ke luar negeri dalam rangka tugas diplomatik. 

Paspor ini biasanya digunakan oleh PNS, aparat negara, parlemen, yang hendak melaksanakan tugas diplomasi di luar negeri. 

Paspor dinas 

Paspor yang diberikan untuk WNI yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka tugas atau penempatan yang bersifat tidak diplomatik. 

Pengertian visa 

Setelah membahas paspor, sekarang saatnya membahas visa. Bila dikutip dari KBBI visa adalah izin memasuki negara lain atau tinggal sementara di negara lain yang berwujud cap dan paraf. 

Cap dan paraf dalam visa tersebut dibubuhkan langsung oleh pejabat perwakilan negara yang bersangkutan di dalam paspor pemohon. 

Permohonan visa tidak selamanya diterima, bisa juga ditolak apabila kamu tidak memenuhi persyaratan. 

Jika visa ditolak kamu tidak bisa memasuki negara tersebut. Jadi jangan nekat untuk tetap melanjutkan perjalanan, bisa-bisa kamu dideportasi langsung. 

Cara membuat visa dan jenis-jenisnya 

Mengenai cara pembuatan visa harus dilakukan secara langsung di kantor perwakilan negara tujuan atau di pihak ketiga yang telah ditunjuk oleh negara tersebut. Bagaimana cara membuatnya? 

Cara membuat visa

  1. Datangi Kantor Kedutaan Besar atau Kantor Perwakilan negara tujuan.
  2. Mempersiapkan berkas pembuatan visa sebelum berangkat, seperti paspor, KTP, formulir permohonan, foto, rekening koran, tiket keberangkatan, hingga surat sponsor. 
  3. Melakukan pendaftaran pembuatan visa (beberapa pembuatan visa juga meminta pembayaran biaya pembuatan secara langsung). 
  4. Proses penyerahan dokumen dan wawancara. 
  5. Menunggu status permohonan dikabulkan atau ditolak. 
  6. Setelah mendapatkan status, kembali menuju ke Kedutaan Besar atau Kantor Perwakilan negara yang dituju untuk pengambilan paspor dan visa. 

Jenis-jenis visa

Visa pun terdiri dari berbagai macam jenis, tergantung dari fungsi dan kegunaannya. Oleh sebabnya, saat hendak membuat visa harus disesuaikan dulu dengan keperluan kamu. 

Adapun jenis-jenis visa yang sering kita dengar adalah: 

  • Visa kunjungan atau turis: Visa ini dibuat untuk melakukan kunjungan ke luar negeri dengan tujuan wisata. Biasanya visa turis akan memiliki batas waktu yang lebih singkat dari visa lainnya. 
  • Visa kunjungan bisnis: Visa yang dibuat khusus bagi mereka yang hendak melakukan keperluan bisnis di negara tujuan. 
  • Visa kerja: Visa yang diperuntukan bagi warga yang hendak ingin bekerja di negara tertentu.
  • Visa bisnis: Visa yang dikhususkan bagi mereka yang hendak mendirikan bisnis di negara tertentu. Biasanya visa ini memiliki jangka waktu yang lama. 
  • Visa belajar: Visa yang dikeluarkan untuk warga yang menempuh pendidikan di negara tertentu. Visa ini berlaku hingga masa studi selesai. 

Contoh gambar visa dan paspor

Rasanya agak percuma bila kita mengetahui perbedaan paspor dan visa, namun tidak mengetahui seperti apa bentuknya. Berikut ini contoh gambar paspor, khususnya paspor Indonesia 

contoh gambar paspor

Setelah paspor, berikut ini contoh gambar visa.

contoh gambar visa

Pertanyaan-pertanyaan seputar perbedaan paspor dan visa

Berikut ini sejumlah pertanyaan yang harus kamu ketahui seputar paspor, visa, hingga perbedaan paspor dan visa. 

Perbedaan paspor dan visa yang paling mencolok adalah dari kegunaannya. Paspor digunakan sebagai penanda identitas kewarganegaraan, sementara visa sebagai izin masuk ke negara lain.

Untuk proses pembuatan paspor bisa dilakukan dengan melakukan pendaftaran antrean di situs Imigrasi, lalu memilih Kantor Imigrasi dan waktu kedatangan yang diinginkan.

Setelah itu, mendatangi kantor Imigrasi dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan dan berpakaian rapi.

Pembuatan visa bisa dilakukan di Kantor Perwakilan negara tujuan, dengan membawa berkas-berkas yang disyaratkan dan melakukan wawancara.

Visa digunakan sebagai syarat masuk ke negara lain. Proses pengajuan visa pun harsu dilakukan di Kantor Perwakilan negara yang bersangkutan.

Cara mengurus visa bisa dilakukan dengan mendatangi Kantor Perwakilan negara yang ingin dituju, lalu membuat pendaftaran permohonan visa dan mengikuti proses seleksi wawancara.

Biaya pembuatan visa tergantung dari kebijakan masing-masing negara.

Untuk ke luar negeri termasuk Malaysia diharuskan menggunakan paspor. Namun warga Indonesia yang hendak liburan ke Malaysia tidak perlu membuat visa.

Itulah informasi singkat mengenai perbedaan paspor dan visa. Semoga dengan informasi ini, kamu gak bingung lagi deh tentang dua dokumen perjalanan luar negeri tersebut.

Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya seputar administrasi, hukum, hingga bisnis, tanyakan saja langsung ke ahlinya yang telah bekerja sama dengan Lifepal di Tanya Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →