8 Pinjaman Syariah Terbaik dan Terdaftar OJK!

pinjaman uang cepat

Pengajuan kredit atau pinjaman terkadang bisa menjadi solusi ketika membutuhkan dana mendesak. Namun, banyak yang beranggapan penyertaan suku bunga pada pinjaman tergolong riba. Atas dasar pemikiran itulah kemudian hadir pinjaman syariah. 

Lantas, bagaimana cara kerja pinjaman syariah? Apakah pinjaman syariah dijamin gak riba? Biar gak bingung, simak penjelasan berikut yuk! 

Pengertian dan cara kerja pinjaman syariah

kta syariah

Sesuai dengan namanya, pinjaman syariah merupakan kredit yang bersandar pada syariat Islam yang artinya gak menerapkan suku bunga, melainkan sistem jual-beli atau bagi hasil. 

Menurut Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, perkara jual beli yang termasuk dalam hal muamalah, sehingga halal untuk dilakukan. Sehingga dapat disimpulkan pinjaman syariah gak tergolong riba ya! 

Berbeda dengan pinjaman online konvensional, pendapatan kreditur syariah berasal dari margin transaksi jual beli atau memilih profit sharing dari usaha yang dimiliki peminjam atau debitur. 

Misalnya, kita meminjam uang Rp10 juta untuk membeli laptop, maka pinjaman syariah akan membelikan laptop itu terlebih dahulu. Kemudian, laptop itu dijual kepada kita dengan mengambil margin yang besarannya telah disepakati bersama. 

Nah, jika kreditur memilih profit sharing, maka contohnya adalah kita meminjam uang Rp20 juta untuk modal usaha. Nanti kreditur akan mendapatkan beberapa persen dari hasil keuntungan usaha yang kita jalani. Tentu saja besarnya profit sharing harus terlebih dahulu disetujui bersama. 

8 Pinjaman syariah yang terdaftar OJK

Melihat animo masyarakat yang tinggi, saat ini terdapat cukup banyak pilihan kredit syariah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Berikut ini 11 di antaranya: 

1. Investree

Investree merupakan pelopor pinjaman peer to peer (P2P) di Indonesia. Dalam prosesnya, Investree bertindak sebagai pihak perantara antara pemberi pinjaman (kreditur), dan peminjam (debitur).

Selain memberi pinjaman konvensional, Investree menawarkan P2P berbasis Syariah. Investree menawarkan baik dari sisi pendanaan maupun dari sisi pembiayaan secara Syariah.

Menariknya dalam Investree, kita bisa memilih untuk menjadi kreditur atau debitur. Tentu saja kedua pilihan tersebut memiliki keuntungan masing-masing. 

Di mana sebagai kreditur atau Investree menyebutnya dengan istilah lender, kita bisa mendapatkan imbalan hasil berupa ujrah wakalah atau dana sebagai bentuk jasa penagihan yang harus dibayarkan oleh debitur. 

Sementara sebagai debitur, kita bisa mengajukan pinjaman tanpa suku bunga. Jadi kita hanya perlu bayar biaya administrasi saja. Selain itu, segala dana yang masuk dan harus dibayarkan oleh debitur juga sangatlah transparan. 

Investree berfokus pada pinjaman modal kerja atas tagihan berjalan. Artinya, bersifat sebagai utang produktif. 

Nah, untuk mengambil kredit di Investree, kita harus mengajukan invoice pinjaman. Misalnya invoice untuk bursa saham, perusahaan multinasional, dan lain sejenisnya. 

Untuk invoice perusahaan yang berasal dari industri rokok, minuman keras, dan kegiatan usaha lainnya yang gak sesuai syariat Islam, tentu gak bisa melakukan pinjaman di Investree. 

Adapun ketentuan pinjaman dibedakan menjadi dua, yaitu pemberi pinjaman dan peminjam: 

  • Pendanaan minimal Rp5 juta dengan kelipatan Rp1 juta.
  • Pendanaan maksimal Rp100 juta.

  • Besaran pinjaman atau plafon 80 persen dari nilai invoice atau maksimal Rp2 juta.
  • Jangka waktu pinjaman tenor Maksimum enam bulan.

  • Menerima Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA)
  • Berusia minimal 17 tahun
  • Identitas diri yang lengkap KTP dan NPWP (WNI)
  • Identitas diri yang lengkap paspor dan rekening bank di Indonesia (WNA)
  • Proses pengajuan hingga pencairan dana pinjaman memakan waktu 3-5 hari kerja.

2. Ammana 

Ammana merupakan perusahaan pinjaman syariah pertama di Indonesia yang memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Serupa dengan fintech sebelumnya, Ammana juga bertindak sebagai perusahaan P2P yang menjadi perantara pemberi pinjaman (kreditur), dan yang meminjam (debitur). 

Adapun pinjaman Ammana difokuskan untuk pendanaan UMKM atau para pelaku usaha yang membutuhan modal. Melalui fintech syariah ini, kita juga dapat memilih untuk bertindak sebagai kreditur atau debitur. 

Untuk bisa menjadi kreditur atau debitur, kita harus terlebih dahulu mendaftarkan diri menjadi anggota dari mitra keuangan syariah miko Ammana. 

Setelah itu, pihak pinjaman syariah ini akan melakukan kurasi kelayakan usaha UMKM kita. Ini bertujuan untuk memastikan debitur mampu membayarkan angsuran kredit secara tepat waktu. 

Cara kerja pinjaman Ammana juga sesuai dengan prinsip Islam. Yaitu, bagi hasil keuntungan yang telah dijelaskan di poin sebelumnya. 

Sayangnya, informasi soal ketentuan pinjaman yang tercantum dalam situs Ammana sangatlah terbatas. Jika tertarik dengan pinjaman non-riba ini, silakan hubungi perusahaan terkait di nomor (021) 22832618 atau kunjungi situs resmi Ammana. 

3. Danasyariah

Jika pinjaman online syariah sebelumnya menargetkan UMKM, Danasyariah memberikan pinjaman bagi pemilik usaha dan perorangan dengan sistem bagi hasil. Danasyariah juga telah mengantongi izin OJK, sehingga kredibilitasnya terjamin. 

Layanan yang ditawarkan perusahaan peer to peer ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. 

  • Kunjungi situs danasyariah.id
  • Lakukan verifikasi email untuk kemudian mendapatkan virtual account.
  • Menyetujui syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan.
  • Lakukan top up dana ke virtual account
  • Pilih proyek atau usaha yang sedang dilakukan penggalangan dana melalui situsnya
  • Menempatkan dana pada usaha yang dipilih.
  • Terima dana bagi hasil setiap tanggal yang telah ditentukan.

  • Kunjungi situs danasyariah.id
  • Lakukan verifikasi email untuk kemudian mendapatkan virtual account
  • Menyetujui syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan
  • Mengajukan proposal untuk dicarikan dana pinjaman syariah
  • Jika disetujui, proyek atau usaha kita akan dipampang dalam kolom penggalangan dana
  • Penggalangan dana dilakukan selama 30 hari.
  • Jika dapat dana pinjaman, tanda tangan akad syariah antara pemilik usaha dengan pihak pemberi pinjaman.
  • Melakukan bagi hasil setiap tanggal yang telah ditentukan.

4. ALAMI Sharia 

ALAMI Sharia adalah perusahaan peer to peer syariah yang terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK. Adapun pinjaman ALAMI Sharia bersifat utang produktif karena ditujukan untuk pemilik usaha kecil menengah (UKM). 

Cara kerja perusahaan pinjaman halal ini juga serupa dengan kredit syariah pada umumnya. Di mana debitur selaku pemilik usaha mengajukan pinjaman. Kemudian pihak ALAMI akan melakukan credit scoring atau analisa permohonan kredit yang diajukan. 

Credit scoring ALAMI Sharia mengacu pada analisa kuantitatif seperti laporan keuangan dan rekening koran debitur, serta analisa kualitatif seperti riwayat sejarah dan kunjungan langsung ke tempat usaha. 

Jika permohonan pinjaman syariah disetujui, maka pihak ALAMI Sharia akan membantu mencarikan pinjaman untuk debitur. 

Bila dana pinjaman sudah berhasil terkumpul, maka dana akan segera dicairkan ke penerima pinjaman. Kemudian, pihak yang meminjam akan membayarkan tagihan langsung ke ALAMI untuk kemudian dikembalikan ke pemberi pinjaman beserta ujrah. 

  • Pendanaan Rp1 juta hingga Rp200 juta.

  • Besaran pinjaman atau plafon 80 persen dari nilai atau maksimal Rp2 miliar.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 1 hingga 6 bulan.

  • Menerima Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA).
  • Berusia minimal 17 tahun.
  • Identitas diri yang lengkap KTP dan NPWP (WNI).
  • Identitas diri yang lengkap paspor dan rekening bank di Indonesia (WNA).

5. Duha Syariah

Selanjutnya, ada Duha Syariah yang merupakan pinjaman online sesuai dengan syariat Islam. Berbeda dengan empat fintech syariah sebelumnya, Duha Syariah juga memberikan pilihan pinjaman bersifat konsumtif tanpa riba. 

Pengajuan pinjaman Duha Syariah dapat dilakukan melalui aplikasi yang tersedia di Google Play Store. 

Adapun jenis pinjaman Duha Syariah terbagi menjadi dua, yaitu Pembiayaan Konsumtif berupa barang atau jasa yang dijual di e-commerce yang bekerjasama dengan Duha Syariah dan Pembiayaan Perjalanan Religi seperti umrah, dan wisata halal lainnya. 

  • Besaran pinjaman atau plafon maksimal Rp20 juta.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan.
  • Margin pembiayaan konsumtif 2,0 persen per bulan flat.

  • Besaran pinjaman atau plafon maksimal Rp30 juta.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 12, 24, 36 bulan.
  • Ujroh pembiayaan perjalanan religi 1,5 persen per bulan flat.

  • Bekerja di perusahaan mitra Duha Syariah melalui skema potong gaji.
  • Memiliki gaji tetap minimal Rp3 juta per bulan.
  • Bersedia memberikan mutasi rekening koran selama sebulan terakhir.
  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Uisa minimal 21 tahun atau kurang dari 21 tahun, namun sudah menikah.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Lampung, Palembang, dan NTT.

6. BNI Syariah 

Selain melalui pinjaman online di atas, kita juga bisa mengajukan kredit syariah di lembaga keuangan perbankan. 

Salah satunya, pinjaman syariah BNI yang terbagi menjadi empat kategori, yaitu Pembiayaan Konsumer, Mikro, Korporasi, dan Usaha Kecil Menengah. 

Pembiayaan Konsumer 

Pembiayaan Konsumer fokus pada kebutuhan barang atau jasa yang bersifat halal. Salah satu produk unggulan pembiayaan konsumer BNI Syariah adalah BNI Griya iB Hasanah. 

BNI Griya iB Hasanah adalah fasilitas pinjaman syariah BNI yang memberikan dana untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli, membangun, dan renovasi rumah. 

  • Besaran pinjaman atau plafo maksimal Rp25 miliar.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 10, 15, hingga 20 tahun tergantung profil nasabah.

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Usia minimal 21 tahun dan maksimal hingga saat pensiun pembiayaan harus lunas.
  • Memiliki penghasilan tetap dan bekerja selama minimal 2 tahun.
  • Bersedia mengeluarkan biaya tambahan untuk asuransi jiwa, asuransi kebakaran, administrasi bank, dan notaris.

Pembiayaan Mikro 

Pembiayaan Mikro fokus pada pinjaman untuk kebutuhan usaha Mikro, seperti pembelian barang modal kerja, investasi produktif, dan aset. Salah satu produk unggulan pembiayaan mikro BNI Syariah adalah Mikro 2 iB Hasanah. 

  • Besaran pinjaman atau plafon Rp5 hingga Rp50 juta.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 6 hingga 36 bulan.

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi Surat Keterangan Usaha (SKU)
  • Fotokopi Bukti Kepemilikan Jaminan (BKJ)

Pembiayaan Korporasi

Pembiayaan Korporasi fokus pada pinjaman untuk kebutuhan usaha menengah ke atas. Tentu saja jenis usaha harus sesuai dengan prinsip syariah. 

Salah satu produk unggulan pembiayaan korporasi BNI Syariah adalah BNI Syariah Multifinance. 

  • Besaran pinjaman atau plafon maksimal Rp75 miliar.
  • Jangka waktu penarikan plafon 1 tahun.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 7 tahun.

  • Usaha telah berbadan hukum minimal 3 tahun.
  • Legalitas usaha lengkap dan masih berlaku.
  • Merupakan nasabah BNI selama minimal 6 bulan.
  • Bukti kinerja usaha berjalan baik, berupa laporan keuangan audited 3 tahun terkahir.
  • Memiliki hasil penilaian informasi Bank Indonesia dengan kolektibilitas Lancar.
  • Akad pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Pembiayaan Usaha Kecil Menengah 

Pembiayaan Usaha Kecil Menengah fokus pada pinjaman untuk kebutuhan UKM, seperti modal usaha dan investasi. 

Salah satu produk unggulan pembiayaan UKM BNI Syariah adalah Wirausaha iB Hasanah (WUS) yang juga merupakan pinjaman syariah dengan agunan. 

  • Besaran pinjaman atau plafon Rp50 juta hingga Rp1 miliar.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 7 tahun.

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki pengalaman dibidang usaha min 2 tahun.
  • Identitas diri KK dan KTP.
  • Ligelitas usaha lengkap dan masih berlaku.
  • Memiliki sryat keterangan usaha dari kelurahan atau kecamatan.
  • Bukti kepemilikan agunan sah dan masih berlaku.
  • NPWP.
  • Tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia.
  • Fotokopi rekening bank selama min 6 bulan terakhir.

7. BRI Syariah 

BRI Syariah menghadirkan pinjaman halal untuk Pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kepemilikan Kendaraan. Dua produk andalannya adalah KPR BRI Syariah iB dan KKB BRI Syariah iB. 

KPR BRI Syariah iB 

KPR BRI Syariah iB ditujukan untuk debitur yang ingin membeli rumah atau properti lainnya untuk kemudian dijadikan tempat tinggal atau usaha. 

  • Besaran pinjaman atau plafon Rp25 juta hingg Rp3,5 miliar.
  • Uang muka atau DP 10 persen dari dana pinjaman.
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 12 bulan hingga 15 tahun.

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki penghasilan tetap min Rp4 juta setiap bulan.
  • Memiliki status karyawan tetap min 2 tahun.
  • Untuk pemilik usaha, min 5 tahun di bidang yang sama.
  • Usia min 21 tahun hingga 65 tahun.
  • Memiliki rekam kredit yang baik.
  • Memiliki rekening di Bank BRI Syariah.
  • Untuk pinjaman di atas Rp50 juta harus menyertakan NPWP.

KKB BRI Syariah iB 

KKB BRI Syariah iB ditujukan untuk debitur yang ingin membeli mobil tanpa riba. Untuk jenis mobil yang dibeli bisa mobil baru maupun bekas ya!  

  • Besaran pinjaman atau plafon Rp50 juta hingga Rp1 miliar.
  • Uang muka atau DP 30 persen dari dana pinjaman
  • Jangka waktu pinjaman atau tenor 1 hingga 5 tahun.

  • Usia min 21 tahun hingga 65 tahun.
  • Memiliki status karyawan tetap minimal 2 tahun.
  • Memiliki rekam kredit yang baik.
  • Bersedia mengikuti asuransi jiwa.
  • Memiliki rekening tabungan di BRI Syariah.

8. Mandiri Syariah 

Pinjaman bank syariah yang terakhir adalah Mandiri Syariah Pembiayaan Serbaguna Mikro. 

Sesuai namanya, pinjaman ini ditujukan untuk nasabah wiraswasta dan pegawai. Adapun proses yang diberikan terbilang cepat dan sederhana. 

  • Besaran pinjaman atau plafon hingga Rp200 juta.

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki penghasilan tetap min Rp4 juta setiap bulan.
  • Usaha berjalan selama min 2 tahun.
  • Usia min 21 tahun hingga 65 tahun.
  • KTP, KK, dan surat nikah jika ada.

Sekarang gak perlu khawatir lagi terhadap risiko riba jika ingin mengajukan pinjaman. Namun, sebelum memutuskan mengambil pinjaman syariah, pastikan kita memiliki keuangan yang sehat agar mampu melunasinya, ya. 

Yuk, cek kesehatan keuanganmu dengan mudah di financial checker Lifepal! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →