Perusahaan Manufaktur Unggulan yang Terdaftar di BEI

investasi untuk naik haji

Perusahaan manufaktur selalu menjadi penggerak roda perekonomian sebuah bangsa. Selain mampu memenuhi layanan kebutuhan masyarakat, industri ini bersifat padat karya.

Nyatanya bukan rahasia lagi bahwa sebuah negara bisa menjadi negara maju berkat industri manufakturnya. Tengok saja Jepang yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia karena menjamurnya industri manufaktur di Negeri Sakura tersebut. 

Bagaimana dengan Indonesia? Industri manufaktur tanah air terus berkembang dan menjadi mesin pergerakan ekonomi nasional. Beberapa di antaranya berhasil menjadi perusahaan publik dan mencatatkan kinerja cemerlang. 

Perkembangan Perusahaan Manufaktur 

Perusahaan manufaktur

Manufaktur adalah proses mengubah bahan baku atau komponen menjadi sebuah produk yang dapat dijual di pasar. Sementara perusahaan manufaktur memproduksi barang fisik untuk didistribusikan kepada masyarakat atau pembelinya. 

Dalam proses penciptaannya, produsen menggunakan mesin dan peralatan untuk menghasilkan barang yang layak konsumsi publik. Atas proses tersebut, perusahaan biasanya menetapkan nilai atau harga dari barang yang diproduksi.

Perusahaan manufaktur terus-menerus mengalami proses revolusi industri yang dimulai dari revolusi industri 1.0 hingga saat ini telah mencapai revolusi industri 4.0. Berikut perjalanan revolusi industri. 

1. Revolusi industri 1.0 

Ditandai dengan penemuan mesin uap yang menjadikan segala macam hasil produksi lebih efisien dan murah. Jika sebelumnya kapal berlayar dengan tenaga angin, penemuan mesin uap berhasil mempercepat waktu tempuh pelayaran kapal. 

2. Revolusi industri 2.0 

Pada era tersebut, sebagian besar pabrik telah menggunakan sejumlah mesin untuk menunjang produktivitas mereka, namun masih terkendala soal saluran distribusi. Para pelaku industri masih kesulitan dalam menjangkau konsumen. Kemudian pada masa itulah, mobil mulai dirakit dan menjadi pilihan transportasi sejumlah produsen. 

3. Revolusi industri 3.0

Pada masa ini, industri mulai mengembangkan bantuan dari komputer dan alat teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Pabrik sudah mulai menciptakan robot penunjang dan melakukan digitalisasi dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain mempercepat produksi, faktor distribusi menjadi sisi perkembangan lainnya. 

4. Revolusi industri 4.0 

Era industri pabrik cerdas dengan ditandai dengan sistem siber dalam segala kegiatan produksi. Di segala sektor, penguasaan dan penerapan teknologi komputer menjadi syarat utama dan mendasar dalam mengejar target pasar industri 4.0.  

Kategori Industri Manufaktur 

Ada berbagai jenis industri manufaktur dan terbilang populer dna terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berikut lima kategori industri manufaktur yang berkembang di Indonesia.

  1. Pabrikan makanan, yaitu kegiatan mengubah produk pertanian atau ternak menjadi produk untuk konsumsi. 
  2. Pabrikan tembakau, yaitu kegiatan mengolah tembakau menjadi produk cerutu dan rokok. 
  3. Pabrikan tekstil, yaitu kegiatan mengubah serat menjadi benang, seprai, handuk, dan produk tekstil lainnya. 
  4. Pabrikan pakaian, yaitu kegiatan memotong dan menjahit produk tekstil yang menghasilkan pakaian jadi. 
  5. Pabrikan kayu, yaitu memproduksi pelbagai jenis kayu yang digunakan untuk perlengkapan rumah tangga atau melengkapi rumah. 
  6. Pabrikan kertas, yaitu memproduksi bubur kertas untuk menghasilkan berbagai jenis dan fungsi kertas. 
  7. Industri minyak dan batubara, yaitu industri pengolahan minyak mentah dan batubara menjadi produk konsumen yang dapat digunakan. 
  8. Manufaktur kimia, yaitu proses pembuatan transformasi bahan organik atau anorganik menjadi produk yang unik. 
  9. Pabrikan plastik, yaitu memproduksi karet dan plastik.
  10. Manufaktur logam, yaitu menghasilkan logam seperti besi, baja, aluminium, dan lainnya. Termasuk pengecoran logam juga.
  11. Pabrikan logam buatan, yaitu memproduksi logam yang diubah menjadi produk akhir lainnya. Beberapa contoh produk adalah peralatan makan, perkakas tangan, perangkat keras, pegas, sekrup, mur, dan baut. 
  12. Pabrikan mesin, yaitu memproduksi mesin industri pertanian, konstruksi, penambangan, pemanasan, pendinginan, ventilasi, AC, pendingin, mesin, dan lainnya.
  13. Pabrikan komputer dan elektronik, yaitu memproduksi komputer, peralatan komunikasi, dan peralatan audio dan visual. 
  14. Pabrik otomotif dan transportasi, yaitu memproduksi berbagai jenis alat transportasi dari mulai mobil, pesawat, kapal dan kereta api.  
  15. Pabrik mebel, yaitu memproduksi alat rumah tangga mulai dari kasur, tirai, lemari, dan lampu. 

Perusahaan Manufaktur Blue Chip yang Terdaftar di BEI

BEI

Perusahaan manufaktur selalu menjadi buruan para investor yang berniat mencari cuan dengan menanam modal di instrumen saham. Selain karena kinerjanya yang cukup moncer, industri manufaktur yang unggul tentu sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan yang memiliki skala besar dalam perdagangan nasional dan internasional. 

Walhasil, sejumlah perusahaan manufaktur masuk dalam kategori perusahaan blue chip alias memiliki pendapatan stabil dan keuangan yang sehat. Apa saja yang masuk dalam kategori saham blue chip perusahaan manufaktur di BEI? 

1. PT BISI International Tbk 

Merupakan perusahaan multinasional yang fokus di lini produksi pertanian, yakni industri benih pertanian, perkebunan, dan peternakan. Produknya yang paling dikenal adalah jagung hibrida. Laba tahun berjalannya pada tahun 2018 sebesar Rp403,87 miliar dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp2,26 triliun.

2. PT Wijaya Karya Beton Tbk 

Sebagai salah satu perusahaan konstruksi milik pemerintah, WIKA memiliki unit strategis bisnis pada bidang konstruksi, mekanikal elektrikal, industri beton, real estate. Net revenue pada tahun 2018 sebesar Rp31,16 triliun naik 19,03 dibandingkan tahun 2017. Sedangkan nett income naik 52,89 persen menjadi Rp1,36 triliun pada tahun 2018. 

3. PT Gudang Garam Tbk 

Gudang Garam menjadi merek/perusahaan produsen rokok terpopuler dan bahkan terbesar di Indonesia. Perusahaan manufaktur ini memproduksi rokok jenis kretek dan rokok putih dengan ragam merek. Pada tahun 2018, kinerja penjualan yang tercermin dari pendapatan naik 14,9 persen menjadi Rp95,7 triliun sehingga mendongkrak pendapatan menjadi Rp7,8 triliun.

4. Sarana Menara Nusantara Tbk

Perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan jasa penunjang telekomunikasi di Indonesia ini memfokuskan produknya pada bidang penyewaan dan perawatan menara telekomunikasi nirkabel untuk para operator telekomunikasi di Indonesia. 

Pendapatan pada tahun 2018 yang mencapai Rp5,86 triliun menjadi peningkatan dari tahun 2017 yang sebesar Rp5,33 triliun. Sementara perolehan laba tahun berjalan pada 2018 mencapai Rp2,2 triliun, naik dari Rp2,1 triliun pada tahun 2017. 

5. Adaro Energy Tbk

Perusahaan ini merupakan produsen batu bara keempat terbesar di dunia. Adaro mengusung merek dagang untuk batubara dengan nama envirocoal yang dianggap mewakili kualitas batubara Adaro yang ramah lingkungan. 

Pendapatan usaha Adaro pada tahun 2018 sebesar Rp3,62 triliun naik dari Rp3,25 triliun di tahun 2017. Sedangkan laba bersihnya sebesar Rp478 miliar pada tahun 2018. 

6. PT Astra International 

Perusahaan ini bergerak di bidang operations, pabrikan kendaraan, dan distributor kendaraan. Astra menjadi perusahaan yang populer di mata investor karena kinerjanya yang mumpuni. Pada tahun 2018, perusahaan memiliki pendapatan bersih hingga Rp239,2 triliun yang naik dari Rp206,05 triliun pada tahun 2017. 

Selanjutnya laba tahun berjalan perusahaan 2018 juga mengalami kenaikan dari Rp27,3 triliun dari Rp23,12 triliun pada tahun 2017. 

7. PT Sri Rejeki Isman Tbk 

Perusahaan yang bergerak dalam bidang pemintalan, tenun, dyeing, percetakan, finishing kain, dan pembuatan pakaian ini meraih angka penjualan pada tahun 2018 sebesar Rp1,033 triliun. Melesat jauh dari tahun sebelumnya di angka Rp759,34 miliar. Hal ini mendorong laba tahun berjalan tahun 2018 perusahaan naik menjadi Rp84,55 miliar dari Rp68,03 miliar pada tahun 2017. 

8. PT Intiland Development Tbk 

Perusahaan manufaktur ini menjadi pengembang properti di Indonesia yang berfokus pada pengembangan properti, mulai dari perumahan, apartemen, perkantoran, hingga kawasan industri di Jakarta dan Surabaya. Intiland juga memiliki usaha manajemen dan investasi. 

Pada tahun 2018, pendapatan usaha sebesar Rp2,55 triliun. Naik dari Rp2,2 triliun pada tahun 2017. Sementara perolehan laba meningkat menjadi Rp1 triliun pada tahun 2018 dibandingkan Rp955,7 miliar pada tahun 2017. 

Demikian informasi soal perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Semoga tulisan ini bisa membantu kita yang berencana untuk membeli saham perusahaan manufaktur. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →